Sahara pulang sekolah seperti biasa bersama Azka, menyusuri kota Jakarta bersama di siang hari sudah menjadi kebiasaan mereka berdua tetapi bedanya kali ini hubungan mereka berdua sedikit ada masalah yang hanya dipendam oleh Azka, dari kaca spion ia melihat wajah gadisnya tertekuk tak seperti biasanya. Ia sangat ingin menanyakan keadaan Sahara tetapi jika difikirkan lebih dalam lagi lebih baik tidak usah.
Beberapa menit berlalu motor yang dinaiki Azka dan Sahara tiba di halaman rumah Sahara, gadis itu turun lalu menyerahkan helm yang memang sudah Azka sediakan untuk Sahara. "Makasih ya ka" setelah mengucap terimakasih Sahara langsung berbalik arah menuju rumahnya sementara Azka hanya menatap datar kepergian gadis itu.
Aily kenapa ya, batinnya
Tak mau ambil pusing Azka langsung menyalakan motornya dan berlalu dari jalan depan rumah Sahara, ia pergi dengan perasaan yang masih ragu.
Sesampainya di rumah Azka tak ada yang spesial orang tuanya sudah tak menyambutnya lagi seperti dulu, ia benar-benar hancur saat ini. Laki-laki itu memasukkan motornya ke garasi yang didalamnya terdapat sebuah mobil yang sudah jarang dipakai.
Rumah itu tampak sepi namun tak Azka hiraukan baginya dia sekarang sudah seperti hidup sebatang kara meskipun kedua orang tuanya masih ada, Azka membersihkan dirinya lalu mengganti baju seragamnya ke baju biasa.
tingg...
tingg...Handphone laki-laki itu berbunyi langsung saja Azka membuka beberapa obrolan pesan yang masuk, ternyata dari teman-temannya.
Juniar
bro nanti malem main yukAiden
gass lah, kemana?Juniar
ya cafe biasalah, gimana?Azka
gue ngikut ajaJuniar
sip ajak Sahara ya soalnya gue juga bawa cewe wkwkAiden
njir mana gue kaga ada ceweAzka
iya nanti Sahara gue ajak kalo mauBegitulah kira-kira isi percakapan mereka, Juniar selalu menjadi orang pertama yang selalu ngajak main di Aodra, sedangkan Azka masih memikirkan kira-kira Sahara mau nggak ya diajak main?
Azka
Ai nanti malem aku ajak main mau ngga??Daripada pusing mikirin hal itu lebih baik langsung tanyakan saja, kata Azka. Namun ternyata Sahara terakhir aktif kemarin malam. Azka tak memikirkan hal itu ia sekarang memilih mematikan handphonenya lalu tidur sambil menunggu jawaban dari Sahara nanti.
******
Sementara Sahara sedari pulang sekolah hingga sekarang malam pukul 18.00 masih fokus dengan kegiatan belajarnya, ia benar-benar termakan oleh omongan Kepala Sekolah itu.
Kepalanya sudah pusing memikirkan angka-angka yang tertulis di bukunya, ia ingin istirahat tetapi bagaimana jika nilainya semakin menurun?? sesekali ia mengecek handphonenya dan tak sengaja membaca pesan dari Azka.
Bapak Amor🌈
Ai nanti malem aku ajak main mau ngga?Sahara
maaf ka aku gabisa lain kali aja yaSetelah membalas pesan laki-laki itu Sahara langsung kembali menatap buku-bukunya yang sudah berserakan di depan matanya. Ia ingin sekali keluar bersama Azka lagi seperti malam itu tetapi ia harus belajar ia tidak ingin ibunya dipanggil ke Sekolah.
Tokk tokk tokk....
Pintu kamar Sahara ada yang mengetuk, Sahara menoleh ke arah tersebut tenyata sudah ada ibunya "Ibu? ada apa?" wanita paruh baya itu menghampiri putrinya dengan senyum hangatnya.
Tiffany mengusap lembut helai rambut Sahara "Nak, kalo cape istirahat ya jangan dipaksain" ucapnya lembut
Sahara memandang wajah ibunya dengan mata berkaca-kaca "Ngga bu Sahara ga capek kok" ia mengusap sedikit matanya yang sedikit berair lalu melanjutkan kegiatan belajarnya.
Ibunya tau bahwa anaknya ini butuh istirahat tetapi Sahara tak pernah sekalipun mengeluh padanya, ia merasa gagal menjadi ibu. "Yasudah kalau gitu ibu tinggal dulu ya, inget jangan tidur terlalu malem" Tiffany meyakinkan anaknya
"Siap" Sahara mengangkat tangannya dan diletakkan dikeningnya dengan wajahnya yang tersenyum menambah kesan cantiknya
Tiffany hanya tersenyum melihat gadisnya yang saat ini sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang hidup tanpa kasih sayang seorang Ayah. Ia pergi berlalu dari kamar anaknya dan menutup pintu kamar Sahara dengan pelan.
Sementara Azka tidak jadi pergi bersama teman-temannya karena Sahara tidak bisa diajak keluar, ia tidak bertanya ke Sahara mengapa gadisnya itu tak mau diajak keluar, karena mungkin Sahara ada kepentingan lain.
Azka menatap bosan handphonenya karena biasanya jam segini ia bercanda ria bersama Sahata meskipun hanya sebatas pesan teks tetapi itu sudah cukup mampu membuat Azka bahagia, Namun kali ini gadisnya itu tidak aktif lagi.
sedikit dulu ya soalnya lagi banyak tugas presentasi huh...wkwksee you readers

KAMU SEDANG MEMBACA
My Universe [ON GOING]
Teen Fiction"Jika aku mencintaimu apa itu salah?" "Jangan, aku gamau kamu malu" "Ini perempuan gue, yang selalu ada buat gue di kondisi apapun, perempuan yang selalu ngedukung apa yang gue lakuin, gue harap setelah kejadian ini kalian bisa lebih ngehargai Sahar...