Glimpse of us (4)

1.1K 193 18
                                        

17.



17

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.













18.

Jean baru saja tiba di, indonesia. Sejujurnya, ia tidak ingin kembali kesini, dadanya sesak kala mengingat sosok gibran. Pria yang sukses menghancurkan dirinya. Ia, satu-satunya orang yang membuat jean benci akan cinta dan kasih sayang. Menurutnya itu hanya sebuah lelucon serta angan-angan saja.

Tapi, rasa sakit itu justru mengajarkannya banyak hal. Ia jadi lebih banyak berhati-hati pada orang lain, serta tidak mudah luluh hanya dengan omongan manis.

Egonya, harus ia kesampingkan lebih dulu. Tujuannya kemari untuk menyelesaikan kerja sama dengan yurita, mantan ibu mertuanya. Hubungan keduanya baik-baik saja, bahkan sampai saat ini jean masih memanggilnya dengan sebutan bunda. Tidak ada yang berubah, hanya statusnya saja.

"ibun, kita mau ketemu nenek ya?" tanya geo, bocah itu sudah lebih dulu tahu menahu mengenai tujuan bundanya mengajak kemari.

Jean mengangguk, "iya, gapapa kan? Atau kamu diem aja di apartemen? Nanti ibun telpon aunty jola buat nemenin kalian."

"Gapapa,grandma pasti pengen ketemu sama kita. Lagian gak masalah kok, selagi gak ketemu papa." ujar geo sedikit berbisik di akhir kalimat. Ia hanya tak ingin,kedua adiknya mendengar apa yang ia lontarkan. Karena jika menyangkut sang papa, topik itu sering kali mengarah ke hal yang sensitif. Bahkan, ia sudah sering memperingatkan adik kembarnya untuk tidak menanyakan tentang gibran.

Kisah Singkat TaennieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang