"aku ga bisa liat kamu bahagia sama yg baru"
"you're mine"
"aku akan bikin kamu jadi milikku"
Ujar laki-laki yang sedang dibutakan oleh cinta nya kepada seorang laki-laki dikenal feminim
Sesampainya di sana, Kylie langsung menyuruh mereka membawa Axel ke kamar yang sudah dia siapkan dan anak buah Jay pun menuruti perintah Kylie. Kemudian, dia menghampiri Jay.
"Kerja yang bagus, nah." Ujar nya sembari memberikan sebuah berkas berisi uang kepada Jay, Jay langsung membuka berkas itu di depan mata Kylie dan tersenyum.
"Wow, bayaran lebih. Ok, thank you. Selamat makan, kawan." Ujar nya sembari ketawa, setelah itu Jay dan anak-anak buah nya pun berlalu pergi.
Setelah Jay dan anak-anak buah nya pergi, Kyler menghampiri kakaknya.
"Sekarang, lu mau buat apa dengan Axel?" Tanya Kyler, Kylie menjawab.
"Gua yakin, dalam masa yang terdekat ini mereka pasti akan ngambil Axel dari gua."
"Terus? Lu mau buat apa?" Tanya nya lagi.
"Ntar, kalo mereka datang dengan membawa polisi. Gua mau lu jadi gua ya," ujar nya sehingga membuat Kyler tidak bisa berkata apa-apa.
Kemudian, Kylie beranjak menuju ke kamar yang di tempati Axel. Dia kemudian duduk di tepi jendela sembari menunggu Axel bangun, setelah beberapa minit berlalu. Akhirnya, Axel pun bangun sembari memegang kepala nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sudah bangun baby?" Ujar Kylie, membuat Axel panik dan melihat Kylie.
"KYLIE!?" Teriaknya, Kylie hanya tersenyum miring dan berkata.
"Yes baby, it's me MUEHEHEHEHE."
~Time skip esok~
*Kyler POV*
Jam menunjukkan pukul 6 pagi, aku terbangun terlalu dini hari. Lalu, aku memutuskan untuk mandi dan membuat sarapan untuk kami. Setelah semuanya sudah siap, aku melihat Kylie turun dan menghampiriku. Saat dia ingin mencicipi makanan ku, aku memukul tangan nya dan berkata.
"Heh jangan dulu, kasih makan noh anak orang yang lu culik."
Sembari menunjukkan makanan yang telah dihidangkan berasingan, Kylie pun mengambil itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ok, lumayan lah santapan pagi yang lebih mengenakkan sedang menunggu di atas." Ujar nya sembari tersenyum, aku hanya menggelengkan kepala seolah tahu apa yang bakal terjadi kepada Axel.
Setelah selesai makan dan membereskan dapur, aku naik dan menuju ke kamar ku. Langkah ku terhenti saat mendengar desahan di kamar Axel, aku mengintip di balik pintu karna pintu nya tidak tertutup rapat. Aku tidak tega melihat Axel menangis, aku memutuskan untuk ke kamar ku sembari menunggu mereka berdua selesai dan terlelap supaya aku bisa meletakkan ponsel ku di meja samping kasur untuk Axel bisa mengirim pesan kepada Alvin.
Setelah beberapa minit berlalu, aku keluar dan mendekati kamar Axel. Aku melihat mereka sudah tertidur, aku memasuki kamar Axel dengan diam-diam. Lalu, aku meletakkan ponsel ku di meja samping kasur. Saat aku melihat Axel terbangun, aku bergegas keluar dan bersembunyi di balik pintu.
"Aku akan buat apa saja asal kamu bahagia axel, termasuklah rencana Kylie untuk menggantikan aku jika mereka sampai. Aku reladitahan daripada melihat kamu tersiksa axel." Ujar ku membatin saat melihat Axel sudah berjayamengirim pesan kepada Alvin.
~Time skip esok~
Jam menunjukkan pukul 06:30 pagi, lagi-lagi aku bangun terlalu dini dan macam biasa aku memutuskan untuk membuat sarapan. Aku melihat Kylie yang turun dan menuju ke arah ku, dia duduk di kursi di hadapan ku dan berkata.
"Gua tahu lu ga rela mahu gantiin gua kan?"
Sontak aku menjawab, "siapa juga yang mahu di tahan? Tapi gapapa, demi lu."
Mendengar itu, aku dapat melihat raut wajah Kylie yang tampak sedih.
"Sesudah gua habis makan, lu bawa Axel turun dan makan. Pakaian untuk dia udah gua siapin di meja ruang tamu," ujar ku mengubah topik.
Bisa dibilang, aku adalah saksi utama penculikan Axel. Ketika aku melihat mobil Alvin dan mobil polisi terparkir di luar, aku membuka pintu di kamar ku untuk Kylie kabur. Lalu, aku menghampiri Kylie dan Axel di ruang tamu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kylie mereka sudah datang," ujar ku dan Kylie pun bergegas masuk ke kamar ku.
Aku melihat Axel sembari mendekati Axel dan memulai akting ku.
"KAMU MILIK SAYA, KAMU GA LIAT CINTA DI MATA SAYA? S - SAYA AKAN BAHAGIAKAN KAMU LEBIH DARI SI ALVIN BRENGSEK ITU!" Ujar ku sembari memegang kuat bahu Axel dan menggoyangkan badan nya sembari menatap tajam Axel, Axel yang melihat itu pun menangis ketakutan.
Sehingga lah Alvin masuk, aku masih berakting dan menodong kan pistol ke Axel.
"JANGAN DEKAT!" Ujarku, aku sebenarnya sadar ada orang di belakang ku. Dengan sigap, aku berbisik kepada Axel.
"Setelah kamu sadar dari koma nanti, jangan lupa bilangin ke Alvin yang Kyler masih lagi bebas dan sedang berada di markas. Ini alamat nya aku taroh di sakucelana kamu," aku menolak Axel untuk mendekat ke Alvin dan di waktu yang sama aku menarik pelatuk nya.
Setelah itu, aku ditangkap. Seketika aku menoleh ke belakang dan melihat kamar ku yang menjadi tempat Kylie kabur.
"Kalo ga karna Axel, gua ga akan mau Kylie." Ujar ku, aku pun masuk ke dalam mobil polisi dan menuju ke kantor polisi untuk proses selanjutnya.