* u/ helenitazb yang penasaran gimana pak bos di pernikahan damon, sabar yaa*
SEBASTIAN
Thornton masuk ke kantor Sebastian untuk meeting rutin mereka setiap Jumat pagi. Thornton berharap adiknya siap untuk mendiskusikan ekspansi yang telah Sebastian kerjakan, hanya untuk dihadapkan dengan bukti tak terbantahkan bahwa Sebastian masih terobsesi dengan sesuatu selain rencana ekspansi bisnis mereka.
"Apa yang kau lakukan?" Thornton menuntut dengan putus asa tatkala matanya yang tajam melihat benang kecil dan alat pengukur di meja Sebastian. Adiknya menatap kedua benda itu dengan wajah penuh tekad . "Aku akan sedang mengukur."
"Mengukur apa?" Thornton mengangkat satu alisnya. Dia seratus persen yakin bahwa jadwal mereka untuk diskusi hari ini tidak ada hubungannya dengan pengukuran. Setidaknya, tidak ada yang menggunakan penggaris dan benang. Mungkin kalkulator.
"Untuk cincinnya."
Sekarang Thornton justru dibuat semakin bingung. "Cincin apa?"
"Cincin pertunangan."
"Untuk?"
"Untuk sekretarisku."
"Tidak bisakah kau bertanya saja padanya?"
"Kurasa dia tidak akan memberitahuku."
"Oke. Lalu bagaimana caramu melakukan-" Thornton menunjuk penggaris dan benang lalu mendecakkan lidahnya tidak sabaran, "semua itu?"
"Aku pernah memegang tangannya sebelumnya. Aku hanya perlu mengingatnya." Sebastian menggeram. "Dan aku juga perlu mencarikan gaun untuknya. Aku rasa kau tidak akan keberatan meminjamiku sekretarismu untuk sementara waktu pagi ini, bukan? Dia mungkin akan tahu di mana wanita biasanya melakukan-"
"Kau tidak bisa menggunakan Eliza untuk kepentingan pribadi." Bibir Thornton membentuk garis tipis.
Satu alis hitam Sebastian terangkat menantang. "Kenapa tidak?"
"Ini konyol!" Thornton mencibir. "Mengapa kau tiba-tiba perlu membeli cincin pertunangan dan gaun untuk sekretarismu ?" Kemudian seolah-olah pikiran itu akhirnya muncul di benaknya, matanya melebar karena terkejut. "Jangan bilang kau akan menikahinya ?!"
"Tenang. Aku tidak akan menikah dengan siapa pun, kau tahu itu. Aku hanya butuh cincin dan pakaian untuk membantunya," kata Sebastian keras kepala.
"Kenapa? Dan membantunya untuk apa?"
"Dia akan menghadiri pernikahan mantannya jadi aku akan menemaninya. Toh aku sudah berpura-pura menjadi tunangannya tempo hari jadi seharusnya melakukannya sekali lagi bukan menjadi masalah."
"Mantan yang mana? Yang datang dengannya ke ulang tahunmu akhir pekan lalu?"
"Tidak, mantannya yang lain. Tapi mantan yang kau sebut itulah yang akan menikah besok."
"Besok?! Bagaimana pria itu bisa bertunangan dan menikah dalam seminggu?!"
Sekarang setelah Thornton mengatakannya dengan keras, Sebastian tidak bisa tidak memikirkan betapa anehnya situasi ini. Ia sangat marah atas nama Andin sehingga dirinya tidak sengaja mengabaikan detail kejadian itu. Pria itu tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan pernikahan tapi sudah pasti Damon akan membutuhkan waktu lebih dari seminggu untuk menemukan wanita yang bersedia untuk dinikahi. Kecuali Damon berselingkuh di belakang Andin ketika mereka masih berkencan. Dugaan ini membuat Sebastian semakin kesal.
"Entahlah. Mungkin dia selingkuh dengan gadis yang akan dinikahinya." Sebastian mengangkat bahu.
Thornton menggelengkan kepalanya. "Sekretarismu ini pasti sudah terlalu banyak bergaul. Berapa banyak mantan yang dia miliki?" Rahang kakaknya mengeras tidak setuju kemudian menambahkan, "yang lebih penting, kenapa kau mau membantunya? Itu kan urusan pribadinya. Stay away from it, Sebastian."
KAMU SEDANG MEMBACA
dear mister summers
RomanceSemuanya berawal dari sebuah gaun merah dan secarik surat pengunduran diri ... ******* Selama lima tahun Andin menjadi sekretaris Tuan Sebastian Summers, dan ha...
