Kinar yang masih belum melupakan cinta pertamanya sedangkan dibelakang ada orang yang berjuang untuk mendapatkan hatinya.
" Aku selalu menhabiskan waktu sama Azza , dia selalu nurutin dan sempatin waktu buat aku tapi kenapa aku belum bisa lupain Bia...
" Kamu suka sama mbak Kunti ya ?" Ucap Kinar tiba tiba membicarakan Kunti
" Hah kok Kunti ?"
" Itu katamu mustahil bisa aja kan kamu suka sama Kunti cuman gabisa karena terhalang alam " ucap Kinar.
Azza tertawa kenapa Kinar bisa serandom ini " kamu baca buku novel apa si kok bisa pikirannya random gini hahahahaha " ucap azza yang menutup mulutnya agar tidak tertawa terlalu keras.
Kinar melihat azza yang tertawa gini ada rasa senang juga karena ia memang jarang melihat azza tersenyum , pernah cuman jarang kalau liat azza tertawa juga jarang.
Jadi ia pengen melihat senyum dan tawanya azza.
" Ngapain liatin aku ?" Azza menyadari jika Kinar lagi tersenyum ke arah dirinya.
" Kamu kalau senyum sama tertawa gini makin cantik gemesin lucu jadi satu " Ucap kinar
Deg
Apa Kinar barusaja menggodanya ?
"Aku suka lihat kamu yang gini bukan liat azza yang jarang senyum " ucap Kinar
Azza memberhentikan tawanya " ya kamu pikirannya random banget , udah ngantuk ya ?"
Kinar menggeleng " aku gak ngantuk za"
Azza mengangguk " oke maksud mustahil tuh bukan aku suka sama Kunti ya ,maksudnya tuh orang yang aku sukai suka sama orang lain " ucap azza
" Azza kamu kok gak pernah cerita soal ini aku bisa bantu kamu buat ini , kamu suka sama siapa za?" Ucap Kinar ia merasa ngang ngong jadi sahabatnya azza karena gatau siapa orang yang disukai azza.
hah yakali gue ngomong suka sama lo wkwk -batinnya
Azza menggeleng " bukan masalah penting kok udah lupain aja " ucap Azza
" Tapi aku pengen tau orang yang kamu sukai " ucap Kinar kecewa.
Azza menepuk pundak gadis disebelahnya " kalau ada waktu aku bakal bilang Nar ,masih nunggu waktu yang tepat " ucap azza.
Kinar mengangguk " janji ya " Kinar menunjuk jari kelingking nya mengajak azza untuk berjanji.
Azza mengangguk dan mengeluarkan jari kelingking nya juga lalu dikaitkan dengan jari kelingking nya kinar.
" Janjii " ucapnya
Mereka banyak mengobrol tanpa mereka sadari martabaknya udah habis dan mereka juga mulai mengantuk.
" Za aku ngantuk tapi aku gamau balik ke rumah " ucap Kinar