©Coppyright by Bhitaa_ -2022-
Tau ngga sih cara menghargai Author itu?
Karya yang kalian baca dan nikmati ini, nulisnya penuh perjuangan dan usaha :(
Jangan jadi Siders, coment ngga mau vote ngga mau.
___________________________________________
Pintu markas terbuka dan menampilkan dua orang berwajah datar, mereka memasuki markas dengan tenang dan memilih mendudukan diri pada sofa tunggakl. Zeus melihat keadaan ketiga temannya dan ya masih baik-baik saja.
"Siapa?" tanya Zeus pada Arion.
Arion hanya menoleh menghidupkan laptop yang sudah disambungkan ke LCD, semuanya fokus menatap layar besar itu. Arion berdiri menyapu pandangannya pada pada keempat sahabatnya, karena Apollo sudah lebih dulu bermain dengan kelinci di halaman belakang yang baru saja ia bawa ke markas.
"Pertama, yang nyerang Ares itu beta Black eyes. Dia melakukan strategi baru, kalau dulu mereka sebelum menyerang selalu ngasih tanda dengan bendera hitam gambar mata satu tapi sekarang nggak mereka melakukannya secara spontan, bahkan kita nggak tau dan nggak sadar bahwa mereka lebih dekat dengan kita" Arion menatap Zeus, menjeda ucapannya.
"Semalem.. kita bantuin Tamara. Lo pasti tahu kan?"
Zeus menaikan satu alisnya dan mengangguk
"Terus? Lo apain?"
Athena memang penasaran, pasalnya hanya ada dua pilihan ketika menganggu keluarga sahabatnya itu kalau nggak mati ya pasti di kirim ke Sogamoso, Kolombia
"Mati," jawab Zeus enteng
Sebanyak 800 orang yang ada disana hening mendengar jawaban santai dari Zeus. Darkness semua anggotanya di bawah pengawasan seorang Ragazzo mereka tidak tahu yang tahu hanyalah Zeus, apapun yang mereka lakukan Ragazzo tahu semuanya.
Markas mewah ini bahkan milik Ragazzo yang dengan berat hati di berikan kepada anggota Darkness sebab Zeus yang meminta. Markas dengan teknologi tinggi di dalamnya, membuat siapapun berdecak kagum.
Setiap ruang yang ada di lapisi dengan sensor setiap anggota yang ada datanya terekam di perusahaan teknologi milik Armstrong World, itu sebabnya setiap anggota Darkness memiliki hak istimewa mereka memiliki akses di beberap mall, pulau, penerbangan dan beberapa tempat asing bagi masyarakat umum
Tapi jika mereka berkhianat hak istimewa tersebut dicabut, dibuang di Sogamoso, Kolombia atau mati bahkan data tentang dirinya tidak akan pernah ada lagi atau bisa dibilang ia tidak pernah lahir ke dunia ini
"Ze, tadi waktu ke taman kota gue lihat cewek yang di sekolah bareng lo waktu itu lagi ngobrol sama Raskal," ucap Didin salah satu anggota muda Darkness
Zeus memusatkan perhatiannya "serius?" tanyanya dengan wajah datar
"Iya, tapi kayanya cuma Raskal aja yang banyak omong, Tamara diem aja,"
Zeus menatap Arion "cari tahu seluruh kehidupan tentang Tamara. Sedetail mungkin"
Arion berdehem dan menggaruk telapak tangannya Zeus yang mengerti itu memutar bola matanya malas
"Mau apa?"
Arion cengengesan tak jelas "dari banyaknya motor yang gue punya, gue belum punya motor Ducatti Superleggera V4"
"Oke, nanti malam udah ada di rumah lo,"
"YESSS!!!!" setelah mendapat jawaban dari Zeus ia segera pergi ke ruang operator yang ada di markas
KAMU SEDANG MEMBACA
TENEBRIS (ON GOING)
Teen Fiction[SEBELUM BACA FOLLOW DULU DONGG, HATI HATI DISINI TEMPAT HALU] Bagi Tamara kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu adalah mimpi buruk baginya. setahun kehilangan kehangatan keluarga membuat jiwanya mati secara perlahan. Namun, kedatangan Ze...
