Hai semua masih menunggu cerita ini kah heheh semoga masih yah maaf lama up nya karna gw kadang mager hehe😊😊
Happy reading gaes
Sudah seminggu ini mereka tinggal di apartemen rea juga Zia dan rianty di boyong re keapartemennya buat tinggal bereng di sana apartemen re yang terbilang besar dan mewah sangat cukup lah buat mereka semua tinggal di sana.
Malam ini Zia rewel karna badanya panas Airin dari tadi tak bisa beranjak sedikit pun karna Zia tak mau di tinggal ingin di peluk terus.
"Zia bobo ya sayang."ucap Airin memeluk Zia dia mengusap punggungnya pelan tangan satunya mengusap kening Zia yang merasa pusing.
"Pusing..."rengek Zia
"Iya sayang makanya Zia bobo ya biar hilang pusingnya"ucap Airin lembut penuh kasih sayang
"Bunda jangan tinggalin Zia ya..!"
"Iya syang bunda disini sama Zia"
Airin menarik selimut buat menutupi tubuh mereka tanganya masih mengusap punggung zia memberikan kenyamanan agar bisa tidur, re baru masuk kamar Zia dia baru habis mandi karna pulang agak lama karna sibuk di kantor dia ngga tau kalau putrinya sakit karna Airin sengaja gak kasih kabar agar tak menganggu kerjaannya.
"Sudah tidur?"bisik re pelan
"Iya, baru aja dia sedikit demam bee.."ucap Airin pelan
"Kenapa kamu ngga kasih tau aku..?"jawab re dia menempelkan tangannya di kening Zia pelan dan benar sedikit hangat.
"Aku tau kamu sibuk bee ngga apa-apa kog ini cuma hangat aja badanya sudah aku panggil dokter tadi sore"
"Makasih ya kamu sudah mau jagain Zia dan sayang sama Zia"
"Kamu ngomong apa sih, ya jelas lah aku sayang sama dia masa aku cuma mau sama kamu aja."
"Iya deh... Muaah"ucap rea dia mencium kening Airin sekilas lalu dia berbaring di sebelah Zia jadi Posisi Zia di tengah mereka berdua.
"Kamu juga tidur pasti capek kan, kamu sudah makan bee..?"
"Sudah sayang, yuk kita tidur aja"
"Iya bee.."
Airin masih sempat nanyakan ree sudah makan belum biarpun tadi re pulang dia ngga nyambut dan ga bisa mengurus dia mau mandi karna Zia ngga mau lepas darinya.
"Night sayang"ucap re
"Night to bee.."
Tidur re menggenggam tangan Airin sedangkan Airin memeluk Zia dan juga membalas genggaman tangan re dia mulai menutup matanya karna dia juga merasa lelah dari sore mengurus Zia yang mendadak demam.
Tengah malam Zia bangun menangis lagi karna badanya merasa tak nyaman merasa pusing mual juga jadi ga bisa tidur.
"Hiks bunda pusing..."rengeknya
"Iya sayang sabar ya, Zia mau apa sekarang?"
"Gak bisa bobo"
"Ya sudah peluk bunda aja"
"Mau gendong.."
"Gendong?"
"Iya"
"Ya sudah sebentar bunda bangun dulu ya"
"Huum"
Airin turun dari tempat tidur dia membantu Zia duduk dengan pelan takut mengganggu tidurnya rea yang terlihat lelah dan pulas.
"Ayo sini..!"
Zia mengangkat kedua tangannya Airin menyambutnya dengan senyum di bibirnya dia tau Zia sudah mulai berat buat di gendong tapi tak apa lah semoga bisa tidur lagi nanti.
