Gadis ini tampak senang mengetahui sahabat nya sudah mengingatnya kembali.
Ia senang karena Kinar mengingatnya, Kinar sudah banyak berubah bukan seperti Kinar yang selalu bersikap manja ke dirinya.
" Azza " ucap kinar yang tangannya tidak bisa lepas dari genggaman azza.
Azza menoleh melihat Kinar yang menurut sangat cantik.
" Kamu tau darimana kalau aku punya hubungan sama bian ?" Ucap Kinar
Azza kembali memfokuskan diri untuk menyetir.
" Aku selalu mengikuti mu " ucap azza
" Hah ? "
" Aku melihat mu menangis di malam Sabtu saat dirimu pergi ke cafe dengan Bian , benar kan ?"
Kinar mengangguk " kenapa kamu mengikuti ?"
" Aku hanya ingin sahabatku baik baik saja dengan orang lain tapi dugaan ku salah ternyata bian tidak baik untukmu " ucap Azza.
" Aku senang melihatmu yang selalu tersenyum , melihat senyum mu membuatku cukup yakin kalau bian adalah orang yang baik yang bisa membuatmu nyaman " ucap azza.
" Aku merasa nyaman dekat dengan bian , dia selalu ada cara buat diriku tersenyum melupakan penatnya hari dan kini dirinya bukan lagi milikku " ucap Kinar menunduk .
" Bagus ,karena orang baik gak pantas bersanding dengan orang jahat " ucap azza.
" Aku masih belum bisa melupakannya meksipun aku tau dia sudah mengandeng tangan wanita lain " ucap Kinar.
Azza memarkirkan mobil didepan area rumah Kinar.
" Aku tau susah melupakan orang yang pernah singgah dihati mu tapi ada aku yang bisa menemani mu untuk melupakan dia " ucap azza lalu mengelus rambut Kinar yang sedikit berantakan dan mengeluarkan diri dari mobil untuk membuka kan pintu untuk Kinar.
" Sini tas mu " ucap azza yang ingin membawakan tas punya Kinar.
" Gausah za..."
Azza sudah lebih dulu menarik tas nya lalu mengandeng tangan dan
Menuntunnya masuk ke rumah.
" Kak Katrine " ucap Kinar lalu memeluk kakaknya.
Katrine pun membalas pelukan adiknya dan memeluk azza juga.
" Jadi sekarang udah berduaan terus nih " ucap katrine yang menyenggol lengan azza.
" Apaan dah kan kita emang berdua kak " ucap Kinar lalu menarik azza untuk pergi dari hadapan kakaknya.
" Kak , Nadya kemana ?"
Kinar berbalik karena merasa jika dirumah ini hanya ada kakaknya.
" Barusaja keluar sama temen temennya " ucap katrine
Kinar mengangguk paham lalu segera membantu azza membawakan tas nya.
Meowww
Suara matcha yang sedang turun , kucing itu menggesekan kepalanya ke arah kaki Kinar.
" Kayak nya matcha udah kangen banget sama kamu " ucap azza.
Kinar yang melihat itu langsung membawa matcha ke gendongannya.
" Matcha kangen ya uuuu " Kinar mengelus surau putih lembut matcha.
Azza langsung membuka pintu kamar Kinar dan meletakan tas Kinar di kursi yang ada disana.
" Kinar .... Aku langsung pulang ya karena mama tadi nelponin terus "
Kinar menganggu " iya salam buat mama ya "
KAMU SEDANG MEMBACA
KINARZA [Winrina]
Fiksi PenggemarKinar yang masih belum melupakan cinta pertamanya sedangkan dibelakang ada orang yang berjuang untuk mendapatkan hatinya. " Aku selalu menhabiskan waktu sama Azza , dia selalu nurutin dan sempatin waktu buat aku tapi kenapa aku belum bisa lupain Bia...
![KINARZA [Winrina]](https://img.wattpad.com/cover/322669791-64-k300462.jpg)