Siang itu, Anna dan Mario bertemu di sebuah kafe kecil dekat kantor, tadi Mario berkata hanya ingin bertemu saja ya walaupun nyatanya wajah laki-laki itu terlihat mencoba menyembunyikan rasa gugupnya, sementara Anna datang dengan senyuman ramah seperti biasa
Anna dan Mario duduk di sudut kafe, gadis itu mengaduk teh hangatnya pelan-pelan sambil menatap keluar jendela, suasana siang itu cukup tenang, hingga suara Anna menyapa Mario yang sejak tadi diam
Entah mengapa Mario yang terlihat aneh hari ini, Anna pun bangkit untuk mencondongkan tubuhnya ke depan lalu menepuk pundak Mario
"Mario!" panggil nya
Mario tersadar "eh iya?"
"Kamu kenapa? kayak ada yang di pikirin?"
Mario tersenyum "enggak apa-apa kok"
Anna menaikan sebelah alis nya "kamu ngajak aku ketemu siang ini mau ngomongin apa?" tanya Anna penasaran
Mario menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia melirik ke arah luar lewat kaca jendela, mencoba mencari seseorang di sana
"Itu.... Anna, sebenarnya hari ini aku mau makan siang bareng Karina, sekalian ajak kamu deh biar enggak canggung-canggung banget, kamu keberatan?" -Mario
Anna menghela "aku jadi nyamuk gitu?"
Mario menggeleng "bukan gitu"
Anna mendelik ke arah Mario "kamu pdkt sama Karina ya?" tanya nya
Mario tetap menggeleng sembari menyembunyikan senyum nya
"Jadi kamu sudah ada hubungan sama Karina? serius, aku cuma pengen tau, engga ada maksud apa-apa," ujar Anna dengan nada santai, sambil tersenyum kecil.
Mario sedikit terkejut, tapi kemudian tertawa pelan "Hahaha, enggak ada apa-apa kok, aku sama Karina cuma temen, lagian makan siang hari ini kan enggak cuma berdua sama Karina, sama kamu juga"
"Kenapa? kamu kira aku ada apa-apaan gitu sama dia?" lanjut Mario
Anna menghela napas lega, tapi bukan karena cemburu, sebaliknya, dia malah senang mendengar jawaban Mario "enggak kok, aku cuma penasaran aja, Karina anaknya seru sih, cocok sama kamu."
Mario menghela napas, menatap Anna dengan curiga "kamu serius nanya itu? jangan-jangan kamu cemburu nih?"
Anna tertawa kecil, lalu menggeleng "cemburu untuk apa? ya enggaklah kan aku udah punya suami, Mario. Aku malah seneng kalau kamu deket sama dia"
Mario mengernyit, bingung dengan jawaban Anna, ada rasa aneh yang membuat nya berpikir mengapa Anna tidak cemburu "seneng? maksudnya apa?"
Anna mencondongkan tubuhnya ke depan, suaranya lebih pelan "Karina itu cantik banget, pintar, dan sepertinya baik. Aku rasa kalian cocok, kalau kamu deket sama dia, aku malah dukung banget!"
Mario masih terlihat bingung "jadi, kamu nanya cuma karena penasaran aja?"
Anna mengangguk sambil tersenyum lebar "iya, penasaran aja, lagian aku pikir Karina tipe cewek yang kamu suka, ya kan?"
Mario tertawa kecil, lalu menggeleng "kamu lucu banget, Anna. Enggak ada apa-apa antara aku sama Karina, kami berdua cuma teman biasa, kayak aku sama kamu"
Anna mengangkat bahu sambil tersenyum jahil "tapi kalau ada apa-apa, kasih tau aku ya, aku mau jadi orang pertama yang tahu"
Mario menggeleng sambil tersenyum "kamu tuh ada-ada aja sih, ada aja yang bikin hal kecil jadi seru, dasar Anna!"
"Aku gitu lho!" -Anna
Mario tertawa kecil, tapi sebelum laki-laki itu sempat menjawab, tiba-tiba saja ada dua suara akrab menyela mereka
KAMU SEDANG MEMBACA
6 MONTH 182 DAYS
Fanfiction[ SUDAH TERBIT DI ETERNITY PUBLISHING ] . . . "Bisa-bisanya aku nerima tawaran menikah sama laki-laki cerewet kayak dia!?" Anna menerima tawaran Jeffrey tanpa banyak pilihan, laki-laki itu melunasi hutang mendiang orang tuanya dengan syarat sederhan...
