3

1.5K 167 1
                                        








Sebulan setelah pertarungan itu. (Name) dan sukuna hanya bertemu beberapa kali. Sukuna sendiri tak mau ambil pusing dan ribet karena gadis rubah yang ia temui itu cukup membuatnya kewalahan.

(Name) sendiri skrng sedang mandi di pemandian air panas di rumahnya. Kuil di mana ia berdiam diri. Membersihkan tubuhnya. Selesai mandi ia lalu mengeringkan tubuh dan ekornya dengan handuk putih, lalu mengenakan kimono putih dengan sedikit warna biru sebagai hiasan. Nthlah, tapi ia sepertinya menyukai warna biru.

"Haruko-sama... sudah saatnya anda bertemu inari-sama." Suara bawahan (name)  terdengar dri luar kamarnya. Itu kazuha, bawahan setia (name) . Ia di anugerahi keabadian oleh dewa untuk menemani (name). Terdengar aneh tapi itu yg terjadi.

"Oh. Kazuha, pastikan tidak ada yang mengganggu." Ucapnya berlalu pergi ke pohon sakura di sebelah kuilnya.

Memejamkan mata, ia merasakan sentuhan lembut di pipinya. Membuka mata perlahan dan melihat dengan jelas sesuatu yg menyentuhnya tadi.

"Inari-sama.... kenapa Memanggilku?"  Tanya pada sesosok manusia rubah yang membawa tanaman padi di tangannya.

"Tidak ada,aku hanya Merindukanmu."Senyum merekah di bibirnya.

"Tak perlu berbasa basi. Katakan saja apa yg ingin kau suruh padaku." Ucapnya memasang wajah jengah.

"Hee... jangan tak sopan begitu."

"Ck, mau sopan atau tidak itu hal yg harus aku tentukan sendiri. Lagi pula aku hanya boneka bagimu, bukan? Jadi apa yg ingin kau suruh untukku."

"Hee.. keras kepala seperti biasa. Lakukan penyegelan terhadap Kutukan, ryomen sukuna. " suara lembut dan menenangkan pikiran itu berubah sedikit tegas.

"Ha? Hanya itu?"

"Iyah, lakukan itu. Membunuhnya itu mustahil, jadi segel saja."

"....baik.." ucapnya lalu pergi dari hadapan inari.

Membuka mata dan melirik kesamping. Tepat di sampingnya terdapat kazuha yang sedang berdiri menunggu sang nona bertemu dengan atasan tertinggi.

"Kazuha, persiapkan diri untuk hal besar." Kazuha terperanjat kaget mendengar nonanya  tiba-tiba berbicara.

"Baik Haruko-sama....saya akan mempersiapkan diri. Tapi, jika boleh tau.... hal apa itu?"

"Penyegelan. Kita akan membantu para penyihir itu untuk menyegel ryomen sukuna."

"...baik.." ucapnya lalu menghilang bagai di telan angin.

"Ck, padahal baru aja temenan." Ucapnya dengan wajah yg cemberut.

^^

Hari itu, hari di mana ia bertemu dengan para penyihir jujutsu untuk membicarakan tentang penyegelan. Ia di sambut dengan baik oleh para penyihir di sana. Pertemuan yang ia lakukan dengan para petinggi jujutsu itu membuatnya sangat bosan. Mereka seakan-akan memerintah (name) untuk bekerja ekstra. Sedikit kesal dengan itu, tapi ia iyakan saja. Jika tidak ia akan di omeli habis-habiskan oleh inari.

"Ya ya ya aku paham. Lakukan ini dan itu  maka ryomen sukuna akan tersegel." Ucapnya dengan muka malas. 2 jam ia duduk hanya untuk mendengarkan para org tua itu berbicara.

"Haruko-sama... "ucap kazuha.

"Ck, apa? " jawabnya sinis.

"Hahhh... maaf kami harus pergi, pertemuannya sudah selesai bukan?" Ucap kazuha pada petinggi-petinggi di sana.

"Iya, terimakasih sudah ingin membantu." Ucap salah satu dari mereka.

"Ck. Jika bukan karena inari yang asal memerintah, aku tidak akan mau." Ucapnya dengan nada kesal. Gadis itu sangat kesal sekarang.

"Anoo... Haruko-sama, saatnya kita pergi." Ucap kazuha mencoba menenangkan tuannya itu.

"Iya."

Mereka pergi dari tempat berkumpulnya para petinggi jujutsu itu berkumpul dan berbicara tentang penyegelan itu. Raut wajah kesal masi terpasang di wajah (name).

"Apaansih mereka itu, kok mereka ngomong kayak seakan-akan mereka itu nuntut aku."Ucapnya dengan nada jengkel.

'Haruko-sama, di mohon untuk anda menyelesaikan ini dengan serius.'

Kata-kata salah satu dari mereka masi terdengar jelas di telinganya.

"Haruko-sama... menurut say-"

"Ck! Kazuha kan aku udah bilang, panggil (name) aja. Ngapain si manggil marga mulu." Sekarang kesalnya teralihkan ke kazuha.

"Anoo... kurasa itu tidak sop-"

"Pokoknya panggil (name) aja."

"B-baik... (name)-sama"

"Suka-suka kau lah." Ia lalu berjalan cepat untuk ke kuilnya. Ia memilih tidur untuk menenangkan diri.








Ryota.

Lady fox (jujutsu kaisen x reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang