Aluna segera meletakkan ponselnya di atas meja setelah Revano mengiriminya pesan.Kebetulan dirinya sedang berada di ruang tamu dengan televisi yang menyala, menampilkan sebuah film kartun Spongebob favorite nya.
Dengan langkah malas dia berjalan menuju pintu,kemudian membukanya. Tanpa tau terimakasih, lelaki itu langsung menyelonong masuk ke dalam apartemennya.Aluna memang tidak tinggal satu rumah dengan kedua orangtuanya, alasannya sih ingin belajar mandiri.
"Gue berasa tak kasat mata." desis Aluna sebal. Kemudian perempuan itu langsung menyusuli Revano yang sedang berada di dapur.
"Mana coklat panas nya? lo bilang udah jadi?" tanya Revano saat tidak menemukan apapun di atas meja makan.
Padahal tadi dia sudah buru-buru sekali untuk datang ke apartemen Aluna, namun nyatanya perempuan itu malah mempermainkannya.
"Ngemil macaroon aja dulu." Aluna memberikan macaroon yang dia buat ke Revano, lelaki itu tersenyum senang hingga menampilkan senyum kotaknya.
Revano menuruti ucapan sahabatnya, dia sampai lahap memakan macaroon buatan Aluna. Rasanya tidak perlu diragukan, hasil tangan perempuan itu memang sangat luar biasa hingga membuatnya lahap dan tidak ingin berhenti memakannya. Bahkan Mamanya saja sampai ketagihan, pernah sewaktu-waktu dia berebut kue bolu buatan Aluna dengan mamanya. Sehingga menimbulkan pertengkaran kecil, Aluna yang mengetahui hal itu langsung membuat kue bolu sebanyak 3 loyang. Tidak ingin membuat ibu dan anak itu terus bertengkar perkara kue bolu buatannya.
"Nih." Aluna menyodorkan secangkir coklat panas di hadapan Revano. Perempuan itu mendudukkan dirinya di samping lelaki itu.
"Thanks sweetie." kata Revano tanpa melunturkan senyumnya. Hal itu tentu saja membuat jantung Aluna berdegup kencang.
"Lo udah bilang ke Asya mau ke rumah gue?" tanya Aluna hati-hati. Dia hanya khawatir mengenai hubungan yang baru saja di jalin oleh sahabatnya. Tidak ingin ada pertengkaran yang diakibatkan oleh dirinya.
Revano menggeleng, "Asya pasti ngerti. Secara kan kita sahabatan dari orok." jawabnya santai
Perlu di garis bawahi sahabat.
"Entar pacar lo salah paham anjing. Gue gak mau dibawa-bawa ya!" ketus Aluna seraya menatap Revano tajam.
Revano terkekeh, "Santai aja, sayang."
"Sayang pala lo peang." sarkas aluna, tidak tahu saja jika dirinya sudah salting tidak ketulung.
"Oh iya,gue mau minta peluk." ujar Revano menatap Aluna dengan memohon.
"N-ngapain ke gue? Minta sama Asya lah anjir!" gugup Aluna. Bagaimana tidak,Revano menatapnya dalam dengan tatapan teduh.
"Maunya sama lo,cuman lo Aluna." ujar Revano dengan menekan setiap kalimat yang diucapkannya.
Tanpa menunggu jawaban Aluna,Revano segera menarik pinggang sahabatnya. Aluna diam mematung, perlakuan Revano benar-benar spontan tanpa aba-aba.