karma baik 0.1

15.1K 1K 233
                                        

tw// plan of rape, pelecehan seksual, mature content, ⚠️

-karma-

cup!

cup! cup! cup!

"kita baikan kan kak?"

"iya."

Junghwan tersenyum lebar mendengar jawaban dari suaminya. pria manis itu semakin mengeratkan pelukan pada tubuh yang lebih tua.

posisinya berada di atas pangkuan Jeongwoo, keduanya saling bercumbu mesra di atas sofa. menikmati sentuhan satu sama lain yang terasa semakin intim.

cincin pernikahan milik Junghwan telah kembali melingkar indah pada tempatnya; jari manis.

tak munafik, Junghwan sedikit tersentak menyadari sesuatu mengeras dibawah bokongnya. namun si manis justru terkekeh sebagai reaksi, kepalanya ia sandarkan pada bahu lebar Jeongwoo, dengan satu tangan yang kini mengelus elus takjub bisep sang dominan.

ah.. ini.. terasa mustahil.

tidak mungkin. tidak mungkin seorang So Junghwan kelas XI MIPA 4 yang menaruh hati pada Park Jeongwoo- si berandalan XII MIPA 7 itu benar benar mendapatkan kesempatan untuk bercumbu mesra seperti ini. sangat tidak mungkin.

tidak mungkin tangan besar Jeongwoo melingkar erat pada pinggang ramping Junghwan. ini tidak mungkin terjadi.

Jeongwoo menghirup agresif aroma tubuh si manis pujaan hatinya, mencoba mengabaikan hasrat yang kian meningkat untuk mengacaukan lubang anal So Junghwan.

pria berbahu lebar itu ingin... waktu ini digunakan untuk melampiaskan rindu dan rasa cintanya pada Junghwan. urusan penyatuan biarlah tertunda dahulu.

Jeongwoo hanya butuh mendekap erat tubuh kekasih hatinya seperti ini dengan penuh terima kasih pada tuhan, sebab--- tuhan masih memberikan izin untuk tetap memiliki Junghwannya disini.

"kak... malem ini night riding lagi yuk? gantiin yang semalem." si manis menegapkan tubuhnya, menatap penuh binar wajah tampan Jeongwoo yang selalu ia puja puja selama ini. Junghwan berharap rasa kecewa yang tertoreh di hati Jeongwoo perlahan terobati. dirinya telah mengacaukan kencan mereka semalam, tentu saja Junghwan harus bertanggung jawab, bukan?

tak ada rasa ragu, Jeongwoo sontak mengiyakan ajakan tersebut. senyum perlahan terulas pada mulutnya. "boleh, mau kemana?"

belum sempat Junghwan menjawab, suara bel berbunyi menginterupsi. namun sebab terlalu malas, mereka berdua saling bertukar pandangan. sepakat untuk mengabaikan tamu yang datang.

ah, biarlah. siapa suruh waktu bertamunya sedang tidak tepat.

"aku mau.. ke angkringan di alun alun. boleh?"

ada sedikit jeda sebelum Jeongwoo benar benar kembali mengiyakan permintaan bayi besarnya kali ini. pria tersebut tampak berpikir sejenak, wajahnya menampilkan sirat keraguan apakah ia harus menolak permintaan kali ini atau tidak.

pasalnya.. angkringan alun alun selalu menjadi tempat dimana teman teman taruhannya berkumpul.

Jeongwoo telah memenangkan sebuah taruhan untuk menikahi Junghwan selama tiga bulan. ia mematahkan kesenangan kumpulan manusia blangsak itu dengan cara menolak uang dan membatalkan taruhan. dalam kata lain; Jeongwoo mengkhianati mereka.

karma; iksan boys [end]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang