Karma
Karya: Efendi
🌱🌱🌱
Sengaja kutuliskan kisah ini sedikit lebih larut dari kisah yang lainnya, memastikan bahwa tidurmu lelap malam ini.
Hai Nona cantik yang kutemui di Februari tahun 2016, kemudian harus ku lepas di Maret 2020. Apa kabar kau sekarang? bagaimana pula dia menjagamu? pasti sekarang kau lebih bahagia daripada dulu bersamaku kan.
Apakah engkau tau? sejak kepergianmu waktu itu, aku tak mampu melihat cinta dan bahagia pada diri wanita lain, yang kulihat hanyalah luka, derita dan air mata.
Memang benar, kepergianmu itu karena salahku yang tak mampu untuk kau maafkan. Ia jelas aku akui semua itu adalah salahku yang tak mampu menjaga hati. Akan tetapi, tak bisa kah kau maafkan?
Kemudian, apakah engkau juga tau hai Nona? 2 tahun terakhir setalah kepergianmu hingga saat ini adalah masa karma yang harus aku lalui karena telah membuat luka yang begitu dalam padamu.
Ia jelas 2 tahun saja belum cukup untuk membayar kesalahanku di masa lampau. Oleh karena itu kucoba tutup semua pintu hatiku, kemudian kubunuh dan kuhancurkan semua rasa yang kupunya sehingga rasa itu 'kan mati hanya untukmu seorang hai Nona.
Akan tetapi, sekali saja maukah kau kembali walau hanya dalam mimpi, biarkanlah aku melihat senyummu dan mata indahmu itu sekali lagi saja, supaya sempurnalah mati rasaku ini. Ia, benar aku mati rasa bukan karena trauma atupun luka, melainkan karma yang harus kujalani.
Satu kata dariku untukmu hai Nona. Terima kasih telah mencintaiku setulus langit mencintai bumi, walupun aku balas dengan luka dan air mata. Maaf juga karena aku tak mampu mengobati luka itu.
Tegal, 31 Oktober 2022
KAMU SEDANG MEMBACA
Renjana dalam Aksara
Подростковая литература"Hanya secangkir frasa dalam asa yang kian meredup." -JEJAK AKSARA SENJA- *** Hallo, hai. MinJAS bawa karya anak-anaknya, nih. Buat kamu yang suka dengan puisi, cerpen, quotes kamu bisa nih baca ini. Bisa juga dijadiin referensi, loh, buat yang la...
