"Aku nggak akan selamanya kuat mah, ada di mana aku merasa capek dengan semua ini, aku mau ikut mamah aja"ujar ria lalu melepaskan pelukannya.
Mamah ria tersenyum. "Ria kamu nggak perlu seperti itu... Masih banyak orang yang sayang sama kamu. Kamu juga harus nurut sama Uda dan uni kamu, mamah pergi dulu ya nak.. jaga diri kamu baik-baik ya sayang. Mamah pergi dulu". Pamit mamah ria lalu perlahan-lahan menghilang dari hadapan ria.
Kembali ke alam sadar
Walaupun ria sudah bermimpi seperti itu. Tapi sama saja, tak ada perubahan. Ria masih koma.
Keadaan Indro
Indro saat ini sudah terbangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling hanya ada satu orang di sana, Yaitu ria. Indro berjalan pelan-pelan ke arah ria yang sedang menatap arah luar jendela tenda. Dia pun memegang bahu ria.
"Ri?"Panggilnya.
Gadis itu merasa di panggil namanya pun menoleh. "Hai Indro"sapa ria, tak lupa dengan senyum manisnya. Yang membuat Indro candu akan melihat ria dari sedekat ini.
Indro kikuk, ia menggaruk kepalanya asal. "Bukannya??"tanya Indro yang melihat wajah ria tidak ada sama sekali goresan ranting kayu, semuanya bersih.
Ria, gadis itu tersenyum. "Indro, kalo misalnya gue pergi dari kehidupan ini gimana?"tanya ria.
Indro yang mendengar suara ria seperti itu, membuat ia menahan tangisannya. "Maksud lo apa?"tanya Indro menatap intens wajah cantik itu.
Ria hanya menggelengkan kepalanya. "Gue bakal nyusul mamah gua ndro"ujarnya membuat Indro reflek memeluk gadis itu dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher gadisnya, eh maksud Mimin gadis itu.
Indro menggeleng gelengkan kepalanya tak terima. "Nggak! Lo akan tetap sama gue terus! Selamanya"tekan Indro, tak tahan ia pun akhirnya mengeluarkan air matanya di pundak gadis itu.
Tiba tiba pelukannya mengendur, pandangan mata Indro semuanya menjadi berwarna putih, hanya gadis itu saja yang terlihat. Itu pun ria lama kelamaan pun mulai menghilang.
"HAH"bangun indro dari bunga tidurnya.
Joko yang melihat Indro terbangun tiba-tiba dengan wajah yang panik dan keringat dingin mengucur di wajahnya, membuat Joko panik.
"Ndro, lo kenapa??"tanya joko panik lalu tergesa-gesa menuju ke arah Indro.
Indro malah diam. ia lebih memilih mencari gadis itu, ria. "Ria mana jok?"tanya Indro dengan wajah yang sangat panik dan ingin mengeluarkan air mata.
Tiba-tiba saja Wulan dan Lolly berteriak menghampiri joko. "Joko jari ria bergerak"teriak mereka. Yang mampu membuat Indro mengerutkan dahinya.
"Jari ria bergerak? Jok? Maksudnya apa jok??"tanya Indro semakin panik.
Joko tak bisa berkutik. Ia hanya bisa menunduk. "Jok! Tolong jawab!"
"Ria.. Dia... Koma.. "jawab joko yang membuat mata Indro memanas, lalu segera keluar dari tenda.
Joko tak tinggal diam, ia menyusul Indro dan menarik kerah baju Indro
"Lu yang tenang ndro! Tenang! Ria bakal baik-baik aja!"ujar joko sambil terus meraih Indro.
Indro seakan-akan telinganya di tutupi oleh setan, ia malah terus berlari dari 1 tempat ke tempat lain sampai ia menemukan seseorang yang ia cintai, yaitu Ria.
Akhirnya indro pun menemukan gadisnya itu, eh ralat sahabatnya yang sedang terbaring lemas di ranjang dokter serta adanya infusan, perban yang berbalut di mana-mana.
Indro tak tahan, ia meneteskan air matanya lalu membenturkan kepalanya di tembok. "Dasar tolol, harusnya tadi lo buru-buru bantu ria. Atau engga tadi gua aja yang jatuh ke jurang bukan ria". Ujarnya di dalam hati.
Joko yang melihat Indro sudah membenturkan kepalanya selama 4 kali ia pun menarik kasar tangan Indro. "Bego! Lu udah sakit nanti tambah sakit!". Ujar Joko.
Indro tak tinggal diam, ia menghempaskan tangan joko. "Gua sengaja! Karena gua mau nemenin ria di bawah alam sadarnya!". Ujarnya dengan lantang.
Joko yang sudah muak pun akhirnya memukul pipi kiri Indro. "Lu apa-apaan sih ndro! Kalo mamih lo liat ini dia pasti akan hancur ndro!". Ujar Joko, yang membuat Indro langsung terdiam tak berkutik saat mendengar kata mamih.
"Mamih..."
"Mamih do'ain ria dari sana ya mih, semoga ria cepet sadar dari koma-nya". Ujarnya di dalam hati, mulai menjatuhkan air mata lagi.
Sudah 1 minggu ria belum sadar dari koma-nya, suster dan perawat juga mengatakan kepada uda bahwa nyawa ria tergantung pada alat-alat yang masih terpasang di tubuh gadis itu. Kalau saja alat itu di lepaskan, apalah daya hanya tuhan yang berkehendak.
Indro sedang duduk di sebelah ranjang pasien, ranjang pasien itu wanita yang sangat ia cintai. Wanita yang pernah ia bentak, di caci maki olehnya. Sekarang wanita itu malah terbaring lemah, yaitu Ria Calista.
Indro mengelus rambut surai wanita itu sambil tersenyum. "Kapan sih lo sadarnya? Lo ga tau apa gua mau manja-manjaan sama lo". Ujarnya sambil tersenyum manis menatap wajah gadis itu.
Di saat sedang memandang wajah itu, tiba-tiba saja Indro merasa ingin membuang air kecil, lalu ia meninggalkan ruangan ria.
Saat di rasa sudah tidak merasa ingin membuang air kecil, ia berjalan menuju ruangan ria. Betapa terkejutnya ia melihat ria yang ingin meraih air minum.
"Ria". Panggil Indro pelan, lalu berlari ke arah ria dan memeluknya.
Indro memeluk ria, perlahan-lahan tangisan itu pecah. Indro menangis di bahu ria. "Gua kangen banget sama lo, gua kangen, gua kangen manja-manjaan sama lo, gua kangen lo gentak, gua kangen banget". Ujarnya sambil terisak-isak, yang membuat ria tersenyum di sela-sela pelukan.
Sudah hampir 10 menit mereka berpelukan, tiba-tiba saja Indro memegang leher ria, lalu...
Hallo guys!!!
Gimana nih kalian kabarnya? Keluarga sehat? Orang tua sehat? Kalo sehat Alhamdulillah, kalo lagi kurang sehat semoga cepet sembuh ya <3
Maaf ya aku baru update ceritanya, sumpah aku emang beneran sesibuk itu sekarang, jadi maaf banget ya🙏
Oh ya, ada yang mau buat pertanyaan ga nih? Komen di sini aja ya...
Dan 1 lagi, maaf aku baru bisa revisi BAB 01 dulu... Soalnya masih belum sempat, kemarin aja aku revisi itu bela-belain ga tidur sampe jam 2 pagi 😭😭
Tapi gapapa, kan buat kalian yang mau baca🤗🤗
Yaudah segitu dulu ya, pantengin terus ceritanya! Aku usahain aku ga akan ngilang🤗🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Ria, are you okay? [ END ]
Cerita PendekRia calista yang di butakan oleh cinta, hingga membuatnya menjadi jahat dan di benci oleh teman-teman dan sahabat karib dekatnya. Ria gadis cantik itu menyukai sahabatnya itu yang bernama Indro hidayah, Indro juga dulu sempat menyukai ria, namun ria...
![Ria, are you okay? [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/279412289-64-k774701.jpg)