"Aduh zah, ada laki-laki yang nyariin kamu didepan." ujar lila dengan nafas yang tersenggal-senggal, ia begitu panik saat ada laki-laki yang mencari sahabatnya.
"Salam dulu lila." tegur zahrin lembut
"Afwan,Assalamu'alaikum"
Zahrin tersenyum, "Wa'alaikum salam"
"Sekarang tarik nafas dulu dan tenang, baru ngomong. Jangan tergesa-gesa. " sarannya yang langsung dilakukan oleh lila.
"Jadi gini, tadi ada laki-laki yang nyariin kamu. Itu juga aku tau dari kang ilham, di amanahin buat sampein ke kamu." terang lila yang ditatap bingung oleh zahrin.
"Nyariin aku buat apa li?"
"Aku juga gatau zah, tapi kayaknya penting. Coba tanya pak kyai aja."
Zahrin merogoh ponselnya,yang berada di dalam kantung gamis yang menjuntai indah itu. Di tekannya satu persatu huruf,sehingga terangkai menjadi sebuah kata dan pertanyaan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku izin pamit ya li, mau ke ruangan abi." lila mengangguk tanda setuju.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
Zahrin sudah berada tepat di depan pintu ruangan abi nya, setelah dirinya mendapat info bahwa umi dan abangnya sudah pergi terlebih dahulu. Setelah mendapat titipan, dari salah satu anak santri untuk mendatangi ruangan sang pak kyai.
Dengan ragu, perempuan cantik itu mengetuk pintu,tak lupa disertai dengan salam. Ini adalah salah satu kewajiban dan peraturan, yang diterapkan dalam keluarganya serta pondok pesantren yang didirikan oleh kakeknya itu.
"Wa'alaikum salam, buka nak." jawab sang abi dari dalam
"Bismillah"
Pintu terbuka, menampilkan persepsi keluarganya serta satu laki-laki yang mungkin dibicarakan oleh lila. Keduanya segera menundukan pandangan, sangat tahu betul bahwasannya bertatapan dengan lawan jenis itu hukumnya adalah zina.
Sang umi tersenyum kecil melihat pemandangan itu, segera dituntunnya zahrin untuk duduk. Tentu dengan jarak yang jauh dari jangkauan lelaki itu.
"Alhamdulillah semuanya sudah berkumpul, afwan sebelumnya apa maksud kedatangan antum ke sini untuk menjumpai putri saya? Ana sendiri heran, ada laki-laki yang berani mencari putri saya." ujar kyai yusuf
Lelaki itu tersenyum singkat sebelum memulai pembicaraan, "Afwan jiddan pak kyai, kedatangan saya yang mendadak ini membuat semuanya terkejut.Terlebih saya langsung memusatkan tujuan saya kemari ini,untuk bertemu dengan putri pak kyai. Niat saya disini untuk ibadah, sekiranya jika pak kyia mengizinkan saya untuk menjadikan zahrin sebagai istri saya apa itu diperkenankan?" ujarnya begitu tenang dan lembut