Seluruh pandangan mata menatap sinis ke arah ila yang tengah berjalan di koridor sehingga membuat gadis itu merasa begitu risih di tatap seperti itu.
Mulai dari parkiran hingga sekarang sampai di lantai dua kelas delapan semua pandangan tak luput dari dirinya hingga membuat ila risih sampai rasanya ingin mencungkil mata orang-orang yang menatap nya sedari tadi.
"Ngapain mata mu kayak gitu? Apa mau ku congkel sini" amuk Ila dengan wajah judes yang sudah siap untuk mencolok mata
Melihat hal itu dengan keringat dingin, Betrix serta juga Royan yang merupakan siswa kelas tujuh hanya bisa menggeleng kan kepala nya.
"Mau ngapain kelen??? "
"Anu itu kak" ucap Royan gemeteran
"Anu apa? Ngomong yang bener, trus itu juga kenpa kau gemeteran? Ga bakal pun ku hajar kau jadi ga usah takut" ucap ila yang malah justru membuat adik kelas nya itu semakin takut
"Itu kak kita mau permisi numpang lewat" tutur Betrix
"Oh numpang lewat nya, yh udah lewat ajh kok palah harus sampai ketakutan gitu kelen dua"
'Gimana ga takut coba orang di plototin sama muka judes nya kak ila ' ;batin Betrix
"Eh bentar dulu" ucap ila yang membuat kedua adik kelas nya itu langsung berhenti melangkah dan berbalik badan menatap nya
"I-iiyah kak"
"Kalian tadi habis dari mana? "
"Anu dari kantin kelas sembilan kak"
"Emang kantin kelas tujuh belum buka? "
"Belum kak, makanya kami ke kantin kelas sembilan"
"Owh gitu toh, yh udah sana kelen balik ke kelas kalian "
"I-iiyah kak, Anu tapi kak il" ucap Betrix yang membuat sebelah alis ila terangkat
"Ada apa Bet?"
"Tadi kita waktu di kantin sempet denger ada beberapa kakak kelas yang ngomongin tentang kakak" adu Royan
"Ngomongin aku? Emang mereka ngomongin tentang apa? " tanya ila yang sedikit penasaran
"Anu itu tapi kakak jangan marah ke kami, karena kami cuman nyampein ajh" pintah Betrix
"Iyh aku ga marah ke kalian kok jadi tenang ajh"
"Mereka bilang tadi katanya kakak kayak lont* karena udah berani deket-deket sama bang Risky sembilan satu"
Mendengar aduan dari dua adik kelas nya ini seketika membuat kedua tangan ila langsung mengepal, namun untuk mereda emosi nya ila memilih untuk memejamkan mata nya sesaat sebelum kembali menatap dua adik kelas nya itu dan memberikan senyuman kepada keduanya.
"Kakak kok senyum? Kakak ga marah di katain gitu sama mereka? " tanya Royan heran
"Tentu ajh marah dong tapi kan walaupun marah ga ada gunanya buat ladenin mereka, biar ajh situ mereka mau bilang apa toh juga malah semakin bagus bisa buat dosa kakak berkurang" kekeh ila
"Makasih yh adik-adik yang baik dan juga tampan karena udah ngasih tau ini, "
"Sama-sama Kak"
Setelah itu ila langsung melanjutkan kembali langkah nya untuk menuju ke kelas,
"Pantesan mereka tadi pada natap sinis ke aku, tapi heran dari mana mereka tahu kalau aku sama bang Risky lagi deket kan yang tahu tentang ini cuman kawan-kawan ku sama bang Radit doang ga ada lagi selain itu, " guman ila bingung.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEAUTIFUL MAN WITH A MAN
RomanceHalo-halo guys... Okee disini tanpa berlama-lama lagi aku akan menyampaikan suatu hal kepada kalian semuaa. Sebuah larangan keras untuk tidak membaca novel ini!! Kenapa kok dilarang buat dibaca kk? Yess jawabannya adalah..... Novel ini struktur baha...
