bab 18(lembaran baru🍭)

9 4 0
                                        

Hari terus saja berjalan hingga bulan juga ikut berganti sehingga tak terasa dalam waktu beberapa jam lagi tahun juga akan ikut berganti,
Tak terasa jika nanti malam di jam 00.00 akan menjadi momen yang begitu di nantikan banyak orang dengan pergantian tanggal, bulan serta juga tahun.

Sebagian orang menyambut nya dengan tawa bahagia serta mengucapkan rasa syukur karena masih di berikan kesempatan hidup hingga tahun yang sudah berganti, sedang kan sebagian lagi juga ada yang bersedih karena merasa waktu yang begitu cepat berjalan nya.

"Ga terasa yh nanti malam tahun udah berganti ajh" guman ila seraya menopang dagu nya yang saat ini lakukan adalah berdiri di depan kaca memandangi dirinya sendiri

"Kalau gitu kapan yh bang Risky peka trus nembak aku, capek kali gini trus " keluh nya sambil membuka permen kopika untuk di makan

"Andai ajh ada keajaiban yang buat aku tau apa sih sebenernya isi hati nya bang Risky supaya aku ga terlalu berharap kali lama dia kayak gini kali, tapi tetep ajh kalau aku udah tau semuanya bakal buat aku sakit hati juga ujung-ujungnya kalau ternyata dihatinya bahkan ga ada sedikit pun rasa untuk aku"

Rana yang sedari tadi menunggu ila di ruang Tv bahkan gadis itu sambil memanggil nama ila agar cepat untuk bersiapp nya, namun karena kunjung tak ada jawaban membuat Rana kesal sampai mendatangi kamar nya ila dan ternyata yang ada membuat rasa kesal nya semakin bertambah karena di lihat nya ila malah justru tengah melamun di depan cermin.

"Nih anak sebenarnya kesurupan ga sih? Tapi masak iyh Kesurupan kan dia Sultan Agung dari semua persetanan" guman Rana yang mulai berjalan mendekati ila

Sentuhan yang di berikan Rana pada bahu ila membuat gadis itu kaget bahkan sampai ingin berteriak

"Woyy jangan teriak ini kakak, kayak sama siapa ajh lh kw , kw pikir nya aku penculik"

"Dari tampang nya sih seperti nya iyh" ucap ila dengan polos yang membuat Rana tersenyum semanis manis nya sambil mengelus pipi bakpao nya ila

"Perasaan udah mulai ga enak ini" keluh ila

"Dek kalau ngomong jangan lh gitu, mana mungkin lh tampang kakak mu yang cantik plus baek udah kayak utusan malaikat malah kau bilang penculik"

"Awsss iyh ampun woyy jangan kau cubit pipi ku" ringis ila

"Iyh kayak malaikat tapi malaikat Mikail" ucap ila dengan polos nya yang membuat Rana tersenyum kecut

"Iyh kan malaikat Mikail yang mau cabut nyawa mu" ucap Rana tanpa senyum yang membuat ila merinding melihat wajah kakak nya

"Dah lh ayok kak jan gitu merinding aku" ajak Ila yang sudah menarik Rana keluar

"Lh bisa merinding juga nya kau dek? Kirain nya ga bisa karena kan kw Sultan Agung persetanan"

"Sekate Kate kau kak"

Rana hanya terkekeh geli mendengar balasan ila.

Sesampainya di tempat tujuan kedua nya langsung di sambut dengan omelan dua kanjeng ratu nya masing-masing yang membuat mereka hanya diam tak berani menjawab karena di keramaian seperti ini takut di cap anak durhaka

"Udah lh ma jangan marah-marah lagi nanti cantik nya ilang loh" ucap Ila mengedip kan kedua mata nya berharap sang mama berhenti ngomel

"Kayak mana coba orang tua ga khawatir il Ran udah jam segini kalian baru sampai di telpon ga ada yang ngangkat di chat lagi ga ada pun kalian balas, kami khawatir kalau kalian kenapa-kenapa coba kalian bilang kalau kalian masih di rumah pasti kami ga terlalu khawatir kali kami khawatir kalau terjadi sesuatu sama kalian dua waktu di jalan" omel mama ila panjang lebar yang membuat kedua nya hanya menunduk

BEAUTIFUL MAN WITH A MANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang