Amir menendang ember berisi air pel saking emosinya karena dia harus di hukum oleh Bu Jenab untuk membersihkan toilet siswa bersama Rasya.
Rasya berdiri dari duduknya yang tengah mengelap dinding keramik toilet tersebut. "Kamu kenapa, Mir?"
"Kesel gua! Gua tuh gak suka di hukum-hukum kayak gini!"
"Ya kalo gak mau dihukum, jangan bikin kesalahan lah, Mir" Rasya berkata lembut dan hati-hati.
"Bacot lu!" tukas Amir sambil duduk di atas meja wastafel.
Rasya terus melanjutkan pekerjaannya. "Kalo kamu gak mau kerja, biar aku aja yang kerjain. Gapapa"
"Bagus deh" jawab Amir.
Tak lama kemudian dua orang junior datang memasuki toilet tersebut.
Amir langsung melotot, "Woy!!!"
Kedua junior itu langsung menundukkan kepalanya.
"Lo gak liat ini lagi dibersihin??? Bego!" teriak Amir.
"Maaf, kak!" jawab salah seorang junior tersebut.
"Maaf, maaf!"
"Amiiir... gapapa kok" tukas Rasya. Lalu dia beralih pada dua junior tersebut, "Kalo kalian mau pake toiletnya, pake aja"
"Gada gada gada! Lu berdua, mendingan sekarang beliin kita minum! Nutrisari pake susu! Cepet!" Amir memberikan uang senilai lima puluh ribu ke arah junior tersebut.
Junior-junior itupun turut mengiyakan permintaan Amir.
"Amir, jangan begitu. Kasian kan mereka" tutur Rasya.
"Lo bisa diem gak?" cetus Amir, geram.
Rasya menunduk, dia pun tak berani pada Amir.
Tak lama kemudian Farrel datang memasuki toilet dan terkesiap melihat Amir juga Rasya disana.
"Acaaa??" panggil Farrel.
Rasya berdiri pelan dari berjongkoknya.
"Lo kok... bersihin toilet? Oiya, lo baik-baik aja kan?" tanya Farrel, mengingat kemarin ia meninggalkan Rasya dengan Bapak tirinya yang jahat.
"Aku baik-baik aja kok, El" jawab Rasya.
Amir memperhatikan ketegangan di raut wajah Rasya.
"Terus ini? Kenapa?" tanya Farrel mempertanyakan keadaan.
"Oh, aku tadi-"
"Dia telat, abis itu dihukum sama Bu Jenab" potong Amir.
"Lo ngapain disini?" tanya Farrel pada Amir.
"Gue juga dihukum lah!"
"Lo telat juga emang?"
"Yoi"
"Terus kenapa lo cuma diem aja? Kenapa cuma Aca yang bersihin toilet? Lo gak ikut bantuin?" tanya Farrel panjang lebar.
"Gue capek!"
"Gak bisa gitu dong! Lo kan juga terlambat! Lo juga kena hukuman. Masa Aca sendiri yang mesti ngerjain ini semua?" Farrel mencoba protes.
"Gapapa kok Rel, aku biasa ngerjain ini semua" jawab Rasya.
"Tuh! Anaknya aja gak ngapa-ngapa! Kenapa lu yang sewot dah!" tukas Amir.
Farrel memicingkan tatapannya pada Amir. Lalu dia geleng-geleng kepala. "Sini, Ca! Gue bantuin! Ambil pelnya sini! Susah kalo kerja bareng anak mami!"
"Dih" Amir bergidik.
"Udah, Ael mending masuk kelas aja. Ini juga bukan hukuman buat Ael kan. Tapi buat Aca" jawab Rasya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFTER ON YOU (END 18+)
Fiksi RemajaWARNING : LGBT CONTENT 18+ HOMOPHOBIC BETTER READ ANOTHER STORY "Nakal dulu, baru jadi polisi" - Farel Abdul Fatturachman, 2016 Farrel adalah cowok flamboyan, idaman para gadis di SMA Bakti Perwira. Lelaki bergigi gingsul imut itu cukup populer di s...
