bonus

20K 971 114
                                        

tw// slight nsfw, mature content, 🔞

—karma—

"sayang."

Junghwan sontak menghentikan aktivitas mencuci piringnya sebab dua buah tangan tiba tiba melingkar dari belakang, memeluk tubuhnya erat.

tak munafik, jantung si manis itu berdegup begitu kencang. Junghwan hanya bisa menahan nafasnya sebab telapak tangan besar itu mulai mengelus perut ratanya.

"kakak.. aku lagi nyuci piring."

oh ayolah, Junghwan hanya trauma.

terakhir kali ia mencuci piring; semalam, Jeongwoo tiba tiba memeluknya dari belakang persis seperti ini. lalu melakukan sesuatu pada bagian bawahnya. Junghwan disetubuhi begitu saja.

sejujurnya, wastafel kini tak lagi sama di pikiran submisif manis itu. pipinya selalu memerah mengingat kejadian semalam. suaminya itu memang senang sekali menyentuh Junghwan.

Jeongwoo terkekeh, lantas menghirup aroma Junghwan dari ceruk lehernya dalam dalam. membuat sang empunya kegelian dan tertawa lucu.

"kakaaak ih, tunggu di kamar sana."

"nggamau, mau peluk kamu."

dasar manja. ini sudah larut malam dan pria berbahu lebar ini masih bertingkah menyebalkan.

tentu saja, yang lebih muda segera melanjutkan aktivitasnya agar cepat selesai sehingga ia bisa meladeni bayi besarnya yang selalu manja. bersyukur Jeongwoo tak bertingkah macam macam kali ini.

"sayang."

"heung..."

"ada yang ngajak kamu ketemuan besok."

ah, Junghwan rasa ia tahu kemana arah pembicaraan ini.

"sirkel kakak ya?"

"iya... mereka mau minta maaf. sayang mau dateng besok? atau belum siap?"

ah ya tuhan.

ini menyakitkan, sulit rasanya memaafkan apa yang telah dilakukan sirkel setan itu kepadanya dahulu. rasa sakitnya tak akan pernah hilang.

merasa tak mendapatkan jawaban dari submisifnya, sosok dominan itu berinisiatif memberikan kecupan pada pipi gembil Junghwannya.

"kalau ga siap gapapa, kakak ga maksa kamu ketemu dan maafin mereka. yang penting kamu maafin kakak aja udah lebih dari cukup."

"....."

"ada Niki, dia mau ada perlu juga sama kamu."

"eh?" Junghwan menoleh ke belakang, merasa bingung setelah mendengar perkataan suaminya.

"Niki mau ngapain kak? kok dia ngga langsung bilang aja ke aku?" tanyanya lagi.

Jeongwoo hanya menggeleng kecil sambil tersenyum pahit, dalam hatinya ia merasa amat bersalah pada Junghwan yang polos ini. "nggatau sayang, kita ketemu dia besok aja gimana?"

"okay..." yah, mau bagaimana lagi. demi bertemu dengan Niki, Junghwan harus menyetujui ajakan bertemu sirkel setan itu esok hari. lagipula... ia akan aman kan? ada Jeongwoo dan Haruto bersamanya.






















































































karma; iksan boys [end]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang