bab 16(perjuangan yang tak menghianati hasil🍭)

8 3 0
                                        

"Besok udah penerimaan raport, hal yang paling ku benci" guman Ila sambil menatap bintang-bintang yang bersinar terang di kegelapan malam.

"Kapan yah bang Risky peka sama perasaan ku, sumpah capek kali kayak gini rasa nya

Ting

Suara notif pesan dari Ryan membuat Ila tersenyum kecut,

" kirain nya dari bang Risky " keluhannya sambil mulai membalas pesan dari Ryan

Si Tampan Ryan

P
P
P
Il, besok ambil kan yh raport ku

Alis Ila terangkat sebelah melihat nama kontak Ryan yang tiba-tiba berubah jadi si Tampan Ryan

"Ini pasti kerjaan anak si Maruli pas tadi ini" guman Ila, tebakan nya Ryan sendiri ini pasti yang mengganti nama kontak nya saat tadi meminjam henpon Ila sewaktu kerja kelompok.

Apa an?
Lh knp kok aku? Kw mw ke mna emg ny?

Besok aku mau pergi,
Ngawani opung ku berobat ke Medan.
Ga ada yang menjaga.

Oh iyh nanti tak bilang sama pak Her,
Eh tapi kan yang ngambil raport itu harus orang tua sih lek

Iyh mkanya itu lek aku minta tlng
Sama mmk mu yang ngambil kan,
Krn Bpk jg lgi g di rmh ini,
Minta tlng aku yh lek🥺🥺🥺

Iyh² nanti tak blng sama mmk ku,
Plus lh lek jgn pakek emot itu 😣

Usai membalas chat, ila memilih untuk mematikan saja henphone nya.

"Dingin kali" keluh nya mengusap lengan nya yang terasa dingin karena angin malam yang tertiup.

"Udah tau dingin kenapa kok malah di luar sih kak? " tanya seorang pria yang tiba-tiba datang dan langsung duduk di samping ila mengelus lembut kepala gadis itu.

"Ayah, udah pulang dari rumah om arif? "

"Kalau ayah udah di sini berarti udah pulang lh kak"

Ila cengegesan menanggapi ucapan ayah nya,

"Kenapa koo malah di teras? Kenapa ga masuk kan dingin kak nanti kau masuk angin"

"Gapapa Yah, tadi di dalam jaringan nya ngelek jadi ila keluar"

Sang ayah pun tak tega melihat putri nya kedinginan yang membuat nya langsung melepaskan jaket yang di pakai dan memakai kan pada putri nya.

"Yah kalau besok hasil yang ila dapat ga sesuai ekspetasi ayah sama mama".Ila tersenyum ke arah cinta pertama nya sebelum kembali berbicara " Ayah sama mama jangan marah sama ila yh, hmm ila iklas kalian mau apain ila tapi jangan marah yh sama ila"

Sang ayah tersenyum seraya mengelus lembut kepala anak nya "mau hasil nya gimanaa pun kami ga maslah asal kan kakak bahagia"

Ila tersenyum lalu memeluk ayah nya "makasih Yah, tapi ila bakal sedih ama kecewa kalau hasil nya ga sempurna, "

BEAUTIFUL MAN WITH A MANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang