Ila tersenyum puas melihat penampilan nya yang sudah perfect terlihat dari pantulan cermin tempat ia berdiri sekarang ini,
Dilihat jam yang berada di dinding kamar telah menunjukan pukul 06.30 membuat nya langsung saja menyambar tas ransel yang berada di meja belajar dengan buku yang sudah terroster di dalam nya
"Mamak nyayur apa? " tanya ila saat sudah duduk di meja makan
Sang mama pun menjawab sambil menuangkan susu untuk ketiga anak nya "kan bisa lihat sih kak ga usah harus tanya lagi"
Ila hanya cengegesan, "mak kereta ku kapan sih jadi nya? " tanya ila sambil mengambil sayur untuk di taruh ke piring nya
"Mama juga ga tahu kak kan mama udah ga pernah ke bengkel lagi coba kau tanya sama lek bajil mana tahu udah jadi, kan udah mama bayar lunas itu semua nya"
"Kek mana lah mak kadang tempat lek bajil rame kali di bengkel nya itu males kali aku jadi nya kalau mau mampir aku juga kadang kalau pulang lebih sering dari jalan pemotongan lebih cepat plus ga panas juga"
"Lebih cepat kau bilang tapi itu jalan nya sawit-sawit semuanya sepi juga bahaya untuk kau yang anak perempuan kata bude mu juga kalau anak tunas cabut sekolah orang itu pada ke Situ semuanya"
"Udah gapapa nya itu mak kan aku bisa bela diri"
"Endas mu kok ngomong wenak gitu, kau anak perempuan tenaga nya ga sebanding sama anak laki-laki sebisa apa pun kau bela diri pasti juga kalah karena di kroyok sama mereka kau itu anak perempuan mama satu² nya yang selalu mama jaga kau juga harus jaga diri baek², bang Hendra semalam ngomong sama mamak katanya kau ga pernah ikut silat lagi, kenapa kok ga ikut lagi kau? "
"Bukan ga ikut lagi ma cuman kan karena belakangan ini sering sibuk gara² ngurus OSIS jadi ga sempet lagi mau ke tempat silat nya bang Hendra"
"Jangan ga sempet² ilmu bela diri itu penting untuk kau jaga² kalau ada orang yang mau jahatin kau pas mama sama ayah ga ada, kau udah jadi keluar dari OSIS? "
"Udah mak semalam udah ku bilang sama ketua OSIS nya trus kata nya ketua OSIS juga mau di bilang sama pak tampu guru pembimbing OSIS nya"
"Mak oh mak mak"
"Apa sih ki mulut mu itu ga bisa apa ga teriak haa? Kebiasan kali ini rumah bukan hutan" omel sang mama lantaran adik ila yang baru saja datang sambil berteriak
"Itu wak Lina di depan mau nganter kan pesenan mama katanya" ucap Diki adik dari ila
"Ma minta" ucap ila saat mama nya yang baru ingin berjalan
Sang mama pun mengerti melihat anak gadis nya menadakan tangan ke arah nya "ambil itu di atas kulkas" ucap sang mama yang langsung pergi keluar
Mendengar hal itu ila tersenyum dan langsung ingin mengambil uang saku nya, namun di tahan oleh Diki adik nya itu "apa sih ki awas aku mau pigi sekolah"
"Tengok itu makan mu belum kau habis kan tak bilang kan kau sama mamak"
"Bilang kan Situ orang aku uda makan kok tadi sebelum kau datang dah awal lah sana"
Sesekali ila melihat pantulan wajah nya dari kaca spion motor scoopy yang ia kendarai saat ini,
Pergi sekolah kali ini ila terpaksa menggunakan motor scoopy milik mama nya lagi selagi menunggu motor nya yang sedang berobat di bengkel nya Lek bajil.
Karena masih jam segini ila pun membawa nya motor nya dengan kecepatan pelan saja supaya tidak terlalu cepat nanti nya sampai di sekolah.
Namun karena tiba-tiba saja ada motor KLX yang datang melancangi nya membuat ila menjadi kesal lantaran langsung menambah kecepatan gas nya supaya bisa mengejar motor KLX yang tadi itu,
KAMU SEDANG MEMBACA
BEAUTIFUL MAN WITH A MAN
RomansaHalo-halo guys... Okee disini tanpa berlama-lama lagi aku akan menyampaikan suatu hal kepada kalian semuaa. Sebuah larangan keras untuk tidak membaca novel ini!! Kenapa kok dilarang buat dibaca kk? Yess jawabannya adalah..... Novel ini struktur baha...
