Kinara tidak bisa pergi ke kampus dulu karena dirinya masih sering pusing.
Tokk tokk
saat dirinya sedang menonton film kartun kesukaannya ada ketukan pintu membuatnya berdiri lalu membuka kan pintu.
" Kak gausah , biar aku aja yang bukain " ucap Nadya yang berlari lalu membuka kan pintu.
Kinar mengangguk dan pasti ia berpikir kalau itu teman Nadya.
" Lho kakk...." Ucap Nadya saat melihat siapa yang berada didepannya kini tapi dengan segera wanita ini menutup mulut Nadya.
" Jangan teriak dulu , oh iya jangan panggil kak panggil nama aja " ucap wanita ini yang berbisik bisik.
Nadya melepaskan tangan yang menutupi mulutnya.
" Ada apa emang "
" Kak Katrine udah bilang kan ?" Wanita ini bertanya dan Nadya paham apa yang dibicarakan kak Katrine tadi malam.
" Oke oke paham "
" Ya anggap kita jadi bestie " ucap Wanita yang bernama Azza.
Nadya menganguk lalu mempersilahkan Azza untuk masuk.
Kinar menoleh ke belakang melihat siapa teman Nadya yang berkunjung selagi ini.
Ia melihat wanita yang menurutnya tidak asing.
Azza melihat sekilas Kinar lalu mengalihkan pandangannya.
Kinar berjalan cepat dan menghalangi jalan mereka berdua.
Menurutnya wanita ini tau tentang dirinya sedangkan dirinya tidak tau wanita asing ini.
" kamu yang ada di cafe kemarin kan ?" Kinar menunjuk Azza tapi dengan segera Nadya menarik azza.
" Oh iya kak dia temenku kenalin dia Azza " ucap Nadya.
" Salam kenal saya Azza temannya Nadya " ucap Azza
Kinar terus melihat wanita didepannya kini membuat Nadya juga bingung dan menyenggol lengan Azza.
" Kak ada apa ?"
" Kemarin aku ketemu dia di cafe , dia kenal aku " ucap Kinar
" Oh iya kan aku sering cerita cerita ke Azza tentang kakak jadi wajar kalau dia tau kakak " ucap Nadya
Kinar menggeleng "tau tapi kenapa tau banget " ucap Kinar
Azza masih belum bisa menjawab ia lagi mencari alasan lain " kak udah ya jangan dicurigain temenku ,takut dia gak nyaman " ucap Nadya lalu mengajak Azza ke atas.
Nadya berbisik "ada apa dengan kemarin ?"
Azza menhela nafas " aku ketemu dia di cafe terus aku ngajak ngobrol " ucap Azza
" Dan dia bilang gitu karena aku ngomongin , orang kayak bian jangan ditangisi "
Nadya menepuk jidatnya " ya tapi gak harus ngomong tentang itu juga kali "
" Sorry aku gasuka kalau dia nangisin orang brensek kayak Bian " ucap Azza
" Pasti habis ini kak Kinar terus nanyain "
" Bantu cari alasan lain "
Nadya menggeleng " bilang aja kalau aku sering ceritain kak Kinar sama kak Bian ke temen-temen " ucap Nadya
Azza mengangguk " alasan yang cukup menyakinkan, oke makasii nad " ucap Azza senang lalu memeluk Nadya erat.
Kinar melihat mereka berdua dibalik pintu , ia merasa curiga dengan keberadaan Azza tapi karena melihat Nadya dan Azza yang berpelukan seperti teman pada umumnya membuatnya rasa curiganya hilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
KINARZA [Winrina]
FanficKinar yang masih belum melupakan cinta pertamanya sedangkan dibelakang ada orang yang berjuang untuk mendapatkan hatinya. " Aku selalu menhabiskan waktu sama Azza , dia selalu nurutin dan sempatin waktu buat aku tapi kenapa aku belum bisa lupain Bia...
![KINARZA [Winrina]](https://img.wattpad.com/cover/322669791-64-k300462.jpg)