Sepuluh

550 14 1
                                        

Sudah hampir Dua bulan Ayu dikampung halaman.
Meninggalkan rumahnya yang ada di Malang, dia hanya ingin menenangkan diri pulang kerumah orangtuanya.
Keputusannya membuat seluruh anggota keluarganya kaget ya memang Rumah Tangga yang dikira Adem Ayem ternyata menyimpan duka yang dalam.
Keluarganya sekarang juga sudah bisa menerima keputusan yang diambil Ayu.
Ayu pun juga tidak ingin lama-lama dikampung karena Rara harus melanjutkan sekolah dan dia pun harus melanjutkan hidupnya entah bagaimana caranya dia pikirkan nanti, masih ada tabungan dari mantan suaminya dan uang dia sendiri, mungkin dia akan membuka bisnis lagi entah apa belum terpikirkan, apalagi dengan status dia yang sekarang menjadi single parent, tidak mudah memang tapi keputusan itu yang dia ambil.
Itu berarti dia harus ekstra bekerja keras untuk meningkatkan penghasilannya.

Hari ini dia memutuskan untuk pulang ke Malang.
Sebenarnya dia masih kangen dengan ibunya tapi dia harus juga memikirkan sekolah Rara.
Ya Rara dan Alfat ikut dengan Ayu, hak asuh anak-anak  menjadi miliknya.
Keluarga Tyo sangat baik berbeda jauh sekali dengannya Tyo.
Ibunya sebenarnya juga masih kangen Ayu dan anak-anak , beliaupun diajak Ayu untuk ke Malang sempat  menolak alasannya karena rumah tidak ada yang menunggu, tetapi Ayu berusaha tetap merayu ibunya agar mau diajak ke Malang barang seminggu 2 minggu.
Akhirnya ibunya pun mau ikut ke Malang.
Biar sementara ada temannya, lagipula pasti ibu juga masih pengen bareng cucu-cucunya.
Karena anak-anak yang lainnya pun agak jauh tempat tinggalnya dan hanya sempat menengok setiap beberapa hari sekali.
Dari situ Ayu sebenarnya pengen ibunya tinggal ikut bersamanya tapi ibunya kekeh tidak mau.
Dan sekarang ibunya mau diajaknya untuk beberapa hari di Malang.
Ayu pun bergegas menghubungi travel.

Sesampainnya di Malang, mereka pun bergegas masuk rumah tak disangka ibunya rumah Ayu terlihat bersih. Tidak seperti rumah yang dikosongkan yang penuh debu.
Iya karena selama ditinggal Bu Par yang membersihkan seminggu dua kali.
Bu Par ditelpon Ayu mengabarkan kalau dia sudah kembali kerumahnya.
Sudah beberapa hari ini Ayu masih bingung memikirkan mau usaha apa, selain bisnis online nya, dia bilang sama ibunya apakah buka catering saja atau membuka toko pakaian dalam kebutuhan wanita.
Selama ini dia jualan dirumah walaupun produknya dikenal teman-temannya dan sekitar nya tapi dia belum bisa membuat toko sendiri, tokonya cuman dari ponsel kalau ada yang beli bisa dikirimkan lewat ekspedisu dan bisa kerumah. Seandainya bisa dikembangkan itu juga membutuhkan tempat yang strategis dan sudah pasti membutuhkan biaya lagi.
Memang iya kalau hidup sendiri itu harus berkembang.
Tidak seperti dulu waktu bersama Tyo bahkan untuk bermimpi pun dia susah karena semuanya serba dibatasi ingin begini ingin begitu suaminya tidak pernah mendukung. Yah jadilah isteri yang sholehah dan penurut untuk suami.
Tapi ternyata jadi isteri yang sholehah dan penurut pun tidak cukup bagi seorang suami yang tidak pernah bersyukur untuk memilikinya.
Kebetualan Ayu pintar memasak dia sempat kepikiran mau membuka catering, dulu sempat jualan juga tapi belum aktiv ibu belum bisa memberikan saran untukku.
Yang di pikiran ibu hanyalah ingin anakknya maju tidak terpuruk dengan keadaan.
Bisa mandiri karena ibu tau sekarang Ayu harus berjuang sendiri. Pasti berat dan ibu selalu menguatkanku.
Beliau memberi saran kalau Ayu ada modal supaya beternak saja, bisa beternak Kambing dahulu atau Ayam biar diurus dikampung sama pamannya, masalah tempat nanti ibu yang memberikan ada tanah kosong milik ibu dikampung bisa dibangun untuk pembuatan kandangnya. Disamping itu setiap hari paman ada kesibukan memberi makan dan membersihkan kandang, otomatis datang kerumah biar selalu bisa menengok ibu.

Saran ibu bagus juga toh, kalaupun aku tidak bisa mengelola ada paman dan ibu, aku masih bingung entah bagaimana hasilnya tapi yang kulihat tetanggaku Pak Slamet itu juga sukses jadi peternak Sapi.
Ada lagi Pak Kormen peternak kambing.
Pak Agus peternak Ayam. Tapi itu semua kan butuh modal dan mental yang kuat  juga tidak mudah menjalaninya.
Rata-rata yang menjalankan usaha Peternakan ini kebanyakan lelaki yaah yang mempunyai mental baja, mereka jatuh dan terbangun lagi, jatuh dan bangun sudah biasa.
Tapi barangakali siapa tau Ayu  juga bisa seperti mereka.

Salahkah aku ???Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang