* u/ @Shiver25 yang sudah pertama kali gercep vote bab sebelumnya *
ANDIN
Andin mendongak dan melihat Sebastian beranjak meninggalkan kantor sambil memasukkan ponsel dan dompetnya ke dalam saku. Bahkan tanpa melihat, Andin tahu ke mana Sebastian pergi. Gadis itu menahan diri untuk tidak menghela nafas. Tidak perlu seorang jenius untuk mengetahui bahwa bosnya sedang dalam perjalanan untuk bertemu kekasihnya, London Star. Setiap hari selalu sama. Panggilan telepon yang Sebastian terima sebelum jam makan siang akan menentukan dengan siapa pria itu akan menghabiskan waktu makan siangnya. Entah keluarganya (baik kakak laki-lakinya, Thornton, atau adik bungsunya, Clara, atau pada kesempatan yang agak jarang, ibu atau ayahnya) atau kekasih terbarunya. Sebagian besar waktu, jawabannya adalah yang terakhir alias kekasih terbaru pria itu.
Karena kenyataannya London baru menelepon lima belas menit yang lalu, sudah ditentukan bahwa Sebastian akan menghabiskan waktu makan siangnya dengan wanita itu. Dan jika tebakan Andin benar, mereka mungkin akan pergi ke restoran di hotel bintang lima di sekitar area itu dan setelah makan siang selesai, mereka akan kembali ke suite dan saling menyantap satu sama lain sebagai hidangan pencuci mulut.
"Aku akan pergi makan siang." Sebastian melihat kontrak yang telah laki-laki itu berikan pada Andin untuk ditinjau lebih jauh di meja gadis itu. Terdapat kerutan samar melintas di wajah Sebastian. "Jangan lupa untuk take a break, Miss Williams."
Andin hanya bisa tersenyum. Ini bukan pertama kalinya Sebastian mengatakan hal itu padanya, dan sepertinya kali ini juga bukan kali terakhir. "Baik, Pak," jawab Andin sebelum kembali fokus pada pekerjaannya.
Begitu Sebastian pergi menghilang di balik pintu, Andin mengambil waktu sejenak untuk bernapas dan bersandar di kursinya. Sebastian tidak melakukan apa pun kendati apa yang terjadi minggu lalu di pestanya dan hal itu membuat Andin merasa tidak nyaman dan cemas. Seolah-olah dirinya sedang menunggu tumit sepatunya patah.
Sebastian terus terus bersikap sopan dan ramah, tidak terlalu formal, tetapi dengan cerdas berada tepat di belakang garis kesopanan yang tampaknya telah pria itu ciptakan di antara mereka. Andin tidak yakin apa yang ada di pikiran Sebastian. Lagipula, Andin memang tidak pernah bisa menebak pikiran laki-laki itu. Sebastian adalah salah satu orang yang paling sulit dibaca dan mungkin itulah salah satu alasan mengapa pria itu adalah pengusaha yang sukses. Sebastian tidak pernah membiarkan lawannya (atau dalam hal ini, siapa pun) menebak apa yang ia pikirkan atau rencanakan.
Andin mengambil dompetnya dari laci pertama dan bangkit dari tempat duduknya. Ia hampir tidak bisa tidur tadi malam karena sadar betul bahwa dirinya harus bertemu Leroy hari ini. Perutnya bergejolak mulas dan merasa tidak nyaman meskipun ia bahkan belum bertemu mantannya itu. Sembari mencoba menenangkan dirinya, Andin menyesap teh hangatnya dan memijat pangkal hidungnya. Ibunya memang benar, minum teh hangat selalu dapat menenangkan pikiran dan batin. Ia bersyukur kebiasaan itu telah diturunkan kepada dirinya oleh ibunya.
Andin menutup matanya sebentar dan kemudian membukanya kembali tatkala notifikasi di komputernya berbunyi. Sebastian mungkin tidak menyadarinya, tetapi salah satu alasan mengapa Andin kerap kali lupa istirahat adalah karena ada begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Summers Entertainment memiliki begitu banyak bisnis termasuk adaptasi film, produksi serial TV, manajemen bakat, agen model, dan banyak lagi. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada satu hal namun selama bertahun-tahun, Summers Entertainment terus berkembang. Oleh karena itu semua orang selalu mencari-cari bosnya untuk sesuatu, tetapi tidak semua korespondensi email itu langsung ditujukan kepada Sebastian. Kebanyakan pertanyaan dan sebagian masalah dapat gadis itu selesaikan sehingga Sebastian mempunyai waktu untuk masalah yang jauh lebih penting dan berat dalam menjalankan perusahaan. Dan itu hanyalah salah satu tugasnnya saja, selain itu Andin juga mengatur acara, meeting, dan mengatur kalender kerja Sebastian. Pada beberapa kesempatan lain, Sebastian bahkan meminta Andin untuk melakukan sesuatu yang tidak gadis itu sukai seperti memecat orang atau lebih buruk lagi, memesan kamar hotel untuk kencannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
dear mister summers
RomanceSemuanya berawal dari sebuah gaun merah dan secarik surat pengunduran diri ... ******* Selama lima tahun Andin menjadi sekretaris Tuan Sebastian Summers, dan ha...
