1. WHO'S THAT GIRL?

3.4K 335 65
                                        

©Coppyright by AriesBhi_ - 2022-

*Kalau suka Cerita ini silahkan vote.

Kalau nggak suka just go dude.

sooo letsss read🤤
_____________________________________________





Tamara turun dari lantai dua rumahnya, bel rumah berbunyi terlihat salah satu pembantu rumah akan membukanya namun, Tamara lebih dulu mencegahnya

"Biar Tamara aja, bi Inah tolong buatin Tamara susu yaa" pintanya dengan lembut

"Yasudah kalau gitu non"

Bi Inah pergi ke dapur dan Tamara pergi membuka kan pintu, lagian. Siapa sih bertamu pagi-pagi gini? Kaya nggak ada kerjaan aja, pikirnya. Ia membuka pintu melihat 4 orang laki-laki berbadan tegap dan membawa sebuah tulisan di tangannya.

"Maaf, ada apa ya?" tanya Tamara.

Salah satu dari mereka maju di hadapan gadis tersebut "Maaf, apa benar ini rumah bapak Arland Orlando Wilson?"

Tamara mengangguk "iya benar ini rumah ayah saya. Ada apa ya pak?"

"Maaf rumah ini disita, untuk membayar kerugian dari perusahaan yang telah bekerja sama dengan bapak Arland" jawabnya dengan nada tegas.

Gadis itu mematung, tubuhnya lemas, mana mungkin ia membiarkan rumah ini disita? Sedang di dalamnya terlalu banyak kenangan yang sudah tercipta. Canda tawa, tangis haru semua diciptakan di dalam rumah ini.

Sebenarnya dia tidak tahu apa yang telah terjadi dengan ayahnya, kesalahan apa yang sudah diperbuat oleh ayahnya. Tamara tahu bahwa ayahnya memiliki julukan "Pebisnis ambis".

Kali ini, kali ia memilih untuk menyerah, Tamara menghapus air matanya lalu mengangguk

"Beri saya waktu untuk membereskan barang saya" izinnya

"Baik, hanya 10 menit".

Tamara masuk ke dalam rumah, ia menemui Bi Inah. Ia harus memberi tahu pada asisten rumah tangganya itu apa yang sudah terjadi. Bi Inah yang melihat nonanya menangis menghampirinya khawatir dengan gadis itu.

"Non, kenapa non Tamara nangis? Siapa yang datang non?" tanyanya bertubi-tubi

"Bi, rumah ini disita," ucap Tamara

Bi Inah terkejut "disita? Disita sama siapa non?"

"Rumah ini disita untuk membayar kerugian yang udah ayah buat. Bi, maaf kalau bibi nggak bisa lagi kerja disini," ucap Tamara dengan isak tangis dan sesak di dada.

Bi Inah prihatin dengan anak majikannya ini "terus non Tamara mau tinggal dimana?"

Tamara masih ingat, bahwa bundanya masih memiliki toko roti dan cafe. Mungkin dia akan mengelola itu untuk bertahan hidup, dan lagi. Tamara mempunyai rumah sederhana rumah kado di ulang tahunnya yang ke 15.

Rumah sederhana yang ia desain sendiri dan ia minta untuk membuatnya sebagai hadiah ulang tahunnya dan dikabulkan oleh sang ayah juga bundanya.

TENEBRIS (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang