"Ahem... Aku tahu bahwa kemampuan Luppo itu bisa dikatakan destruktif, tapi aku tidak mengharapkannya sampai pada titik ini."
Kata Marco yang batuk dengan canggung.
"Ahaha... Kurasa lain kali aku harus berpikir dua kali untuk menggoda anak itu mulai sekarang."
Kaede sendiri tertawa dengan canggung sementara wajahnya sedikit pucat.
"K-Kapten Kanon sungguh keren sekali."
Ada juga Vermilia yang memiliki mata berbinar karena kagum dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Alasan dibalik berbagai macam reaksi itu adalah...
"Huft..."
Menghembuskan napas dengan hemat, Kanon mematahkan sebuah tangan robotik yang memicu percikan listrik kecil dari sambungan kabel yang diputus secara paksa.
Merasakan sesuatu datang dari belakang, dia menunduk serendah mungkin dan sebuah tembakan laser melewati kepala serta telinganya yang bahkan hampir kena.
Kanon tetap tenang. Matanya yang menyala samar memperhatikan refleksi dari balik punggungnya pada potongan pisau yang menancap di tanah. Terdapat 4 buah drone yang melayang di langit-langit yang rendah.
Mengetahui targetnya, dia berlari pada tumpukan tubuh, tangan dan kaki yang terbuat dari besi yang menyerupai gunung pasir kecil. Bahkan ada salah satu armor suit raksasa yang seharusnya digunakan untuk melawan artileri sejenis yang rusak parah dengan memiliki lubang di bagian tengahnya. Itu semua adalah hasil perbuatan Kanon sejauh ini untuk memperlihatkan kekuatannya.
Para drone yang melihat Kanon berlari lalu mengikutinya dari belakang diiringi dengan tembakan gencar.
Tapi seolah memiliki mata di belakang kepalanya, Kanon menghindari setiap tembakan dengan gerakannya.
Menaiki tumpukan rongsokan besi itu, pada saat dia sudah mencapai puncaknya, Kanon melompat tinggi yang seharusnya tidak bisa dicapai oleh orang biasa tanpa bantuan alat dengan gaya akrobatik ke belakang dan melakukan salto.
Gerakan para drone terhenti saat mereka fokus menembak mengikuti arah Kanon yang terjun menuju mereka.
Dari sana, Kanon mengambil salah satu benda yang mirip klip magasin. Tapi apa yang terjadi selanjutnya adalah, benda itu mengeluarkan garis cahaya dari ujungnya dan menciptakan sebuah bentuk pedang dengan warna kuning cerah. Itu adalah Shading Blade.
Dengan pedangnya, dia mampu menetralkan setiap tembakan laser yang datang ke arahnya saat itu mengenai bilahnya.
Setelah mencapai garis serangannya, Kanon lalu mengiris salah satu drone menjadi dua dan menangkap salah satunya lalu berputar di udara dan melemparkan drone yang masih terus menembak itu ke arah yang lainnya yang membuat salah satu dari dua drone yang tersisa meledak akibat tertabrak oleh drone itu, sementara yang satunya lagi terbang berputar tidak terkendali sebelum menabrak tanah karena tembakan yang tidak memperdulikan teman atau musuh itu mengenai sayapnya dan menjadikan keseimbangannya hilang.
Kanon selanjutnya mendarat dengan aman di tanah layaknya seekor kucing lalu menonaktifkan pedangnya dan memasukkannya ke dalam tas.
[Pelatihan tingkat kesepuluh telah selesai]
Setelah pemberitahuan tersebut, area kacau yang terlihat di sekitar Kanon sedikit demi sedikit tampak berubah menjadi kumpulan data matrix dan layaknya debu, semuanya menghilang menyisakan dia sendiri di area lapang kosong.
Apa yang sebenarnya terjadi sejak tadi adalah, Kanon bertarung melawan musuh yang diciptakan dari augmented reality. Sebuah teknologi hologram yang bisa menciptakan bentuk 3 dimensi. Dan itu sebenarnya telah digunakan secara umum oleh semua kalangan. Jadi tidak ada yang perlu dikejutkan jika itu juga digunakan di sini. Tapi, apa yang berbeda adalah, augmented reality yang dipakai sebagai pengujian tentara bayaran di sini bisa menyentuh secara fisik dan nyata jika dipakaikan alat tertentu. Dan apa yang menjadi lawan mereka adalah AI yang dirancang dan memiliki pengalaman sistem tempur yang dimasukkan ke dalam program yang membuat itu sulit dilawan. Tentu ada tingkatan AI yang dilawan karena tidak mungkin Mercenary's Guild akan dapat menerima banyak orang di bawah naungan mereka dikarenakan ujian yang terlalu sulit. Dan Kanon baru saja menyelesaikan ujiannya dengan tingkat kesulitan tertinggi yang seharusnya mustahil dilakukan orang biasa hanya dengan sebilah pisau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beyond The Space
ActionTiba-tiba terbangun dalam keadaan kebingungan pada sebuah pesawat luar selain harus menjalani kehidupan mereka yang penuh dengan penjelajahan antar bintang, perang antariksa, dan hal-hal cyberpunk lainnya yang tidak pernah mereka alami sebelumnya...
