⚠️FOLLOW AKUN AUTHOR DULU SEBELUM MEMBACA!!
Zheana Alziya Jevosca, gadis malang yang tak tahu nasibnya harus dibawa kemana. Satu yang ia percaya, semua perbuatan pasti ada balasannya.
Zhea, gadis cantik yang memiliki tubuh indah dan paras yang cant...
Seperti rencana awal, malam ini Zhea dan Aril akan pergi ke acara bisnis keluarga Zhea.
Zhea turun dari kamarnya, dengan balutan dress hitam dengan belahan pada sampingnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aril sampai tak berkedip melihatnya, Zhea sangat seksi dengan dress tersebut. Gaun yang berwarna hitam sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan bersih.
Sama seperti Aril, Zhea pun terkejut melihat penampilan Aril yang sangat elegan. Setelan jas dengan tuxedo dan dasi yang melingkar di lehernya, tak lupa aksesoris yang Aril gunakan membuat penampilannya terlihat sempurna. Bahkan tatapan mereka sempat terkunci.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hem ayok Ril" ucap Zhea memutuskan kontak mata.
"Eum ayok" ucap Aril menghampiri Zhea dan menautkan jari jemarinya dengan jari jemari Zhea.
Seakan terhipnotis, Zhea juga membalas genggaman Aril. Entah kenapa saat kulit mereka bersentuhan, seakan tersengat listrik ada gelenyar aneh yang menyengat tubuh Zhea maupun Aril.
"Woi!"
Baik Aril maupun Zhea tersentak kaget mendengar gertakan Lando.
"Bangsat" umpat Zhea tertahan.
"Sana lo berdua berangkat, jangan lupa balik harus udah jadian" ucap Lando pada keduanya.
"Emang udah jadian" jawab Aril tersenyum bangga.
"Cuman pura-pura" sela Zhea.
"Iyadeh yang pura-pura" ejek Lando terkekeh geli.
••°••
Zhea dan Aril berjalan beriringan, dengan tangan yang saling bertautan. Zhea terpaksa, karena ia juga harus meyakinkan orang tersebut kalau Zhea sudah mempunyai pasangan.
Mereka mendekati sebuah meja yang satu satunya ditempati, yang ditempati oleh sepasang kekasih dengan kisaran umur empat puluh keatas.
Tanpa menyapa maupun berkata apapun, Zhea langsung duduk di depan keduanya. Memang tidak sopan, tapi apa peduli Zhea, toh mereka juga seperti tidak menganggapnya.