Chapter 13 : Terungkap

469 55 3
                                        

Chapter 13 update!

.

Selamat membaca!

Jangan lupa vote!

.

.

.

.

.

.

.

.


Malam ini Sakura bertemu dengan Temari di café tempat biasa mereka berkumpul. Sayangnya Ino sedang ada urusan sehingga tidak dapat bergabung.

"Sial, apakah itu perlu, " gumam Temari sambil memikirkan sesuatu.

"Tidak tahukah dia tentang privasi?" lanjut Temari.

"Ada apa nee-san? Kau menggerutu seperti orang gila," Sakura menatap Temari dengan heran, pasalnya senpainya itu terus mengumpat entah pada siapa.

Temari menatap Sakura dengan pandangan bertanya, "Apakah aneh diusia kita menyimpan alat pengaman?"

Krikk.. krikk..

"A-apa maksudmu nee-san?" tanya Sakura sedikit terkejut.

"Kondom. Kau tau, tadi pagi ketika aku menabrak seseorang. Tasku terjatuh, begitupun barang-barangku, termasuk alat pengaman yang biasa aku bawa."

Sakura melotot kaget, "Kau gila?! Untuk apa membawa barang seperti itu!"

Temari mendelik sebal.

"Tidak usah terlalu polos di usiamu Sakura, kau bahkan tau aku dan Shika sering berhubungan," ucap Temari sambil memutar bola matanya.

Sakura menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian tertawa. "Lalu, apa yang terjadi?" tanya Sakura dengan nada penasaran

Temari berusaha mengingat kejadian yang menimpannya tadi pagi.

"Pria itu menghinaku dan berkata kehormatan wanita adalah yang utama."

Sakura tertawa mendengar penjelasan gadis bermarga Sabaku itu, "Itu sangat lucu nee-san, tapi pria itu tidak salah bukan? Bagaimana apakah dia tampan? Kau tahu, Shika-senpai menurutku terlalu menyebalkan bukan? Dia pemalas." Ucap Sakura sekaligus menghina kekasih Temari yang tak lain adalah senpainya sendiri.

"Astaga! Dia sama sekali tidak tampan, rambutnya yang hitam kecoklatan dengan kacamata hitam dan jaket yang hampir menutupi mulutnya. Dia terlihat seperti penguntit kau tahu! Dan yah, aku setuju denganmu tentang Shika,"

"Tapi meskipun begitu, aku sangat-sangat-sangat mencintainya." Sambung Temari

Kalimat terakhir dari Temari membuat Sakura memutar bola matanya bosan.

"Orang yang jatuh cinta menjadi buta." Hina Sakura

"Kau tidak punya kaca?" tanya Temari

Sakura tertawa, kemudian meneguk minuman miliknya.

"Sakura, ada yang ingin kau ceritakan? Kau datang kesini tidak hanya karena aku bilang bosan bukan?"

Sakura menatap Temari, kemudian terdiam.

"Ada apa?" tanya Temari lagi

Sakura menghela nafas lelah, "Aku tidak tahu. Akhir-akhir aku memikirkan sikap Sasuke yang tampak aneh, bukankah aku seharusnya tidak perlu memikirkannya lagi?"

Taksa [SasuSaku]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang