33. Flashback

275 24 0
                                        

Tandai typo...

Satu vote kalian sangat berarti bagi author 😘

Happy reading!!

••°•

"Bye babe" ucap Aril yang berada di atas jok motornya. Sedangkan dari dalam mobilnya, Zhea melambaikan tangannya.

"Hai bang" sapa Zhea setelah berada di ruang tamu.

"Lagi senang banget kayaknya" kekeh Roni membuat Zhea langsung mendekati sang Abang.

"Abang kok lingkar matanya hitam, Abang begadang?" tanya Zhea pada Roni.

Roni memeluk Zhea secara tiba-tiba, Zhea yang tak siap pun hanya bisa pasrah.

"Dek, Abang mau cerita" ujar Roni yang masih memeluk tubuh ramping Zhea.

"Iya?"

"Tapi dikamar" Zhea hanya mengangguk lalu beralih menuju kamarnya.

Karena badannya yang sudah lengket dan juga Zhea yang sudah tak nyaman dengan tubuhnya, akhirnya Zhea memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Sementara Roni duduk di sofa menunggu adek kesayangannya.

Tak berselang lama, Zhea sudah keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang jauh lebih fresh dari sebelumnya.

"Sini Abang sisirin" ucap Roni saat melihat Zhea yang akan meraih sisir.

Dengan telaten Roni menyisir rambut Zhea dengan hati-hati. Ia tak mau menyakiti adeknya itu, walaupun tidak disengaja ia sangat berhati-hati.

"Kalau sakit bilang yah" ucap Roni disela-sela kegiatannya.

"Iya, jangan keras-keras tapi" ucap Zhea merilekskan tubuhnya.

Roni yang geli karena kaki Zhea memainkan kakinya, membuat Roni secara refleks menekan sisir tersebut membuat Zhea langsung mengaduh kesakitan.

"Awshh"

"Dek, maafin Abang, Abang gak sengaja nekan" ucap Roni merasa bersalah.

"Iya gak pa-"

"Dek berdarah, maafin Abang yah. Janji lain kali gak keras-keras" mohon Roni dengan wajah memelasnya.

"Udah gak papa, gak terlalu sakit jugaan cuma perih aja" ujar Zhea seraya mengusap kepalanya.

Cup

Roni mengecup kepala Zhea yang tadi lecet terkena sisir. Sungguh Roni tadi geli karena kaki Zhea yang memainkan kakinya, namun ia tak menyalahkan Zhea, ia menyalahkan dirinya sendiri yang dengan refleks menekan sisir pada kepala Zhea yang sedang ia sisiri.

"Udah bang gak papa" ucap Zhea yang sangat malas mendengar ucapan maaf yang keluar dari bibir Roni. Bukannya ia marah, namun ia itu sangat tidak suka dengan kebisingan, lain halnya kalau Aril yang seperti itu, bukannya marah Zhea malah semakin dibuat gemas.

"Yaudah sini, katanya mau cerita" ucap Zhea seraya menepuk speace kosong disebelahnya.

"Dek maafin Om Mar yah" ucap Roni tiba-tiba.

"Kenapa Abang tiba-tiba bahas itu" tanya Zhea memicingkan matanya.

Flashback.

Tiga jam yang lalu Roni serta Raka pamit pada Mama Sofia untuk pergi. Roni yang pergi dengan teman-temannya, dan Raka yang ke kampus untuk mengumpulkan datanya.

Namun Roni pulang lebih awal karena teman-temannya yang tak bisa kumpul karena ada urusan masing-masing, Roni pun memutuskan untuk tidur karena lelah.

LOVE IS DESTROYED [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang