Amour fou

865 99 7
                                        

"Eh,lin." Perempuan yang dipanggil dengan sebutan 'Lin' itu, membalikkan tubuhnya menghadap sang lawan bicara.

"Kenapa?" tanyanya dengan alis terangkat.

"Kemarin gue ngeliat pohon mangga yang dibelakang sekolah lagi berbuah. Mau gak lu, kalau kita ambil buat ngerujak."

"Boleh, gass kuy."

"Lu yang manjat ya."

"Iya, kalau lu yang manjat yang ada kagak naik-naik."

"Iya nyet."

"Gue pites pala lu."

"Lah kan emang lu mirip monyet, suka gegelantungan di atas pohon."

"Sialan lo."













"Sa, dimana pohonnya?"

"Picek mata lo? Jelas-jelas tinggal 10 langkah lagi lo bakal liat pohon mangga yang terpampang jelas."

"Gue nanya yang bener ya,bi. Lagian gue lupa, udah 3 bulan gue kagak kesini."

"Bolos mulu sih lo. "

"Bolos matamu, udah tau gue berusaha menggagalkan rencana papi buat ngejodohin gue sama anak sahabatnya."

"Oh yang kata lo si Jarrel, jarrel itu."

"Hooh, katanya sih satu sekolah sama kita. Tapi gue kagak pernah liat tuh bocah."

"Lu udah liat tampangnya gimana? Cakep gak?"

Alin mendelik sinis, "Nape kalau cakep? Mau lo pepet?"

"Iyalah, yakali cogan gue sia-siain. Mumpung lo gak mau."

"Serah lu dah."

Alin tak menghiraukan ucapan risa, ia meninggalkannya. Muak ketika sudah membahas tentang lelaki, karena Alin memang agaknya anti romantic. Sebut saja ia jomblo abadi, emang agak laen anak satu ini.

"Tungguin woy!"

Alin mulai memanjat pohon, ia sudah sangat ahli. Benar yang diucapkan Risa, Alin ini memang mirip monyet. Suka manjat pohon, terus gelantungan, kadang juga tidur sambil dengerin music. Orang-orang pasti lebih milih kasur daripada batang pohon, emang si Alin ini definisi manusia kera kali ya? Canda....

Tangannya dengan lihai mengambil mangga muda yang menggantung. Melihatnya saja sudah ngiler, pasti asem-asem seger ditambah sambel rujak. Mana mangganya gede-gede, sudah dipastikan suedeeep pooll.

"Sa, lo tangkep ya." Teriak Alin kepada risa yang menunggu di bawah.

"Siap boss!"

Satu persatu mangga yang dipetik Alin sudah aman dalam genggaman Risa. Namun agaknya, gadis itu kelimpungan dengan mangga-mangga yang mulai jatuh berguguran.

"Lin, pelan-pelan. Ini gue gak bisa nangkepnya, takut kena kepala orang anjir!"

"Santai, gabakal kok. Paling ngegelinding di tanah, lagian sepii. Murid-murid lagi jajan di kantin."

Tuk

Sebuah mangga tidak sengaja jatuh mengenai kepala seseorang. Risa yang melihatnya berteriak panik.

"Aww." Ringis orang itu

"Anjir lo lin, mangganya kena kepala orang. Apa gue bilang." Teriak Risa panik.

Orang itu menghampiri Risa, matanya menatap tajam seperti elang. Kedua alisnya tebal dengan hidung mancung, dan bibir yang tebal membuat wajahnya terlihat ssperti dewa yunani.

"A-anu sorry." Ujar risa gugup

"Suruh temen lo turun." Perintahnya dengan suara yang terkesan dingin.

Kisah Singkat TaennieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang