Haloo Holaa!
Akhirnyaa aku bisa update juga..
Selamat membaca..
Jangan lupa vote dan comment
Sankyuu❤️❤️
.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah dua tahun belakangan ini, Sakura disibukan dengan pekerjaan yang ada di rumah Sakit. Bahkan Sakura selalu rutin melakukan kunjungan ke panti asuhan atau panti jompo untuk sekedar memeriksa kesehatan para anak dan lansia.
Saat ini dirinya sedang melakukan rapat dengan para dokter dan perawat di rumah sakit Konoha. Topik pembahasan rapat kali ini adalah relawan yang dikirim untuk membantu desa-desa terpencil di Jepang.
Sialnya, Sakura diminta untuk menjadi relawan di salah satu desa terpencil dengan nama Desa Arumi. Desa itu berada di sebuah penggunungan.
"Dokter Haruno, saya berharap penuh kepada Anda." Ucap seorang pimpinan rumah sakit yang diketahui bernama Tsunade.
Sakura menganggukan kepalanya sebagai tanda siap untuk melakukan yang terbaik disana.
'Hanya satu bulan, Sakura.' batin gadis itu menyemangati dirinya sendiri.
🌸🌸🌸
Sakura turun dari sebuah bus, tangan kirinya membawa sebuah koper yang berukuran besar, sementara tangan kanannya membawa sebuah tas medis yang berukuran cukup besar.
Sakura saat ini mengenakan sebuah celana pendek diatas lutut yang dipadukan dengan kaos putih dan sebuah kemeja biru muda yang dibiarkan tidak dikancing.
Terminal tempat Sakura turun dari bus sangatlah sepi, tidak banyak yang melakukan aktivitas. Namun beruntungnya gadis itu karena dari pihak rumah sakit sudah mengakomodasi mobil untuk menuju desa.
Setelah menemukan mobil yang akan mengantarnya, Sakura bergegas untuk menaiki mobil tersebut.
"Biar, saya bantu." Tawar seorang pria yang terlihat berusia kepala empat.
"Arigatou."
Keduanya pun menaiki mobil bak yang terbuka.
Sepanjang perjalanan Sakura tak henti-hentinya berdecak kagum, pemandangan pagi itu sangatlah asri. Udara disana sangat sejuk, tanpa polusi seperti di kota Konoha. Meskipun jalanan Desa, namun jalanannya tergolong bagus dan tidak berlubang. Tapi jalanan ini tetaplah cukup berbahaya jika malam hari, karena sangat minim penerangan.
"Jii-san, bolehkah aku bertanya?" tanya gadis itu sambil menoleh ke arah pria yang duduk disebelahnya.
"Tentu saja, Haruno-san." Ucap pria itu dengan sopan tanpa mengalihkan pandangannya ke depan.
"Ah, jangan panggil Haruno. Jii-san bisa memanggilku Sakura saja."
Pria itu tertawa kecil, "Baiklah, Dokter Sakura."
Sakura merona, entah mengapa dia merasa tersanjung ketika ada yang memanggilnya dokter. "Apakah fasilitas kesehatan disini sangat kurang?" tanya Sakura
Pria itu menoleh sebentar ke arah Sakura kemudian kembali fokus ke depan, "Disini memang sangat minim fasilitas kesehatan. Bahkan rumah sakit terdekat pun berjarak satu jam. Tidak jauh dari terminal tadi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Taksa [SasuSaku]
FanfictionHaruno Sakura yang telah menyukai Uchiha Sasuke selama lebih dari 7 tahun. Namun, karena ketidakjelasan dari Sasuke membuat Sakura berusaha keras untuk melupakan perasaan itu. Benang merah yang mengikat keduanya membuat takdir selalu mempertemukan...
![Taksa [SasuSaku]](https://img.wattpad.com/cover/324315585-64-k772548.jpg)