Di sebuah toko pakaian pengantin yang mewah, Anna dan Jeffrey sedang melakukan fitting terakhir untuk pernikahan mereka lusa esok hari—ini pun jika tidak dipaksa oleh Jeffrey dengan alih-alih perintah dari neneknya, Anna tidak akan mau melakukan fitting baju—pada akhirnya ia pun pasrah ditarik-tarik seperti sapi oleh Jeffrey
Pernikahan ini sebenarnya bukan sesuatu yang mereka inginkan, Anna terjebak dalam pernikahan ini karena hutang budi pada Jeffrey, sementara Jeffrey menikah dengan Anna hanya ingin menutupi statusnya yang masih sendiri di usia tua
Pernikahan ini terpaksa
Anna terpaksa, Jeffrey pun terpaksa
"Pilih yang menurut lo bagus, Anna"
Anna mengangguk "iya.."
Jeffrey hanya diam memandang Anna yang sibuk memilih gaun pengantin, sementara dirinya belum memilih pakaiannya, laki-laki itu masih berada di pijakannya, entah isi kepala nya memikirkan apa tetapi sorot matanya tertuju pada Anna
"Mbak gimana menurut mbak? bagus enggak?" Anna bertanya pada stylish, setelah di iyakan Anna pun beralih bertanya pada Jeffrey di dekatnya "Jeff, ini cantik?" tanya Anna memperlihatkan gaun di tangannya, Jeffrey pun mengangguk iya
"Kalau ini?"
Jeffrey mengangguk
"Kalau yang ini?.."
Jeffrey mengangguk lagi
Anna berdecak, saat mencoba gaun pengantin, suasana hati Anna semakin memburuk, komentar Jeffrey yang cenderung dingin dan terkesan tidak peduli membuatnya geram ingin mencekik nya
"Jeffrey, bisa enggak, sekali aja, kamu pura-pura peduli? setidaknya biar enggak kelihatan terlalu menyedihkan"
Jeffrey menatap Anna "Anna, kita cuma perlu terlihat bagus di depan orang lain, gue rasa enggak perlu pura-pura lebih dari itu"
Anna tertawa meremehkan "wow, jadi menurut kamu, aku cuma properti yang perlu kamu dandani biar 'kelihatan bagus"
Jeffrey menghela nafas lelah, belum menikah dengan Anna saja dia sudah lelah apalagi setelah menikah?
"Dengerin gue, ini cuma pernikahan kontrak, lo tahu itu dari awal, jangan berharap gue bakal bersikap kayak... pengantin sungguhan, seharusnya kita enggak usah fitting baju begini, kayak gembel aja gue mau di pesta pernikahan"
"Jeff, aku tahu ini kontrak, aku bukan bodoh tapi kontrak ini enggak bilang kamu boleh bersikap kayak aku enggak ada di sini!"
"Seenggaknya hargai aku, aku enggak mau ekspektasi keluarga kamu jatuh hanya gara-gara ini!" lanjut Anna
Jeffrey berjalan mendekat Anna, suaranya menurun namun tetap tegas "Kita sepakat soal ini, gue udah bantu bayar hutang keluarga lo, dan lo bantu gue perbaiki citra di depan dewan direksi. Selesai, kalau lo mulai bawa-bawa perasaan, itu urusan lo"
Anna memijat pelipisnya mencoba menghalau rasa pusing di kepala "bawa perasaan? kamu pikir ini cuma soal perasaan, Jeff? aku kehilangan pekerjaan, kehilangan kebebasan.... semua ini buat bantu kamu, dan kamu bahkan enggak bisa kasih aku sedikit rasa hormat?"
Jeffrey menghela nafas sekali lagi, jemarinya bergerak terulur ke pelipisnya lalu ia hormat kepada Anna
"Gini kan?"
"Jeff!"
Jeffrey meluruhkan tangannya lalu menatap Anna "Anna, gue enggak maksa lo banget buat setuju, tapi lo yang bilang iya waktu itu"
Anna tersenyum getir "kamu tau aku enggak punya pilihan, kamu tau aku enggak bisa nolak, dan sekarang kamu berdiri di situ, ngomong kayak aku ini cuma beban buat kamu? kamu aneh banget tau enggak!?"
KAMU SEDANG MEMBACA
6 MONTH 182 DAYS
Fanfiction[ SUDAH TERBIT DI ETERNITY PUBLISHING ] . . . "Bisa-bisanya aku nerima tawaran menikah sama laki-laki cerewet kayak dia!?" Anna menerima tawaran Jeffrey tanpa banyak pilihan, laki-laki itu melunasi hutang mendiang orang tuanya dengan syarat sederhan...
