10

109 17 3
                                        

Tak lama setelah itu, sekolah lawan tanding mereka, SMA Ouginishi datang dan memberi salam.

"Berbaris!"

"Siap!"

Kie tak ikut berbaris di sebelah Kiyoko dan Yachi. Ia melihat dari lantai dua. Dari sana terlihat mata Yachi yang berbinar, membuat Kie terkekeh kecil.

Mereka berbadan tinggi dan tegap itu memakai baju putih bersih dengan noda hijau diatasnya. Membuat Kie dan Yachi sedikit terintimidasi-

'Musuhnya tinggi-tinggi!'

Lebih tepatnya Yachi. Kie sedikit tidak peduli, mengingat Kei juga tinggi. Dia hanya kagum dengan tubuh mereka yang sedikit 'berisi' daripada Kei.

Melihat teman sekelasnya yang termenung, Kie merasa bahwa Yachi memikirkan potensinya menjadi manager voli.

"Hinata, mundur sedikit."

"Oh, iya!"

Kie melambaikan tangan pada Yachi, dan tersenyum. "Tegakkan kepalamu, Yachi-san." Yachi yang melihat itu membalas tersenyum.

""Mohon bantuannya!""

...

Kie memperhatikan mereka semua berlatih. "Kemampuan SMA Ouginishi juga tak buruk. Kemampuan mereka berada di standart anak SMA."

Kie menyangga kepalanya di pagar pembatas. "Sayangnya, pemenang dari sebuah pertandingan adalah tim yang melampaui batas standart itu." Gumamnya.

"Pertandingannya akan segera dimulai, cepat ganti pakaian!" Daichi mulai bersabda.

"Siap!"

Tanpa tahu malu, Hinata membuka baju di depan Yachi. Yang tentu saja, membuat wajah siempu memerah kematangan.

"Maaf, kau harus terbiasa." Kiyoko berujar melihat Yachi yang menahan malu melihat tubuh rekan-rekan setimnya.

Mengingat sesuatu, Kei menoleh ke lantai dua. Matanya memicing melihat Kie yang dengan santai melihat pemandangan itu.

Alis Kie terangkat sebelah, seakan berkata, 'kenapa? Ada yang salah?'

Hei! Di luar negeri, banyak orang membuka bajunya terang-terangan ketika cuaca panas. Hal ini membuat Kie tak begitu kaget dengan semua ini.

Kali ini, tangan Kei yang tergerak seakan berkata, 'tutup matamu, sekarang.'

Baru saja Kie ingin menjawab, tapi dering telfon membuat perhatiannya teralihkan. Dia melambaikan tangan pada Kei, dan segera berjalan keluar.

Menghela nafas, Kei kembali menyimak instruksi kapten dan pelatih Ukai.

"Asahi-san, aksesorisnya keren! Iketan!" Seperti biasa, Nishinoya selalu memperhatikan senpai kesayangannya.

"Iketan? Ini namanya hairband. Kalau kamu bicara begitu, aku jadi percaya diri." Asahi mengusap belakang kepalanya canggung.

"Asahi-san ingin ganti penampilan?" Kali ini Tanaka nimbrung bersama kapten Daichi yang menepuk punggung Asahi keras.

Menegakkan tubuhnya, Asahi menjelaskan. "Tidak ... Sebelumnya Kie-chan dan Shimizu memberitahuku, "Azumane/-san, kau bisa botak jika selalu mengikat rambut sekeras itu." Begitu katanya..."

"Aku harus hati-hati."

"Orang botak yang populer juga ada, kok." Bukannya menenangkan. Kata-kata Yamaguchi malah menusuk hati Tanaka.

"Aku tidak botak!"

"Tanaka-san, kau tidak mau pakai seragam?" Pertanyaan itu bukannya tidak berdasar. Mumpung Kie masih dengan telfonnya, Kei berharap Kie tidak lagi melihat 'aurora-aurora' yang seharusnya tidak Kie lihat.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 02 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Idol!! (HaikyuuxOC) - (Tsukishima Kei Twins)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang