3. Basecamp (2)

9 2 0
                                        

Saat malam hari, Yuju mengajak teman-teman nya untuk menonton film. Kemudian mereka menyetujui ajakan Yuju untuk menonton film yang sedang trending di kota itu, kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang sederhana namun dapat membuat seseorang merasa bahagia.

"Hoamm."

"Pergilah tidur, wajah mu terlihat sangat mengantuk." Kata Hyuna kepada Saeyoung.

"Iya, aku akan segera tidur." Ujar Saeyoung, dia pun berdiri dan ingin berjalan. Namun, suara dari Xinn memberhentikan langkah kaki nya.

"Saeyoung, tunggu. Aku ikut ke kamar, aku ingin tidur juga." Ujar Xinn, mereka berdua pun saling berpegangan tangan untuk menuju ke kamar.

"Senang rasa nya melihat mereka akur setiap hari nya." Kata Yuju yang tersenyum setelah melihat kedua sosok yang lebih muda dari nya berjalan menuju kamar mereka dengan wajah mengantuk nya.

"Ya, kau benar." Balas Hyuna.

"Apakah kalian menyadari kalau pipi Saeyoung terlihat sedikit lebam? Awal nya aku mengira kalau pengelihatan ku salah." Tanya Sumin kepada teman-teman nya yang lain, Hyuna sontak langsung menoleh bersamaan dengan Yuju.

"Aku kira aku sedang berhalusinasi, namun ternyata kau juga melihat nya." Kata Yuju yang sedikit terkejut dengan pertanyaan dari Sumin.

"Aku melihat nya, namun tidak begitu jelas." sahut Hyuna.

Di saat yang lain terlihat kebingungan serta mengkhawatirkan keadaan Saeyoung, Nayoung pun mulai menjelaskan kejadian sebenar nya kepada mereka.

"Dia di bully, lagi." Jelas Nayoung yang baru saja kembali dari dapur, dia baru saja selesai membuat salad buah.

"Maksud mu? Mereka sering di bully?" Tanya Yuju dengan tatapan tidak percaya nya. Yuju mengetahui bahwa Xinn dan Saeyoung pernah di bully oleh teman sekelas nya, tetapi dia tidak mengetahui bahwa mereka berdua selalu di bully oleh teman sekelas nya.

"Mereka yang membully bernama Kyu Jinju dan Kim Lami." Jawab Nayoung.

"Woah, mereka membuat ku kesal." Sumin mulai terlihat kesal setelah mendengar kedua nama tersebut yang memang sering terlihat menindas seseorang yang tak bersalah.

"Biarkan saja." Ujar Nayoung.

"Kenapa kita harus diam?" Mendengar perkataan Nayoung yang telihat santai, membuat Hyuna kesal dengan sifat Nayoung.

Berbeda dengan Sumin, dia sangat mengetahui sifat teman nya tersebut. Bagi nya, tak mungkin jika Nayoung tak melakukan sesuatu jika melihat kasus seperti ini. Sumin berfikir kalau Nayoung pasti sudah memiliki sebuah rencana atau mungkin Nayoung sudah melakukan rencana nya?

"Biarkan, aku sudah menyuruh orang suruhan ku untuk menangani nya." Ujar Nayoung, dia memakan salad buah buatan nya dengan santai.

"What the f-" Kaget Hyuna.

"Kenapa?" Tanya Nayoung.

"Bukan kah ini terlalu berlebihan, Nayoung?" Tanya Yuju.

"Mereka pantas mendapat kan hukuman. Bila kalian mendengar apa yang anak itu katakan kepada Saeyoung dan Xinn mungkin kalian akan bertindak seperti ku." Jawab Nayoung dengan geram.

"Apa yang telah mereka katakan?" Tanya Sumin.

"Kalian dengarkan saja, aku benci jika aku harus mengatakan nya." Nayoung memberikan ponsel nya yang di dalam nya sudah terekam perkataan pembully itu kepada Saeyoung dan Xinn.

"Mereka sangat jahat." Sumin menghela nafas nya dengan wajah yang penuh amarah.

"Kenapa kau biarkan orang suruhan mu yang menangani nya?" Tanya Hyuna yang merasa tidak puas jika harus orang suruhan Nayoung yang membalas perbuatan pembully itu.

[1] STARLIGHT ; UNA STORIACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang