"kringgggg!!!"
"hmmm.." gumamku sambil merenggangkan badanku. lelah sekali badanku pagi ini, apa mungkin sebaiknya aku gak masuk aja ya?
Kemudian kepalaku menggeleng cepat,
Jangan vio.. Mungkin farel nanti masuk?
Ah, apa pedulinya kalo dia masuk.. Dia kan pura - pura tidak mengenalmu
Mungkin aja kemarin dia cuma bercanda, dan hari ini mau meminta maaf
Minta maaf?? Helloo!! Mana ada ice prince kayak dia minta maaf
"sudah hentikannnn!!!!" jeritku sambil mengacak - ngacak rambut karna hati dan otakku sedang beradu pendapat, "kamu kenapa vio?" tanya kak rio yang tiba - tiba masuk kekamar ku, "hmm Gak papa kak.. aku tadi ngigo" ucapku memberi alasan, "hufftt.. Untung kamu cuma ngigo, ayo mandi udah siang nih" ucap kak rio sambil mengacak - acak rambutku, "kakakkk!! Tuh kan rambutku jadi berantakan!!" jeritku histeris sambil memegang rambutku yang mirip singa, "hahaha makanya mandi sana" ucap kak rio lalu keluar dari kamarku, aku pun segera pergi mandi.
-----
"vio, tumben farel gak kerumah?" tanya kak rio sambil menyetir mobilnya, "ah elah kak.. Baru aja kemarin farel kerumah, itupun disuruh kak rio kan" ucapku datar, "disuruh? Tapi kakak gak nyuruh kok" bela kak rio sambil menyetir mobilnya, "beneran? Kata farel, kakak yang nyuruh" ucapku menyelidik, "sumpah deh vio, kakak gak nyuruh farel.. Punya kontaknya aja enggak" ucap kak rio.
Benarkah?
Terus dia ngejemput aku karna atas keinginannya sendiri?
Duhh kok hatiku jadi hangat ya?
"ciee yang blushing" goda kak rio sambil mencoel daguku, "beneran kak?" tanyaku malu sambil memegang pipiku yang mulai menghangat, sedangkan kak rio tertawa dengan renyahnya saat melihat sikapku.
-----
Saat aku masuk kedalam kelas, kulihat farel yang sedang duduk dibangkunya sambil membaca buku, "pagi rel" sapaku sambil tersenyum, "pagi" jawab farel dingin, aku pun membuang nafas kecewa lalu duduk disampingnya, "lu kok duduk disini?" tanya farel bingung, aku pun menaikan sebelah alisku sambil menatapnya heran, "bukannya kamu yang minta biar duduk semeja sama aku ya? Tapi kalau kamu gak mau terserah deh" ucapku yang sedikit kecewa karna pertanyaan farel tadi lalu berdiri hendak meninggalkannya.
tunggu!" ucap farel sambil menahan tanganku, "kenapa lagi?" tanyaku malas, "maaf, kamu boleh kok duduk disini" ucap farel datar, "gak papa, kalo kamunya keberatan aku gak masalah kok" ucapku lalu pergi meninggalkan farel.
Kenapa hatiku sakit?
Vio sadar!
Kamu yang membuatnya membencimu!
Tapi kenapa?
Kenapa farel membenciku?
Apa yang kuperbuat sehingga dia jadi membenciku?
Entah mengapa kakiku sudah berada di atap sekolah, terkadang aku suka kesini saat hatiku sedang terluka atau sedih. Aku pun duduk dan mengarahkan pandangan ke langit yang biru.
Ya tuhan.. Kenapa hatiku sakit?
Apa benar aku menyukai farel?
Tapi mengapa harus disaat seperti ini?
Tak terasa air mataku jatuh perlahan sebelum akhirnya menjadi deras. tiba - tiba ada yang mengelap air mataku dari samping, aku pun langsung menengok kesamping dan kemudian mendapati farel yang tersenyum manis sambil mengelap air mataku.
"please jangan nangis vio, maafin gw ya" ucap farel sambil mengusap air mataku,
Benarkah ini farel? Atau aku hanya bermimpi?
"it's real vio" ucap farel tersenyum seakan dapat membaca isi fikiranku, "tapi.. Tapi kenapa? Kenapa kamu pura - pura gak kenal aku?" tanyaku kecewa, farel pun menatapku dalam lalu membuang mukanya, "agar kamu sadar" ucap farel termenung, aku hanya terdiam dan menatapnya heran.
"gw sebenarnya.." ucap farel lalu membuang nafasnya, "gw sebenarnya suka sama lu vio" ucap farel dan dipipinya terlihat semburat merah yang membuat wajahnya makin imut, aku pun terpana mendengarnya.
Benarkah farel menyukaiku?
Kenapa tiba - tiba perutku mendadak mual ya?
Apa ini artinya aku juga merasakan hal yang sama seperti farel?
Entah mengapa pipiku dan hatiku tiba - tiba menghangat, "jadi.. Jadi lu mau gak jadi pacar gw?" tanya farel lalu menatapku dalam.
Ya tuhan.. Kenapa kepalaku sakit lagi?
Please jangan kambuh disaat seperti ini
Tiba - tiba pandanganku buram dan semuanya menjadi gelap, aku pun sayup - sayup mendengar farel memanggil namaku.
Apa ini udah saatnya?

KAMU SEDANG MEMBACA
Because of you
Teen Fictioncinta satu kata yang harus aku jauhi aku tak ingin merasakan yang namanya cinta tapi kenapa? kenapa kamu membuatku jadi merasakan yang namanya cinta? -Viola- cinta satu kata yang kubenci satu kata yang bisa membuat kita hancur, patah hati, dan mengo...