Sakit^
Pada pena yang tengah menari indah di atas kertas, kita adalah sepasang kata berbeda rasa. Aku aksara yang kehilangan makna dan kamu adalah metafora indah yang fana.
-Aleanna
Dengan perasaan tak berdosanya Nata justru lebih memilih mengabaikan saudara tirinya yang sedang merintih kesakitan tersebut akibat ulah dirinya yang berhenti dengan tiba-tiba. "Ayo lah Na..., gue minta maaf. Lagian salah lo juga, suruh siapa sealbet nya enggak di pakek," Resah Nata karena Ia tak berhasil menenangkan saudara tirinya tersebut.
Titttttt
Cittt
Bughhh
"Aww,"
"Sial, berani bener tu anak!" Umpat Nata setelah mengetahui siapa sosok yang dengan berani memberhentikan mobilnya.
Pria dengan stelan kaos berwarna hitam dan rambut kemerah-merahan yang di ikat tersebut dengan segera turuh dari dalam mobil yang Ia dan juga adik tirinya kendarai. "Mau apa lo?" Tanya Nata terang-terangan.
"Gue?" Tanya laki-laki yang berada di depan Nata sembari menunjuk dirinya dan melihat ke arah para antek-antek nya yang mulai mendekat ke arah mereka.
"Enggak usah banyak bacot deh lo!" Geram Nata yang kemudian meninju keras rahang lawan nya.
"Sans bro...," Ucap pria asing tersebut dengan kekehan di akhirnya.
"Apa?! Cepet bilang!"
Laki-laki itu pun mengeluarkan smirk iblisnya. "Gue cuman mau lo anjing!" Pekik nya yang kemudian memukul kepala Nata dan hal yang membuat Nana tercengang di tempatnya adalah.
'BERPELUKAN'. Dengan semangat yang bekobar layaknya teletubis yang baru saja memenangkan sebuah ajang perlombaan. Mereka, laki-laki beserta para antek-anteknya tersebut langsung berpelukan membentuk lingkaran dan meloncat-loncat bersama.
"Kangen banget gue sama lo nyet," Ujar laki-laki yang disebut Kevin tersebut. "Dari mana aja lo? Tambah buger aja, mana susah banget sekarang kalo di ajak ngumpul," Lanjutnya sembari menepuk-nepuk pungung sahabat lamanya yaitu Nata.
"Nata! Buruan pulang!" Teriak Nana dari dalam mobil ketika melihat saudara tirinya malah asik mengobrol dan melupakan dirinya yang sudah kepanasan.
"Siapa Nat? Gilak cewek!" Heboh pria satunya yang bernama Jefri.
"Lo punya cewek lagi?" Beo Kalvan.
"Anjay, pacaran aja belom pernah udah di bilang lagi," Umpat Nata tak terima.
"Nata!!" Geram Nana dengan teriakan yang semakin kencang sembari memunculkan kepalanya ke arah luar.
"Yaudah gue duluan ya," Pamit Nata.
"Iya ati-ati," Sorak mereka.
"Kapan-kapan kalo gue ajak kumpul dateng ya," Peringat Kevin sembari melakukan jabat tangan ala laki-laki.
"Iya enggak janji gue, siapa tau gue mati duluan," Jawab Nata dengan kekehan di akhirnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Nata
TeenfikceDeskripsi ; "Gimana gue mau suka Nat?" Tanya seorang gadis yang kerap di sapa Nana itu dengan suara yang sedikit paru tertahan. "Orang dari segi gaya hidup aja Kita udah beda, apalagi Iman. Jangan kan Semesta, bahkan Tuhan aja udah kita tentang."...