Malam mulai berlarut, Hujan pun tidak berhenti mereda. Ucup dan Nandu pun terpaksa menginap malam ini di kamarku. Waktu ku terjeda beberapa menit melihat kecoa yang terbang melintas dihadapan kedua mataku. Spontan Aku berteriak di malam yang sudah larut itu.
Sial! mengapa Kecoa ini terbang melintas dihadapan kedua mataku, Ini hewan paling aneh yang Aku lihat selama aku tinggal di Bumi. "Gerutuku seraya meloncat ke atas dan kebawah ketika Kecoa itu melintas di hadapanku.
Akhirnya di malam itu terfikir olehku untuk membuat sebuah lirik lagu yang mengartikan, Seseorang yang sedang menunggu dengan jangka waktu yang lama, tetapi harus pupus harapan nya tidak menjadi kenyataan.
Mungkin akan kumulai dari kalimat, "Sampai kapan Aku menunggu. "Berfikir mencari kalimat yang lain. "Ini sepertinya bagus, "Membuatmu membuka ruang isi hatimu. "Seraya menggenggam pensil lalu melanjutkan menulis. "Ingin ku ungkapan rasa yang ada. "Menyanyikan seraya mencari cari nada yang pas.
Tepat jam sepuluh malam, Hujan benar benar berhenti. meninggalkan sepuluh persen air, sembilan puluh persen kenangan. Evellyn dan Melvina berpamitan kepada Pelayan Kafe Kenangan yang telah memperbolehkan nya berteduh di tempat itu.
Kami berdua ingin berterima kasih kepada Mba yang telah memperbolehkan kami berteduh disini seraya menunggu Hujan benar benar reda. "Ucap Evellyn kepada Pelayan Kafe. "Ini ada sedikit uang tambahan buat mba, tolong diterima ya. "Lanjut Evellyn seraya memberinya.
Aku memang tidak salah memilih sahabat sepertimu. "Melvina berjalan menghampiri Evellyn seraya memeluknya erat erat. "Aku juga sama hal nya denganmu. "Jawab Evellyn singkat. "Ya ampun non ini terlalu banyak. "Sela Pelayan Kafe.
Melvina dan Evellyn akhirnya bergegas berjalan menuju pintu kafe yang terbuat dari bahan Aluminium, sementara Westafel Jendela nya yang dihiasi Wall Sticker bertuliskan Kenangan Coffee Shop.
Malam semakin larut, Sebaiknya kamu menginap saja dirumahku Vell. "Ujar Melvina. "Apa tidak merepotkan? "Jawab Evellyn. "Tidak kok, Bunda pasti akan senang. "Jawab Melvina seraya meyakinkan Evellyn. "Aku malah khawatir jika kamu pulang menyetir sendirian. "Lalu melanjut.
Bagaimana lagi ya lirik lagu nya? Sama sekali tidak mendapat ide. "Gumamku dalam hati. "Awas ya akan kubalas kekalahanku, lihat saja. "Ucup mengigo di sela tidurnya. "Dasar Ucup, Setelah bermain PlayStation saja sampai terbawa mimpi. "Gelengku. "Sementara Nandu mendengkur dengan keras.
Melvina sedang menunduk menatap ponsel Evellyn yang sedang ada dalam genggaman nya ketika suara Evellyn mengagetkan nya. "Ada yang menelpon ya Mel?"
Melvina mendongkak dan menampilkan senyum yang menjadi ciri khas nya. "Donal," Sahutnya. "Maaf tadi aku yang jawab, tapi sudah kukatakan padanya bahwa kamu sedang ke toilet tadi."
Evellyn duduk dan menerima ponsel yang disodorkan oleh Melvina. Donal menelpon? Apa terjadi sesuatu ya? "Mel aku keluar sebentar ya? "Kata Evellyn kepada Melvina. Kemudian Evellyn keluar menuju sofa yang ada di ruang tamu.
Evellyn menekan nomor telepon Donal dan menempelkan ponsel nya ke telinga. Evellyn masih menunggu telepon yang tidak kunjung di angkat. Kemana Donal? Apa dia sudah tidur?
Donal sudah tidur di malam yang larut itu, ponsel nya berbunyi berdering selama lima kali, Ia terlalu pulas dan tidak mendengar ponsel nya berdering.
Sudah kucoba selama lima kali lebih, namun dia tidak mengangkatnya. "Celoteh Evellyn.
Cuaca mulai dingin di malam yang larut itu, Evellyn masuk kembali ke kamar Melvina. Sebelum menyusul Melvina tidur, Evellyn membuka Buku Diary yang selalu Ia bawa dan mengabadikan setiap moment penting dalam hidupnya.
"Dikamar ini, tepat pukul dua puluh tiga, dibawah lampu lentera malam. Kutulis banyak kisah yang terjadi sampai detik ini. Mungkin akan aku mulai dari pertemuanku dengan Donal.
Itu terjadi di pagi hari, membuat moodku berantakan di hari itu. Bayangkan saja Pria aneh itu menendang botol minuman Air Mineral bekas yang mendarat di ujung kepalaku. Setelah kejadian itu, Aku bergegas menghampirinya memaki maki pria aneh itu.
Bukan nya benci hingga detik ini, Dia malah semakin menjadi mengejarku. Kejadian selanjutnya terjadi pada hari ulang tahunku yang lampau, lelaki aneh itu memberi hadiah Jam Tangan Hello Kitty untuku.
Moodku sedang kacau saat itu, hadiah yang bersusah payah dia belikan malah kubuang ke selokan. Aku merasa sangat berdosa hingga sekarang.
Ya benar kata Melvina, lelaki pertama yang sejauh ini berhasil mendekatiku sepertinya Donal selama aku hidup. entah kenapa aku sedikit mulai menyukainya. "Lalu melanjut.
Evell menutup buku diary nya dan menyimpan kembali di dalam tas yang Ia bawa. Memejamkan matanya, membayangkan fikiran nya untuk Nyonya Fania seseorang yang sangat Evell rindukan.
"Andai mama disini, pasti banyak yang ingin Evell ceritakan ma, tapi Evell yakin kok mama pasti liat dari kejauhan sana.
****

KAMU SEDANG MEMBACA
MY EVELL
RomanceDesember beberapa tahun yang lalu adalah alasan yang mungkin aku benar benar menutup rapat sebuah peti yang didalamnya terdapat berbagai kisah kenangan tentangmu. Mungkin kalau di artikan kedalam bentuk Ice cream, terdapat banyak sekali varian nya...