Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aluna menghembuskan nafasnya kasar, sudah terhitung ini hari ke-12. Tepat, dengan apa yang telah ia janjikan kepada orang itu sebagai imbalan. Tidak ingin ambil pusing, gadis dengan bermata kucing itu segera mengambil tas dan kunci mobilnya. Sebelum berangkat, ia sudah mengetik pesan pada Revano. Untung saja pria itu tidak menolak, ya meskipun ada sedikit paksaan darinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
18.
Aluna sudah duduk di kursi yang telah tersedia di cafe itu. Dia juga memesan minuman untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Sudah 2 menit berlalu, Revano tak kunjung datang. Keringat dingin terus mengalir di pelipisnya, beberapa kali Aluna menghembuskan nafas gusar disertai dengan tangan yang terus menggam erat ujung bajunya.
Ting!
Bunyi bel cafe terdengar diiringi dengan pintu yang mulai terbuka, di sana berdiri Revano dengan senyuman di wajahnya saat melihat presensi dirinya. Aluna membalas senyum Revano, walaupun perasaannya mulai tidak karuan.
"Apa yang mau lo omongin ke gue?" tanya Revano sesudah mendudukkan dirinya berhadapan dengan Aluna.
Aluna menarik nafas sejenak, "Sebelumnya gue minta maaf, terserah lo mau gimana. Mah lo suruh gue jauhin lo juga gapapa. Gue nerima semua konsekuensinya."
Alis Revano terangkat, ada perasaan tak suka saat Aluna mengatakan hal itu.
"To the point aja, na." ujar Revano yang sudah mulai penasaran,sekaligus kesal dengan pernyataan yang dilontarkan sahabatnya itu.
"Gue suka sama lo.Ralat, ini bukan sekedar perasaan suka,tapi cinta.Gue tau ini salah, tapi mau gimana lagi semuanya udah terlanjur. Lo tau kan gak ada persahabatan yang murni antara perempuan dan laki-laki? Sekali lagi gue minta maaf udah lancang cinta sama lo, bahkan sampai harus mendem perasaan selama 6 tahun. Gak ada yang bisa gue lakuin, selain confess sama lo. Gue udah terlalu capek buat mendem semuanya, ditambah lo yang ternyata suka sama perempuan lain. Jujur,Van di sini gue udah nyerah sama perasaan gue sendiri. And sekarang gue serahin semuanya sama lo." jelas Aluna panjang lebar