Obsessed with you [II]

332 50 8
                                        

malah ketuker bubble chat nya, ini yang bener ya (。'▽'。)♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

malah ketuker bubble chat nya, ini yang bener ya (。'▽'。)♡

----------------------------

Pesawat baru saja mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Dari balik kaca hitam kacamata besarnya, Clairéne berjalan cepat melewati gate kedatangan internasional. Wajahnya tetap anggun, elegan, tapi tatapannya menyimpan api amarah.

Tidak ada flash kamera, wartawan ataupun fans yang mengerubungi nya. Kepulangannya ke tanah air begitu mendadak, sehingga tidak ada informasi mengenai kepulangannya.

Ia pulang bukan karena rindu. Ia pulang karena Rajendra, pria brengsek yang dengan seenaknya membuat kakaknya membatalkan pernikahan. Semua karena satu ucapan sinis yang dijatuhkan Rajendra atas keinginan konyolnya. Persetan dengan bisnis, lelaki itu telah merusak kehormatan keluarga Ganapati sekaligus menjatuhkan tunangan kakaknya.

Langkah kaki Clair berat, seakan setiap hentakan tumitnya adalah pelampiasan kesal yang tak bisa ia sembunyikan. Ponselnya berdering, layar menampilkan nama kakaknya. Clair menghela napas panjang sebelum mengangkat.

"Dek, lu gak usah mikirin masalah ini. Rajendra biar gue yang urus." Amara terdengar cemas. Dapat Clair dengar jika kakaknya itu berulang kali menghela napas kasar.

"Sama aja lu ngasih umpan. Fokus lu cuman mas Abi, badjingan itu biar gue yang urus." Clair mematikan sambungan teleponnya sebelum Amara mengomel.

Sementara itu, di sisi lain kota, sebuah ruang kerja mewah dengan jendela kaca tinggi menyuguhkan pemandangan Jakarta malam hari. Rajendra duduk bersandar di kursi kerjanya, menatap laporan dari pengawal bayangan yang setia melaporkan setiap gerakan Clair sejak di bandara.

"Tuan, Nona Clairéne sudah kembali. Ia dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Ganapati."

Rajendra tidak langsung menjawab. Ia hanya tersenyum tipis, mengangkat gelas kristal berisi scotch, memutar cairan keemasan itu dengan santai. Tatapannya tajam, penuh kepuasan.

"Bagus. Tetap awasi keamanannya."

Pengawal itu mengangguk sopan dan menghubungkan panggilan telepon, guna mengabarkan rekannya yang masih memantau keadaan Clairéne.

Rajendra berdiri, melangkah pelan ke arah jendela besar sembari menatap gemerlap lampu Jakarta dengan mata penuh rencana. Bibirnya melengkung dalam senyum tipis yang dingin.

"Akhirnya kau pulang juga, Clair. Dan kali ini... saya tidak akan membiarkanmu pergi lagi." Rajendra menggumam lirih.

Hatinya tenang, tapi pikirannya penuh strategi. Segala langkah licik yang ia lakukan sejak awal-menghancurkan pernikahan kakak Amara, membuat gadisnya kembali, menekan keluarga Ganapati dan membuatnya tunduk atas kekuasaannya.

-------------------------

Rumah Ganapati terbentang luas dan megah, namun malam itu suasananya terasa mencekam. Lampu-lampu di ruang tamu hanya menerangi sebagian area, menciptakan bayang-bayang panjang di dinding. Udara terasa dingin, seolah-olah ketegangan di dalam rumah telah menyerap semua kehangatan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Kisah Singkat TaennieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang