©Coppyright by AriesBhi_ -2022-
itu tolong yang sider minta dihukum sama Zeus?
udah nggak mau voment, maunya gimana?
Hrrrr
___________________________________________
Ini hari sabtu sekolah Adiwiyata sedang libur sekolah ini memang menerapkan system full day jadi hari sabtu libur. Tamara bangun lebih pagi ia berniat untuk ke taman kota karena ingin menikmati udara pagi disana, jarak rumah dan taman kota tidak terlalu jauh jika menggunakan sepeda,
Ia berjalan ke arah dapur dan tidak melihat Bi Inah disana, ia heran biasanya Bi Inah pagi sudah ada di taman belakang membereskan jemuran, ia berpikir sebentar lalu menepuk jidatnya lupa bahwa kemarin ijin hari ini tidak bisa masuk kerja sebab cucunya datang dari kampung.
"Makan apel aja deh, ntar di taman kota pasti ada bubur mau makan bubur" monolog Tamara,
Setelah mengambil satu buah apel Tamara berlari kecil menuju garasi tak lupa membawa ponsel dan juga beberapa lembar uang.
Ia tidak ingin kesiangan sampai sana karna ini sudah menunjukan pukul 06.00 pagi sudah lama Tamara tidak makan bubur taman kota itu sebabnya ia sangat antusias. Dulu saat masih ada ayahnya dia selalu memaksa sang ayah membelikan bubur taman kota, bubur tanpa kacang karena ia alergi dengan kacang kacangan.
Sekitar 10 menit ia sudah sampai, dengan nafas yang masih ngos-ngosan karena ia sudah lama tidak bersepeda, Tamara segera memakirkan sepedanya agak jauh dari warung bubur karena ia melihat disana cukup ramai, ia memutuskan untuk memakirkan sepedanya agak jauh saja.
"Pakde, bubur ayam tanpa kacang yaa" pesan Tamara sembari tersenyum manis.
Sang penjual pun menoleh tersenyum "eh anak manis, udah lama nggak kesini kemana aja?"
Tamara nyengir kuda "hehe iyaa,"
Tamara memang sudah kenal akrab dengan penjual bubur tersebut karena memang langganan sedari Tamara duduk di bangku SMP penjual yang dipanggil pakde tersebut juga hafal dengan keluarga Tamara karena memang sesering itu mereka membeli bubur miliknya, jika Tamara tidak suka pakai kacang ayah Tamara tidak pakai kerupuk karena malamnya akan batuk bundanya Tamara justru komplit pakai kacang ya pakai kerupuk. Setiap minggu pagi juga biasanya mereka bertiga selalu makan disini, itulah yang membuat pakde dan keluarga Tamara dekat.
"Pakde, Tamara duduk disana yaa" tunjuk Tamara pada bangku paling pojok supaya ia bisa melihat taman kota yang saat ini dipenuhi anak anak kecil bermain.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya bubur pesenan Tamara datang, sebelum memakannya Tamara menambahkan sedikit kecap asin dan juga sambal. Bubur sudah siap masuk kedalam mulutnya tetapi tiba tiba ada bola yang menggelinding tepat di kakinya.
Tamara mencari siapa pemilik bola tersebut, ternyata ada anak kecil yang meminta bola tersebut
"kakak, punya Altan" pinta bocah tersebut.
"oh, ini punya altan?" Tamara memberikan bola tersebut dan berjongkok membelai surai bocah tersebut
"nama ku Altan bukan Altan"
Tamara mengernyitkan dahinya berpikir sebentar "Artan maksudnya?"
Bocah tersebut mengangguk lalu mengucapkan terimakasih dan berlalu
***
Tamara berdiri dan hendak berlalu untuk melanjutkan makan buburnya yang tertunda tadi, baru 4 langkah ada suara yang mengintrupsinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TENEBRIS (ON GOING)
Teen Fiction[SEBELUM BACA FOLLOW DULU DONGG, HATI HATI DISINI TEMPAT HALU] Bagi Tamara kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu adalah mimpi buruk baginya. setahun kehilangan kehangatan keluarga membuat jiwanya mati secara perlahan. Namun, kedatangan Ze...
