Chapter 10 : Perasaan yang tidak disadari

487 55 1
                                        

Holaaa!

Chapter 10 update!

Selamat membaca.

Jangan lupa untuk vote dan comment!

Sankyuuu ❤️❤️

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


Tampak seorang pria berambut nanas sedang mendorong troli belanja di sebuah supermarket, sementara gadis berkuncir empat itu tampak melihat-lihat barang yang dicarinya.

"Beli ini?" tanya Shikamaru sambil menunjukkan sebuah box mainan berisi robot

Temari mendengus, "Berhentilah membeli barang yang tidak berguna Shika." Omel gadis bermarga Sabaku itu membuat Shikamaru kembali menyimpan box mainan ketempatnya.

Kemudian mereka berdua melanjutkan untuk mencari makanan.

Shikamaru mengambil beberapa cemilan dan memasukannya kedalam troli, namun Temari mengambil cemilan itu dan menyimpannya dalam rak semula.

"Merepotkan, kenapa kau selalu menyimpan apa yang sudah aku ambil." Ucap Shikamaru malas

"Aku tau apa yang kau makan dan tidak nantinya." Ucap Temari tanpa menoleh ke arah Shikamaru dan tetap memilih sesuatu yang menjadi kebutuhan mereka saja.

Mereka memang belum menikah, namun tak jarang Temari mengunjungi apartemen Shikamaru.

Shikamaru hanya menatap Temari dari belakang dengan tatapan yang sulit di artikan.

Setelah mereka selesai berbelanja, keduanya menuju parkiran mobil dengan mendorong troli yang membawa beberapa kantong besar berisi makanan serta barang lain yang dibutuhkan.

"Hari ini akan makan apa?" tanya Shikamaru

"Hm, bulgogi?"

Shikamaru tersenyum, "Yes, mam."

Drrtt.. drrtt..

"Ya?"

" ... "

"Apa? Baiklah aku kesana."

Shikamaru memperhatikan wajah Temari yang tampak sedikit panik. "Ada apa?"

"Maaf, tapi aku harus pergi sekarang." Ucap Temari cepat

"Ada apa?" tanya Shikamaru lagi

Temari menggeleng, "Ini bukan apa-apa, aku akan meneleponmu nanti." Ucap Temari kemudian berjalan, namun lengannya ditahan oleh Shikamaru.

"Jika itu bukan apa-apa, beritahu aku." Ucap Shikamaru datar

"Tolong beritahu aku, Temari." Ucap Shikamaru lagi namun kali ini dengan suara yang lebih lembut

Temari menatap Shikamaru sejenak, kemudian tersenyum. "Nanti saja, aku akan meneleponmu lagi." Ucap Temari kemudian melepaskan tangannya dari Shikamaru dan melangkah pergi untuk menaiki taxi.

Shikamaru menatap kepergian Temari dengan tatapan yang sulit diartikan, namun secara diam-diam Shikamaru berniat untuk mengikuti kemana Temari pergi.

Shikamaru melihat gadisnya menaiki sebuah taxi, dan dengan perlahan mengikuti mobil itu.

Taksa [SasuSaku]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang