Ayu yang tersadar langsung mendorong suaminya, agar menjauh, lalu dia pun berbalik meringkuk dan menangis.
Tyo kaget ada rasa kecewa tapi dilihatnya Ayu yang langsung memunggunginya, terlihat dia menangis.
"Kamu kenapa"?
Ayu tidak mau menjawab dia masih menangis memunggungi suaminya.
Dia kemudian bangun terduduk membuka ponselnya, ingin menunjukkan bukti chat dari Mayang , berserta Akun fake yang dia skrinsot ayu melemparkan ponsel ke suaminya, yah itu tidak sopan tapi dia lakukan karena sudah terlanjur sakit hati.
Tyo mengambilnya dan melihat isi ponsel tersebut, ada chat dari Mayang dan akun Sosial Medianya terpajang profil dia dengan Mayang.
Dan isinya foto mereka berdua saat jalan-jalan dan saat tidur bersama.
Sebenarnya dia sudah tau kalau Ayu mengetahui rahasia ini, tapi memang dia belum bisa untuk menjelaskannya, diapun menyadari kalau dia bersalah, lalu berusaha menjelaskan semuanya apa yang terjadi selama dikalimantan dan kenapa sampai bisa Mayang mengejarnya ke jawa.
Ayu masih terdiam tidak peduli dengan penjelasan Tyo, dia sudah terlanjur sakit hati kenapa setelah semua terjadi baru ada penjelasan, kemana pikirannya selama ini.
"Kita pisah saja, talak aku"!
"Apa maksudmu? Tidak akan pernah"
"Maksudmu apa"?
"Aku tidak akan melepaskanmu"
"Kamu sadar dengan omonganmu"?
"Kalau kamu pisah denganku, bagaimana cara menghidupi dirimu sendiri? Sudah siap hidup sendiri? Yang jelas anak-anak akan aku bawa bersamaku" tukasnya dengan penuh penekanan.
Aku tidak habis pikir dengan pikiran lelaki jahat ini, bagaimana mungkin dia bisa memisahkan anak-anak dari ibunya.
Tega sekali dia membuatku terjebak dalam situasi yang menyakitnya ini.
"Kamu nikahi saja Mayang, tinggalin aku, gak apa-apa aku iklas, biarkan anak-anak bersamaku" tambahku lirih
Biarpun hatiku sakit aku masih harus tetap tegar, aku sampai berani meminta Mas Tyo untuk meninggalkanku.
"Tidak akan "!!!
"Kalau begitu tinggalkan dia" sambungku.
"Itu, juga tidak bisa" jawabnya
"Kamu gila ya Mas, kalau mau sama dia silahkan tapi biarkan aku pergi, lepaskan aku, manusia macam apa kamu itu"
Teriakku dengan terisak tidak mempercayai akan hal ini.
Tyo mendatangi Ayu ingin memeluk menenangkan wanita itu, tetapi Ayu menghindar, menghempaskan tangan Tyo.
"Aku benci manusia sepertimu" !!
Ayu tidak tahan bila bicara dengan Tyo dia memilih pergi dari kamarnya dan memilih ke kamar anak- anak untuk tidur bersama mereka.
Tidak ada senyuman ceria lagi dirumah itu, Tyo pun juga seolah mulai berubah dia hanya dekat dengan anak-anak saja.
Tidak ada perhatian lagi dan rayuan-rayuan gombal sama Ayu, kadang sesekali meminta Ayu untuk menjaga kesehatan tubuhnya.
Sebenarnya apa yang membuat dia berat meninggalkan Mayang? Meninggalkan wanita simpanannya itu, bahkan untuk memilih meninggalkan Ayu juga tidak mau.
Keharmoisan Rumah Tangga seakan memudar, entah apa yang ada di otak manusia seperti Tyo Ahmadi itu. Dia begitu egois dan arogan, harusnya kalau sudah tidak suka dan tidak cinta bisa saja dia pergi atau menceraikan Ayu dan mengembalikanya pulang kerumah orangtuanya baik-baik tapi itu tidak dia lakukan.
Ayu semakin drop kesehatannya memikirkan keadaan Rumah Tangganya, 2 minggu dia bedrest susah makan dan minum, sulit tidur tidak bisa melakukan aktivitas apa-apa, cuman murung dan hanya dikamar saja sesekali anak -anak menengoknya untuk sekedar tidur siang bareng.
Ya yang mereka tahu Mamanya sedang sakit.
Untung ada Buk Par yang selalu ada menemani, membantu Ayu.
Setiap pagi datang dengan membawa sayuran dan lauk pauk untuk dimasak, Tyo sudah tau kalo isterinya pasti akan marah dan malas untuk melayani bahkan untuk memasak makananpun.
Dia memberikan uang kepada Buk Par untuk memasak apa saja kesukaan Ayu dan anak- anak, dia mempercayakan nya pada Buk Par.
Tyo sebenarnya juga kangen masakan Ayu tapi wanita itu tengah marah kepadanya, kadang dia terpaksa makan diluar bersama anak- anak, Buk Par hanya masak saat pagi saja. Malam Tyo bisa membuat masakan sederhana yang penting stok bahan makan dan jajan untuk anak-anak sudah tersedia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Salahkah aku ???
Cinta21+ Dewasa. Bijaklah dalam membaca. "Kebimbangan terbesar dalam hidupku adalah ketika harus memilih, Memilih untuk bersabar atau sadar dalam dilema yang besar" Ayu Wulansari.
