Malam yang dinanti tiba, Anna dan Jeffrey bersiap menghadiri acara kantor Jeffrey yang diadakan di sebuah ballroom mewah. Anna mengenakan dress biru navy yang telah dipilihnya di butik tadi, sementara Jeffrey tampak gagah dengan jas yang berwarna senada juga dengan Anna
Saat ini Anna sibuk di depan pantulan cermin kamarnya, mencoba memadukan makeup yang sempurna untuk acara kantor malam ini, sementara Jeffrey, yang sudah siap tengah berdiri di ambang pintu kamar Anna, sambil memperhatikan gadis itu
"Berapa lama lagi gue harus nunggu, Anna?" tanya Jeffrey yang sudah lelah menunggu
Anna menjawab santai tanpa menoleh "sebentar lagi, cuma tinggal eyeliner aja"
Jeffrey mendesah, mengusap wajahnya "lo udah bilang 'sebentar lagi' dari setengah jam yang lalu ya, mau berapa lama lagi?"
Anna tersenyum kecil sambil terus memoles makeup "aku harus keliatan cantik, kan kamu butuh istri yang tampil sempurna di depan rekan kerja kamu, Jeff..."
Jeffrey berdiri, melangkah mendekati meja rias Anna "lo udah sempurna kok, Anna, bahkan tanpa makeup pun"
Anna berdecih "kamu ngejek?"
"Ngejek apa? gue jujur"
Anna terkikik kecil "gombalan kamu langsung muncul ya, kalau lagi buru-buru"
"Gue enggak gombal, tapi serius, kalau lo lebih lama lagi, kita bakal telat, atau lo mau gue dateng sendiri aja?" tanya Jeffrey
Anna akhirnya berdiri dari duduknya, meraih tas selempang nya sambil berbalik menghadap Jeffrey yang berdiri di depan nya "oke, aku udah siap, gimana makeup sama dress nya cocok enggak?"
Jeffrey terdiam beberapa detik, mengamati Anna dari atas sampai bawah. Dress yang Anna pilih menonjolkan kesan anggun tapi tetap elegan, ditambah makeup yang flawless membuatnya tampak lebih berbeda
"Cantik" kata Jeffrey singkat, tapi nadanya terdengar tulus, Anna langsung melongo kaget sembari menutup mulut nya
"Kamu muji aku, Jeff?"
Jeffrey tak merespon, laki-laki itu berbalik lalu melangkah meninggalkan Anna, sementara Anna tersenyum malu, lalu ikut menyusul langkah Jeffrey
"Aku jarang banget di puji cantik gini"
"Berarti aku cocok dong pakai make up?"
"Berarti make up aku enggak kayak ondel-ondel betawi itu kan?"
"Berarti.."
Jeffrey menghela, lalu menghentikan langkahnya dan memandang Anna "jangan banyak bicara, ayo pergi sebelum lo kepikiran buat ngedit lagi makeup lo"
"Dasar!" -Anna
Anna dan Jeffrey pun keluar rumah bersama, meskipun tadinya kesal karena Anna lama, kini Jeffrey merasa senang melihat Anna terlihat begitu memesona di sisinya. Mungkin, malam ini akan terasa lebih berbeda, Anna tidak akan membuat Jeffrey malu di depan teman kantor nya
.
.
.
Malam acara kantor dimulai dengan kemeriahan, Jeffrey dan Anna tiba di ballroom dengan senyum sumringah, nampak Anna bergandeng di lengan Jeffrey, malam ini Anna mengenakan dress biru navy anggun yang menonjolkan kecantikannya, sementara Jeffrey terlihat gagah dengan jas yang senada dengan dress Anna
Anna terlihat kaget, banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang di depannya dengan pakaian yang super mewah, rasa tidak nyaman tiba-tiba muncul, Anna tidak suka dengan keramaian
Tapi Anna hadir di pesta kantor ini, dan itu semua demi nama baik Jeffrey, Jeffrey juga pernah cerita saat itu rekan-rekan kerjanya bertanya tentang Anna kepadanya, kata Jeffrey waktu itu teman-teman kerja nya penasaran dengan Anna, istrinya
KAMU SEDANG MEMBACA
6 MONTH 182 DAYS
Fanfiction[ SUDAH TERBIT DI ETERNITY PUBLISHING ] . . . "Bisa-bisanya aku nerima tawaran menikah sama laki-laki cerewet kayak dia!?" Anna menerima tawaran Jeffrey tanpa banyak pilihan, laki-laki itu melunasi hutang mendiang orang tuanya dengan syarat sederhan...
