Obsessed with you [I]

303 45 5
                                        

Clairéne Avyanna Ganapati pernah merasakan pahitnya ditolak cinta. Saat SMA, dengan nekat dan polos, ia menyatakan perasaannya kepada Rajendra Gauhar Alveric— siswa populer sekaligus sahabat kakaknya. Namun, Rajendra menolaknya mentah-mentah dengan alasan menyukai kakak Clairéne. Siang itu, tawa satu sekolah menggema karena aksi konyol Clairéne. Sejak saat itu, ia memutuskan pergi jauh. New Zealand menjadi pelariannya, tempat ia mengubur malu sekaligus membangun jati dirinya.

Tujuh tahun berlalu. Clairéne kembali ke tanah air, bukan lagi gadis SMA yang lugu, tapi seorang model papan atas internasional yang wajahnya menghiasi billboard besar di kota. Namanya harum, citranya tak tergantikan. Namun, hatinya masih menyimpan luka lama yang tak sepenuhnya sembuh.

Di sisi lain, Rajendra Gauhar Alveric menjelma menjadi CEO muda grup Alveric Corp. Perusahaan raksasa yang bergerak di bidang industri, infrastruktur, dan energi terbarukan. Dingin, penuh ambisi, tak kenal kompromi. Ia dikenal sebagai pria yang sulit ditaklukkan, baik dalam bisnis maupun urusan hati.

Namun, takdir kembali mempertemukan mereka.

Keluarga Ganapati dan keluarga Alveric menjalin kerja sama besar dalam proyek internasional. Semua berjalan mulus, sampai Rajendra mengajukan satu syarat tak terduga:

“Saya akan menandatangani kontrak, asal perjanjian ini diikat lewat pernikahan. Dengan salah satu putri— dari keluarga Ganapati.”

Keheningan panjang memenuhi ruangan rapat keluarga Ganapati. Semua mata menoleh pada Amara.

Gadis itu terdiam. Hatinya tercekat. Ia memandang Rajendra dengan marah.  Lelaki itu menoleh sekilas, senyum tipisnya menusuk seperti belati. Ini hal yang memalukan, seharusnya lelaki itu paham mengenai pertunangannya dengan keluarga Dewangga. Dan sebentar lagi, Amara akan menyandang status sebagai menantu keluarga Dewangga.

Suasana tegang. Baskara Ganapati duduk di kursi dengan wajah cemas. Rajendra duduk santai di seberang, menyilangkan kaki, jemarinya mengetuk meja kayu dengan ritme pelan.

“Rajendra…Amara sudah memiliki tunangan dan akan segera menikah. Situasi ini akan sangat memalukan, sekaligus menghancurkan hubungan antara Ganapati dan Dewangga yang telah terjalin selama berpuluh-puluh tahun. Mengapa kau tiba-tiba menginginkannya sekarang?” Baskara sebisa mungkin menahan emosinya. Menghadapi Rajendra memang sangat sulit, terlebih jika tuan muda itu sudah mengucapkan keinginannya yang diluar nalar.

Pikirannya tidak terbaca, wajahnya terkesan arogan, ucapannya seperti bom waktu— bisa meledak kapan saja dan menghancurkan lawan bicaranya.

Rajendra tersenyum miring. “Ah… Tuan Ganapati, Saya tidak peduli dengan hal itu. Pikirkanlah jalan keluar yang baik, jika kau menolak, maka proyek itu lenyap. Keluargamu akan rugi besar, bahkan citra Ganapati yang digung-agungkan selama puluhan tahun akan hancur.”

Baskara terbelalak, “Bagaimana mungkin aku memutuskannya—"

“Itu urusan Anda.” Rajendra menyela terlebih dahulu. Lelaki itu bangkit dan melangkah pergi dari ruang keluarga Ganapati.

Baskara memijat pelipisnya yang terasa begitu pening. Amara hanya menunduk tanpa berkomentar. Perempuan berusia 24 tahun itu bergegas pergi menuju kamarnya.

Keluarga Ganapati seolah kehilangan harapan. Keputusan yang harus Baskara pilih menjepitnya. Citra Ganapati atau masa depan putri sulungnya—Amara.

--------------------

Baskara menatap rumah Ganapati yang menjulang tinggi. Asisten pribadi Rajendra sudah membukakan pintu mobil seraya membungkuk sopan. Rajendra tersenyum tipis lalu masuk ke dalam mobil. Asisten pribadinya sudah hapal betul, dengan tabiat tuan muda dari keluarga Alveric itu. Jika ia menginginkan sesuatu, maka hal itu tidak dapat dilepaskannya dengan mudah. Walaupun, segala cara licik dan curang harus digunakan.

Kisah Singkat TaennieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang