* u/ team gaskeuunnn~ *
SEBASTIAN
Setelah menghabiskan whiskey-nya, Sebastian meletakkan gelas kristal kosong di atas meja dan berjalan menuju balkon. Pria itu menghabiskan beberapa jam duduk di balkon, mengamati lampu rumah-rumah di bawah dan ombak yang bergerak di kejauhan. Sekitar tengah malam, ia akhirnya kembali ke dalam kamarnya. Ia berjalan masuk dan ketika ia melewati pintu kamar mandi, dirinya bertanya-tanya apakah Andin telah tertidur. Ia bertanya-tanya apakah gadis itu baik-baik saja. Berjalan melalui kamar mandi yang mereka bagi bersama, ia perlahan membuka pintunya dan masuk ke dalam kamar gadis itu. Tampaknya gadis itu telah lupa untuk mengunci pintu kamar mandi.
Semuanya tampak persis seperti bagaimana ketika Sebastian meninggalkannya beberapa jam yang lalu. Dengan hati-hati, tanpa membuat suara apa pun, ia berjalan lebih jauh ke dalam ruang tidur gadis itu. Sebastian menemukan Andin di tempat tidur, meringkuk di satu sisi dengan satu tangan di bawah pipinya. Gadis itu tampak seperti angel tetapi Sebastian tahu Andin pasti kelelahan. Hari ini adalah hari yang panjang dengan penerbangan mereka kemudian jadwal sibuk hingga makan malam. Dan parahnya, dirinya justru telah memperumit dengan mendesak Andin untuk mengakui ketertarikan gadis itu padanya. Sebastian menghukum dirinya sendiri dan mengutuk diri sendiri dalam hati. Itu pasti lamaran pernikahan terburuk yang pernah ada dalam sejarah dunia.
Andin keras kepala sekali tapi begitu juga Sebastian. Pria itu tidak ingin mengucapkan tiga kata itu karena itu bukanlah kebenaran. Ia tidak ingin berbohong. Cinta hanyalah kata yang sering digunakan orang untuk menyebut hal lain, agar terlihat lebih cantik dari hal yang sebenarnya. Saudaranya Thornton telah menderita karenanya dan begitu pula Sebastian sebelumnya. Saat di perguruan tinggi, ia yakin bahwa dirinya telah jatuh cinta pada seorang gadis ini, Aimee, tapi itu hanyalah fatamorgana. Kali kedua Aimee bertemu kakak Sebastian, Piers, gadis itu langsung melompat ke tempat tidur kakaknya, membuat Sebastian hancur dan patah hati. Ia tidak ingin mengalami itu lagi.
Sebastian berlutut di samping tempat tidurnya dan menyentuh pipi gadis itu dengan sangat ringan, takut membangunkannya. "I'm sorry," katanya sambil mencondongkan tubuh ke depan dan mendaratkan ciuman ringan di dahi gadis itu.
Sebastian memperhatikan Andin tidur selama satu jam sebelum lututnya mulai mati rasa. Pria itu berdiri dan berjalan kembali ke kamar mandi. Tepat sebelum ia menutup pintu, Sebastian memandang gadis itu sekali lagi lalu menghela nafas.
Dengan hanya tidur tidak lebih dari dua jam, Sebastian bangun bahkan sebelum alarm-nya berbunyi dan mematikannya. Mengenakan jubah mandi, laki-laki itu berjalan ke kamar mandi dan mandi, berusaha untuk membuat sesedikit mungkin suara agar tidak membangunkan Andin. Dalam benaknya, ia hanya bisa memikirkan Andin dan betapa lelah dan rapuhnya gadis itu semalam. Dua puluh menit kemudian, ia turun ke ruang makan. Tidak banyak orang di sana mengingat itu baru pukul tujuh lewat lima menit dan kebanyakan orang pergi ke sana untuk liburan dan bersantai sehingga mereka biasanya mulai memadati ruang makan sekitar pukul delapan atau sembilan. Segera setelah Sebastian selesai dengan sarapannya, ia memanggil seorang pelayan dan meminta pena dan selembar kertas. Sambil menikmati secangkir kopi hitam, ia menulis di aplikasi catatan di ponselnya apa yang ingin ia katakan pada gadis itu. Ia menghabiskan lima belas menit berikutnya menghapus dan menulis ulang catatan itu, mencoba menemukan kata-kata yang tepat untuk diucapkan pada Andin.
Setelah Sebastian puas dan telah membacanya kembali setidaknya tiga kali, ia mengambil pena dan mulai menulis.
Miss Williams,
Aku akan melakukan perjalanan ke tempat saudaraku. Kau terlihat sangat lelah, aku tidak ingin membangunkanmu. Aku yakin setelah apa yang terjadi tadi malam, aku adalah orang terakhir yang ingin kau lihat di pagi hari. Nikmati hari ini. Aku tidak akan kembali sampai malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
dear mister summers
RomansaSemuanya berawal dari sebuah gaun merah dan secarik surat pengunduran diri ... ******* Selama lima tahun Andin menjadi sekretaris Tuan Sebastian Summers, dan ha...
