Setelah mendapat kabar jika pesawat dari Amerika yang menuju ke Indonesia jatuh kedalam lautan Baru, Nata berubah menjadi pendiam lagi. Ditambah, sudah hampir 2 tahun Jaemin menghilang tanpa kabar.
Dibulan September nanti, Nata akan wisuda untuk S1 nya. Dia berharap jika Jaemin akan datang mendampinginya untuk melaksanakan wisuda. Nata sangat berharap akan hal itu. Semoga saja Tuhan mengabulkan harapannya.
Hari ini, Nata pergi ke kampus untuk konsultasi skripsinya dengan pak Moon. Jisung katanya tidak bisa hari ini, dikarenakan neneknya yang sakit. Jadilah dia pergi ke kampus sendirian.
Setelah selesai dengan urusannya, Nata dikejutkan dengan teriakan Vana. Cewek itu sepertinya sedang mencari seseorang.
“Nataaa!!!” Teriak Vana.
Nata yang sedang melamun, dia terkejut karena teriakan kencang Vana. Dia kemudian menoleh kearah sang empu.
“Ngapain lo teriak hah?” Tanya Nata.
Vana cengengesan. “Jisung mana?”
“Jisung jagain neneknya yang sakit.”
“Yahh, terus gue pulangnya gimana dong?” Keluh Vana.
“Emang kak Jeno kemana?” Tanya Nata.
“Ban mobil Jeno bocor, jadi dia gabisa jemput.”
“Terus Lele?” Tanya Nata lagi.
“Lele ada urusan ke China.”
“Yaudah, lo balik sama gue aja.” Ucap Nata. Dia tahu jika Vana ini anaknya gak biasa naik kendaraan umum, makanya dia menawarkan tebengan.
Seketika, mata Vana berbinar. “Wahh, beneran Nat? Gak ngerepotin 'kan?”
“Enggak sih, santai aja.” Jawab Nata.
“Makasih banyak Nat..”
“Sama-sama, yaudah naik!” Titah Nata.
Sebelum Vana naik keatas motornya, Nata mencegah cewek itu.
“Eh tunggu dulu, pake kemeja gue buat nutupin paha lo.” Nata menyerahkan kemeja miliknya.
Nata memberikan kemejanya kepada Vana karena cewek itu hanya memakai rok pendek diatas lutut.
“Hehe sorry ya Nat, kayaknya gue ngerepotin lo.” Balas Vana sembari menerima kemeja milik Nata.
Nata hanya tersenyum tipis. “Lo pake helm gue juga nih, biar pala lo aman..”
“Kalo gue pake, pala lo yang gak aman Nata.”
“Gapapa. Kalo lo lecet, nanti gue yang kena omel kak Jeno sama kak Jungwoo.” Ujar Nata.
“Yaudah deh, kalo lo maksa.” Vana akhirnya menerima helm yang Nata berikan.
Nata mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, dia tahu jika dia sedang membonceng gadis kalem dibelakangnya.
Di persimpangan jalan, tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang kearah motor Nata. Nata yang kebetulan sedang melamun, dia tidak sadar jika ada sebuah mobil didepannya.
Vana yang melihat itu? Dia panik dan memanggil nama Nata berkali-kali, tetapi tak kunjung mendapatkan sahutan.
“Nat..”
“Nataa, awas ada mobil didepan.”
“Nat..”
“NATAAA!!!”
Tepat saat itu juga, Nata tersadar dan langsung membanting stirnya hingga motornya oleng kesamping trotoar.
Nata meringis merasakan nyeri yang berasal dari kepalanya, ditambah dengan lengannya yang lecet karena tergores aspal.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAT-JAEMIN (NCT)☑
Novela Juvenil[𝗙𝗢𝗟𝗟𝗢𝗪+𝗩𝗢𝗧𝗘 𝗧𝗘𝗥𝗟𝗘𝗕𝗜𝗛 𝗗𝗔𝗛𝗨𝗟𝗨 𝗦𝗘𝗕𝗘𝗟𝗨𝗠 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗔𝗖𝗔] 𝐁𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐫𝐠𝐚𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐢𝐧, 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐝𝐢𝐡𝐚𝐫𝐠𝐚𝐢. Jung Jaenata merupakan cewek yang paling gedeg dengan m...
