Jangan lupa tinggalkan jejak yah. Happy reading
💗💗
"Woooww... aku memang tidak pernah meragukan keindahan tubuhmu Lex."
Alexa berbalik, ia menyipitkan mata menatap Albert tidak suka, tanggapan Albert yang terlalu berlebihan membuatnya kesal. Alexa masih ingat betul ketika pagi tadi Albert memarahinya bahkan tidak bicara sama sekali padanya sampai sore, lalu tiba-tiba ia memaksa Alexa memakai gaun yang dipesannya dari sebuah butik ternama.
Gaun itu sangat indah, dan tentu saja mahal mengingat betapa lembut dan nyaman bahan yang digunakan. Tapi yang membuat Alexa kesal adalah sampai beberapa saat lalu Albert masih mendiamkannya dan kini pria itu tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya dan berteriak seenaknya.
"Kenapa? Kau luar biasa Lex."
"Dari pada kau berdiri memandangiku seperti orang bodoh, lebih baik kau membantuku mamasangkan baju sialan ini," Alexa berbalik, memunggungi Albert yang kini sudah melangkah ke arahnya. Albert mengelus punggu mulus Alexa, lalu mendaratkan ciumannya di bahu wanita itu, "Albert!"
Albert terkekeh melihat wajah Alexa yang memerah. Menggoda Alexa memang selalu membuatnya bersemangat, "Oke Lex... oke," dengan gerakan pelan Albert menaikkan resleting gaun yang dikenakan Alexa malam itu. Albert tersenyum melihat tubuh Alexa. Wanita itu sangat cantik dengan mini dress berwarna merah yang panjangnya berada di bawah lutut. Leher baju berpotongan rendah memperlihatkan sebagian dada indahnya.
Alexa menatap dirinya di cermin dengan pandangan tidak percaya. Gaun itu melekat pas di tubuhnya, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sempurna, "Apa menurutmu gaun ini tidak terlalu berlebihan? Apa sebaiknya aku memakai pakaian biasa saja? Toh hanya makan malam kan?" tanyanya menyuarakan keraguan yang sempat dirasakannya. Ia takut keluarga Albert menilainya tidak baik nantinya.
"Tentu saja tidak. Jangan bayangkan makan malam seperti biasa yang kita lakukan. Ketika grandpa meminta semua keluarga datang, terlebih dalam rangka ulang tahunnya aku yakin ini bukanlah makan malam biasa, karena itu kau harus memakai pakaian yang akan menunjang penampilanmu. Mereka harus tahu betapa cantik wanita pilihanku ini dan kita akan membuat mereka terpesona dengan kehadiran kita... terutama padamu."
Melihat bagaimana Albert berusaha membuatnya tampil memukau malam ini, Alexa tahu tidak mudah menaklukkan keluarga Albert. Alexa tahu bahwa orang kaya memang kebanyakan sulit di dekati., tapi Alexa tidak akan menyerah. Mereka sudah di sini dan ia tidak akan mengecewakan Albert.
"Baiklah, kalau begitu mari kita bertemu keluargamu. Selesaikan semuanya lalu kembali ke Barcelona, aku sudah tidak betah berada di kota ini, apalagi berurusan dengan semua keluargamu yang kaya raya itu."
Albert mengangguk. Ia meraih tangan Alexa dan mengaitkan dengan tangannya, "Mari kita tunjukkan pada mereka, kalau mereka tidak bisa mengaturku lagi."
****
Nicholas keluar dari mobil hitam miliknya, lalu berjalan ke arah pintu lainnya, membukakan pintu untuk Clara. Ia tidak memungkiri malam itu Clara memang terlihat sangat cantik, dengan gaun berwarna biru, berpotongan dada rendah yang menunjukkan betapa indah dan sempurna tubuhnya.
Yah... wanita itu memang selalu terlihat mempesona setiap saat, membuat semua orang sulit untuk mengabaikannya begitu saja. Dan Nicholas tidak memungkiri malam ini, Clara memang terlihat semakin cantik dengan rambut pirang panjangnya yang di biarkan tergerai.
"Terima kasih, sayang," Clara mengaitkan tanganya di lengan Nicholas lalu melangkah dengan anggun di samping pria itu. Clara begitu percaya diri dengan penampilannya malam ini. Ia sudah menyiapkan semuanya dengan sangat matang. Ia ingin menunjukkan pada semua anggota keluarga Turner, khususnya keluarga Nicholas bahwa dirinya pantas menjadi salah satu bagian dari keluarga mereka.
Tepat seperti yang diharapkan Clara, begitu mereka memasuki ruang keluarga, semua anggota keluarga Turner langsung menatapnya dengan pandangan kagum. Meskipun Clara sudah sering mendapatkan tatapan seperti itu, tapi tentu saja ia paling menyukai tatapan penuh kekaguman yang kini diperlihatkan keluarga Turner padanya. Rasanya lebih menyenangkan dan membanggakan dari pada ketika menerima penghargaan untuk karirnya selama ini.
"Kau cantik sekali Clara," Isabella Turner langsung menyuarakan kekagumannya melihat Clara yang datang bersama Nicholas malam itu. "Dan lihat pangeran tampan di sampingmu, aku tidak menyangka ia akan datang bersamamu," cibirnya.
Clara menatap Nicholas dan kembali tersenyum dengan manisnya. Dan ya... Clara juga tidak menyangka, "Nicholas menjemputku, Bella dan aku sangat senang karena itu."
"Iya, kalian memang pasangan serasi," Elizabeth Turner yang baru kembali dari dapur setelah memastikan para pelayan menyiapkan semuanya langsung memeluk Clara erat. Ia memang menyukai Clara, orang tua mana yang tidak menyukai wanita secantik dan sepintar Clara? Dan ia bangga, setidaknya Nicholas memilih wanita yang tepat dengannya.
"Thanks mommy," Clara membalas pelukan hangat Elizabeth, "Di mana daddy? Kenapa aku tidak melihatnya?" Clara memang memanggil orang tua Nicholas dengan panggilan tersebut atas permintaan Elizabeth, tentu saja tanpa di minta pun ia akan melakukannya dengan senang hati.
"Tadi masih di kamar karena ada beberapa hal yang harus dikerjakannya lebih dulu."
Clara mengangguk, lalu berjalan menghampiri Peter yang tengah berjalan memasuki ruang keluarga, "Selamat malam grandpa," Clara langsung mencium kedua pipi Peter. Pria itu tersenyum melihat kedatangan Nicholas dan Clara malam itu, "Aku minta maaf karena semalam tidak sempat datang karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan," ucapnya penuh sesal. Clara mengambil semua kotak kecil dari dalam tas mahalnya. "Aku membelikan ini untuk grandpa, semoga grandpa menyukainya. Happy birthday grandpa," lalu Clara kembali memberikan sebuah kecupan di kedua pipi Peter.
"Terima kasih sayang, tapi kau tidak perlu repot-repot dengan memberikanku hadiah. Melihat kau datang dengan Nicholas sudah membuatku sangat senang."
"Tentu saja grandpa. Suatu kehormatan untukku bisa diundang makan malam bersama keluarga ini," Clara menjawab dengan elegan. Tentu saja kehormatan besar baginya, karena di depannya kini sudah ada keluarga Nicholas yang jauh-jauh datang dari Swiss dan dari yang di dengarnya Albert, sepupu Nicholas yang selama ini tidak pernah pulang juga akan hadir malam ini. Itu membuatnya benar-benar tidak sabar menunggu untuk bertemu dengan semua keluarga besar Nicholas.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita ke ruang makan saja. Aku tidak yakin Albert akan datang kalau kalian bermaksud menunggunya saat ini," Jeslyn ibu Albert yang sejak tadi diam bersuara. Wanita itu terlihat cantik, tentu saja, tapi Clara sedikit tidak menyukai cara berpakaiannya yang terlihat berlebihan, berbeda dengan Elizabeth yang terlihat jauh lebih sopan.
Peter menatap Jeslyn dengan tatapan tajam, ia hendak bersuara ketika suara lain lebih dulu mendahuluinya hingga membuat semua orang yang ada menoleh pada pria yang kini terlihat berjalan bersama seoarang wanita cantik di sampingnya.
"Apa kehadiranku benar-benar tidak diharapkan di sini sampai kalian menatapku dengan pandangan terkejut seperti itu?" ucap Albert begitu sampai di tengah ruang keluarga, lalu dengan senyum di wajahnya ia mengalihkan pandangan pada Peter yang menatapnya tidak suka, "Selamat malam grandpa, terimakasih atas undangan makan malamnya."
💗💗
25092022
