AYAH KANDUNG?

595 63 1
                                        






Ceklek





Wonyoung dan Haruto menoleh ke arah pintu ruangan Wonyoung saat itu, Dan ternyata adalah Dokter Jisoo dengan Wajah senyum nya yang terlihat cantik.

"Dok, Ini Wony kapan Boleh pulang nya ya? Wony udah ga kenapa napa soalnya" Tanya Wonyoung menatap Dokter Jisoo.

"Nanti sore kamu udah boleh pulang kok, Tapi istirahat di rumah ya. Fisik kamu itu gampang cape makanya harus banyak istirahat" Ucap Dokter Jisoo sekaligus memberi masukan pada Wonyoung.

"Oke Dokter cantik makasih ya"

"Sama² Wonyoung" Dokter Jisoo tersenyum.

"Yaudah saya cuma mau mengecek keadaan kamu saja, kalo gitu saya permisi" Pamit Dokter Jisoo.

"Makasih ya dok" Ucap Haruto Ramah.

"Dokter Jisoo cantik banget deh, Jadi insekyur" Gumam Wonyoung menatap kosong pandangan ke depan.

"Heh! Lo juga cantik kali!" Balas Haruto geram.

"Hehe"

...

"Ayy ih jangan ngambek gitu dong" Ucap Doyoung sambil memajukan bibirnya.

Jadi Doyoung, Jeongwoo, Dan Junghwan mereka bertiga sedang aja di kelas Wonyoung. Doyoung merasa sangat bersalah pada Yujin karena tadi sempat membentak gadis itu, Tapi emang Doyoung nggak suka kalo pacar nya itu kasar makanya tanpa berfikir panjang Doyoung langsung mencegah Yujin untuk menampar Sullyoon.

Liz, Yuna, Jeongwoo, Dan Junghwan tidak mempedulikan kedua nya karena Liz duduk dengan Yuna di depan meja Yujin mereka sedang berbincang sesuatu Dan two J itu siapa lagi kalo bukan Jeongwoo dan Junghwan mereka ikut bermain dengan anak kelas Wonyoung lebih tepatnya ngerusuh sih.

"Yujin sumpah aku minta maaf aku ga tau kalo Wonyoung di bully sama Sullyoon beneran deh" Mohon Doyoung yang kini lelaki itu duduk di samping Yujin Yap di bangku Wonyoung.

"Kalo ga tau jangan so tau!" Balas Yujin ketus Tanpa mau menatap wajah Doyoung.

Jleb.


Memang benar apa yang di Ucap Yujin kalo Doyoung lebih cepat bertindak sebelum menanyakan nya.

"Ya kali aku diem aja liat kamu mau nampar orang, Yang ada kamu nanti kena masalah" Tutur Doyoung.

"Ya tapi gara² dia Wonyoung sampe masuk rumah sakit tau ga!"

"Dan kamu ga tau kan betapa penting nya Wonyoung buat aku! Dia itu udah kaya sodara buat aku!" Lanjut Yujin penuh emosi.

"Kalo sampe dia kenapa napa aku bakal benci banget sama diri aku karena ga bisa jaga sahabat sendiri....." Ucap nya memelan dengan air mata yang sudah perlahan turun.




Grep

Doyoung membawa Yujin ke dalam dekapan nya untuk menenangkan gadis itu.

"Lain kali aku ga bakal gitu, Aku minta maaf" Ucap Doyoung sambil mengelus rambut Yujin.

"Aku cuma ga mau Wonyoung kenapa napa hiks" Isak Yujin sambil menyandarkan kepalanya di dada milik Doyoung.

Liz dan Yuna yang mendengar isakan itu langsung menoleh ke belakang.

"Heh! Lo apain Yujin sampe nangis begini!" Tanya Liz sedikit nggak santai.

"Udah Liz biarin aja itu urusan mereka, Kita ga usah ikut campur" Ucap Yuna menasihatkan.

"Awas Lo nyakitin sahabat gue!" Ancam Liz dengan menatap tajam Doyoung.

Di detik berikutnya Liz dan Yuna keluar kelas menuju kantin karena Haus.

"Bacot, Dasar Mak lampir!" Cibir Doyoung ketika Liz dan Yuna sudah mulai menjauh.

"Kasar!" Tegur Yujin yang masih menyandarkan kepalanya di dada Doyoung.

Doyoung menangkup Wajah Yujin yang habis menangis itu.
"Jangan nangis, Tadi Haruto Chat gue katanya Wonyoung sore ini udah boleh pulang"

"Serius?!" Antusias Yujin.

Doyoung mencubit hidung Yujin pelan, Karena ia tak tahan melihat wajah Yujin yang sangat lucu sehabis menangis.

"Iya, Makanya gausah sedih lagi"

"Hm"

"Jin?" Yujin pun kembali menoleh ke arah Doyoung.





Cup

"HEH MAU JINA JANGAN DI KELAS WOI!"






...

Susah pukul 16.00 Sore sekarang Dan itu artinya Wonyoung sudah di perbolehkan untuk pulang, Tadi nya Haruto menyuruh Wonyoung untuk naik kursi roda saja Tapi jelas Wonyoung menolak karena yang sakit kepala nya bukan kaki nya ia tidak mau, selagi masih bisa jalan di tambah dia malu juga kalo sampe harus naik kursi roda, Memang Haruto sangat mengkhawatirkan Wonyoung ia takut ada luka lain selain kepala nya.

"Gue gendong aja sini" Tawar Haruto pada Wonyoung.

"Ga ih! Wony masih bisa jalan juga, Lagian Wony ga kenapa napa Ruto" Tolak gadis itu.

"Takut kepala Lo masih pusing nanti"

"Udah ga begitu pusing kok"

"Yakin? Awas kalo nanti Lo minta gendong gue ga bakalan mau" Ucap Haruto sedikit ketus.

"Wony bisa minta bantuan Sunghoon" Balas Wonyoung dengan santai.

"Kaki Sunghoon gue copotin"

"Psikopat banget!"

"Biarin"

Mereka berjalan di lorong Rumah sakit dan tidak sengaja bertemu dengan Dokter Jisoo yang lagi jalan bersama dengan seorang laki² mungkin suami nya?.

"Dokter Jisoo!" Panggil Wonyoung, dokter Jisoo pun menoleh dan lelaki yang ada di samping nya juga ikut menoleh.

"Dokter Makasih ya udah rawat Wonyoung" Ucap Wonyoung berterima kasih.

"Sama² lagian itu memang sudah jadi tugas saya untuk merawat pasien saya" Balas Dokter Jisoo ramah.

"Emm Dokter udah mau pulang?" Tanya Wonyoung.

"Iya, Karena pekerjaan saya emang cuma sampe Sore. Kalo malem ada Dokter lain" Wonyoung nya ngangguk² aja.

"Oh iya kelain ini suami saya namanya Baekhyun" Ucap Dokter Jisoo sambil mengalungkan tangannya di lengan Baekhyun.

"Salam kenal om hehe" Baekhyun hanya membalas nya dengan senyuman.

"Yaudah kalo gitu kami duluan ya, Wonyoung kamu lain kali hati² ya jangan sampai kejadian itu terulang lagi" Ucap Dokter Jisoo.

"Siap!"

Dokter Jisoo dan suami nya itu langsung melanjutkan langkah nya.

"Ganteng juga ya suami nya Dokter Jisoo" Gumam Wonyoung yang bisa di dengar oleh Haruto.

"Jaga mata! Centil banget Lo"

"Gitu aja cemburu!"

"Dih Geer, Siapa juga yang cemburu" Emang ga cemburu cuma panas aja haha.






"Dia tadi pasien kamu?" Tanya Baekhyun ketika di dalam mobil.

"Iya, kesian dia jadi korban bullying" Ucap Jisoo juga merasa sedih.

"Namanya Siapa?"

"Wonyoung"

'Kenapa gadis itu mirip dengan mantan istri Ku, Taeyeon?' Batin Baekhyun sambil mengendarai mobil nya.



Maaf Klo updet nya lama Bru sempet soalnya🙏

Yg penasaran mampir ke crita gue yg sebelah ya.

SEKALIAN VOTE NYA JANGAN LUPA, MAKASIHHH PARA READERS😣😣❤️

POSSESIF BOYFIE! {Wonruto}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang