©Coppyright by Bhitaa_ -2022-
Tau ngga sih cara menghargai Author itu?
dengan cara vote dan coment.
Karya yang kalian baca dan nikmati ini, nulisnya penuh perjuangan dan usaha :(
Jangan jadi Siders, coment ngga mau vote ngga mau.
______________________________________________
Tiga orang sedang bersantai di ruang tengah mansion sejak tadi Almira meminta para maid mengeluarkan seluruh camilan dan minuman yang ada di mansion ini tak tanggung-tanggung ia juga meminta koki untuk memasak semua masakan dari berbagai Negara.
Kelakuan Almira kadang membuatnya dan daddy nya pusing, setiap bulan pakaian yang ada di lemari Zeus diganti dengan yang lebih baru dan pakaiannya yang lama sering kali di bagi-bagikan begitu saja. Almira juga selalu memperhatikan tubuh kekar suami dan anaknya fashion dan semua barang-barang mereka juga Almira yang mengatur itu. Kadang mereka berpikir, apakah segabut itu dirumah?
Almira menyuruh Tamara untuk mencoba brownies matcha
"enak tante, enak bangetttt Tamara suka," ucapnya disertai dengan senyum manis
"jangan panggil tante panggil mommy aja," balas Almira
Tamara menoleh dan menatap Almira "boleh?" tanyanya
"tentu boleh dong," balas Almira tulus serta hangat.
"kalau gitu Tamara boleh peluk tan- ..eh mommy maksudnya, boleh?" tanya Tamara
"iya boleh, sini peluk" Almira merentangkan kedua tangannya tentu Tamara memeluk Almira dengan erat, siapa tahu ini bisa mengobati rasa rindunya terhadap bundanya
"Tamara kangen sama bunda, udah setahun Tamara nggak dipeluk sama bunda. Tiap malem Tamara selalu nangis diem-diem karena rindu sama bunda, bunda pergi tanpa ngasih izin Tamara buat lihat wajahnya untuk yang terakhir kalinya. Makasih mommy tulus banget sama Tamara, Tamara bisa lihat dari tatapan mommy" ucap Tamara dengan lirih
Almira masih ingat cerita Zeus soal gadis di depannya ini tanpa perlu dijelaskan lagi, gadis ini penuh dengan luka gadis ini rapuh namun dia tegar. Rasanya Almira tidak tega melihat itu, mata yang seolah mengisyaratkan permintaan tolong
"jangan nangis sayang, kalau Tamara kangen sama bunda kamu bisa dateng ke mommy ya? Peluk mommy juga, minta Zeus buat anter ke sini"
"ekhem!" Zeus berdehem sedikit keras untuk menghilangkan kecanggungan ini, ia melirik dua orang perempuan di hadapannya
"Tamara, lo nginep sini tiga hari kedepan" ucap Zeus dengan tegas seperti tak bisa terbantahkan.
Ia menggeleng "nggak, aku pulang aja,"
Sekali lagi, Zeus menunjukan sikap otoriternya pada gadis tersebut "gue nggak suka bicara dua kali, Tamara" matanya menatap tajam
"tapi, dirumah kan nggak ada orang disini ngerepotin" ujar Tamara dengan pelan
Zeus yang akan membalas perkataan Tamara terhenti saat tangan Almira terangkat dan menyuruhnya untuk duduk, ia tidak mau sikap putranya membuat gadis ini ketakutkan.
"Zeus, kamu sama aja kaya daddy kamu" ucap Almira dan beralih pada Tamara
"Tamara disini aja ya, Tamara nggak ngerepotin siapapun kok. Itung-itung nemenin mommy soalnya mommy sering kesepian disini, mau ya?" lembutnya suara Almira
KAMU SEDANG MEMBACA
TENEBRIS (ON GOING)
Teen Fiction[SEBELUM BACA FOLLOW DULU DONGG, HATI HATI DISINI TEMPAT HALU] Bagi Tamara kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu adalah mimpi buruk baginya. setahun kehilangan kehangatan keluarga membuat jiwanya mati secara perlahan. Namun, kedatangan Ze...
