"Tunggu bentar yh lek" ucap ila sebelum masuk ke dalam toilet
"Iyh tapi jangan lama-lama nanti di tinggal kita sama orang itu" ingat Fitri yang di jawab ila dengan anggukan dan acungan jempol sebelum masuk ke dalam.
Selesai buang air kecil ila langsung segera mencuci tangan nya di wastafel sambil berkaca pada cermin yang ada di dekat wastafel tersebut,
"Aku cantik juga yh" puji nya dengan pede sambil tersenyum bangga namun sesaat senyuman itu langsung memudar
"Tapi kenapa bang Risky kok tetep ga suka sama aku? Jujur aku ga butuh di cintai sama banyak orang mau pun itu dia nya modelan kayak song kang pun ga berarti sama aku toh kalau cowok yang ku cinta ga cinta nya sama aku, yang ku butuh kan cuman orang yang ku cinta juga cinta sama aku cukup cuman itu ajh" ucap ila pada dirinya sendiri
Karena merasa begitu gerah, gadis itu pun memilih untuk membasuh wajah nya dengan air yang mengalir pada keran wastafel,
Namun ketika merasa ada suatu hal yang ga beres ila langsung segera menatap wajah nya yang basah penuh air pada pantulan cermin, dengan gemetar tangan memegang darah yang keluar dari hidung nya.
"Kok bisa kayak gini? " tanya nya bingung
Karena merasa ketakutan ila langsung kembali membasuh wajah nya lagi dengan ahlihan darah nya bisa hilang namun yang ada malah justru darah itu semakin deras keluar membuat ila semakin panik.
"Gak gak ila gak boleh panik haus tenang okey, kita cari cara untuk ngatasin mimisan ini gak boleh panik" ucap ila menenangkan dirinya sendiri dengan menarik napas dalam-dalam,
Mata nya terus mendelisik ke penjuru toilet, untung nya saja keadaan di toilet saat ini sepi tak ada orang satu pun kecuali dirinya sendiri.
Ketika melihat sebuah tisu yang berada di wastafel membuat sebuah ide cemerlang muncul di kepala gadis itu,
Sementara di luar toilet Fitri sudah mondar-mandir sedari tadi karena merasa bosan menunggu sahabat nya itu yang tak kunjung keluar,
Lama kelamaan perasaan tak enak menyerang Fitri membuat gadis itu berpikir terjadi sesuatu hal yang tak menyenangkan pada sahabat nya itu hingga membuat nya sampai belum keluar.
"Il ila kau udah siap kan lek? Trus kenapa lama kali kau di dalam lek? Yang ngapain nya kau di dalam il? Ga tidur di dalam kau kan il? " teriak Fitri sambil menggedor gedor pintu.
Mendengar suara Fitri yang memanggil nama nya membuat ila semakin ketakutan, takut jika dia yang mimisan ketahuan oleh Fitri karena jujur kalau Fitri tau pasti nya nanti temen nya itu akan heboh dan memberi tahu ke semua orang, sedang kan ila tak mau hal itu terjadi apa lagi sampai orang tahu bagaimana keadaan nya saat ini.
"Il yang kau denger nya suara ku kan? Keluar cepat kau lek jangan lama-lama kau di dalam!!! "
"Ahhh anu apa lek fit? Iyh bentar lagi aku keluar ini sabar ini masih cuci muka bentar aku sabar lek" ucap ila berbohong
"Iyh tapi cepat lh lek jangan lama kau, ga kenapa-kenapa kau di dalam kan? "
"Eghh engga kok lek ga kenapaa-kenapa nya aku, jadi kau tenang ajh tunggu aku bentar lagi bentar ajh pun"
"Iyh lek cepat lh ku tunggu pun" ucap Fitri
Beberapa menit kemudian darah nya pun berhasil berhenti membuat ila bernapas lega, dengan cepat gadis itu langsung membasuh kembali wajah nya guna menghilang kan bekas darah yang masih ada,
"Kenapa kau gitu kali nengok nya? Tau nya lek cantik aku" ucap Ila dengan pede
"Mata kau lh il udah khawatir aku sama kau kenapaa-kenapa di dalam, malah kau keluar ngomong dengan kata pede nya" cibir Fitri yang membuat ila terkekeh geli
KAMU SEDANG MEMBACA
BEAUTIFUL MAN WITH A MAN
RomanceHalo-halo guys... Okee disini tanpa berlama-lama lagi aku akan menyampaikan suatu hal kepada kalian semuaa. Sebuah larangan keras untuk tidak membaca novel ini!! Kenapa kok dilarang buat dibaca kk? Yess jawabannya adalah..... Novel ini struktur baha...
